
Khamza berjalan cepat menuju hutan itu. Terasa takut, dia memasuki hutan tanpa rintangan. Tidak ada yang mengerikan. Semua baik-baik saja.
" Dari mana mereka mendapatkan makanan makanan itu? Sejak tadi, aku tidak melihat sesuatu yang layak dimakan." gumam Khanza sambil melihat sekeliling nya.
Lima menit kemudian, Khanza melihat ujung hutan ternyata, hutan yang di lewati nya hanya hutan kecil.
" Waw" Khanza terpaku menatap kedepan.
Taman dengan rumput hijau terbentang luas. Di tepi taman terdapat semak semak dan pepohonan.
Khanza berlari menghampiri pohon pohon itu. Tersenyum lebar, setelah melihat buah buahan yang tergantung pada ranting pohon pohon itu.
"Jangan mendekat!" teriak seseorang dari belakang.
Khanza menghentikan larinya secara tiba tiba, lalu menoleh kepala. Dilihat nya Zeyn sedang mengatur napas karena berlari mengejar Khanza.
Zeyn berjalan Menghampiri Khanza yang terkejut melihat keberadaannya.
" apa yang kamu lakukan disini?" tanya Khanza.
"Kamu sendiri?" Zeyn balik bertanya. "kamu sungguh nekat. Baru satu hari disini sudah berani masuk hutan." sambung Zeyn.
"Memangnya kenapa? Apa yang perlu di takuti? Biktinya aku selamat saja kan?." ujar Khanza.
"memang kamu selamat, tapi kamu nyaris dalam bahaya," ujar Zeyn.
Zeyn terlihat kesal. "Lihatlah kebawah. Lihatlah garis merah berjarak satu langkah dari sini" ujar Zeyn sambil menunjukan garis tersebut.
Khanza mengerutkan kening. "Ini garis pembatas kan? Ada apa dengan garis ini?". Tanya Khanza.
"Ini bukan garis pembatas biasa. Kamu tidak tahu banyak hal, tapi percaya diri sekali," Zeyn menjelaskan detail nya. "sudahlah ayo kembali merepotkan saja.. ." ujar Zeyn.
Zeyn membalikan badan. Khanza membalikan badan dengan gugup.
Khanza menganggkat kepalanya lagi. Menatap Zeyn dari belakang. "Maaf ya". - Khanza
__ADS_1
"jangan membuat hal hal aneh lagi" ujar Zeyn.
"aku tahu" jawab Khanza.
Khanza dan Zeyn berjalan kembali melewati hutan.
"Tempat apa tadi sebenarnya?" tanya Khanza.
"Aku tidak bisa memberi tahumu banyak. Yang jelas tempat itu, Taman Filley, tempat yang tidak boleh didatangi siapapun itu" Zeyn menjelaskan.
"Kenapa? ada rahasia apaditempat itu?" tanya Khanza ingin tahu.
"Sudah aku bilang aku tidak boleh banyak memberi tahumu. Kamu selalu ingin tahu sih." jawab Zeyn.
Khanza diam beberapa saat.
"tunggu. Kalau bukan di sana di mana tempat kalian mengumpulkan makanan makanan yang di makan itu?" tanya Khanza.
"Tentu saja ti tempat lain. Kamu kira hutan di negeri Berlian hanya ada satu?" ujar Zeyn.
Khanza diam lagi. 'Benar juga. kenapa aku bisa yakin sekali kalau hutan ini trmpat biasa mereka mencari makanan itu?' ucap khanza dalam hati.
"Sebenarnya kami mendapat kan makanan itu tidak benar benar-benar dari hutan. Lebih tepatnya sih di ujung hutan. Di sana ada kebun Bleiz yang di jadikan tempat bercocok tanam. Terkadang ada makanan makanan yang tidak layak untuk di makan. Kamu harus bisa membedakan makanan yang sehat dan yang sudah teracuni. Kamu tahu, selama proses tumbuh pohon pohon yang kadang di hinggapi oleh serangga aneh pembawa racun. Serangga serangga itu selalu datang pada waktu yang tak terduga. Kami tidak bisa mencegahnya, tapi kejadian begitu tidak sering. " jelas Zeyn.
"Tentu saja. Semua orang harus bekerja keras untuk memenuhi harapan nya." ucap Zeyn.
Khanza menundukan kepalanya.
"Tapi benar benar tidak mudah. Semaksimal apa pu aku tetap berusaha bisa menjaga emosi dan ucapan kasar ku. Aku tidak bisa." ujar Zeyn.
"kamu perlu keinginan lebih kuat. Harus bersikeras menggapai keinginan itu. Cobalah perlahan. Kamu pasti bisa mengandalkan emosi, sedikit demi sedikit. Semua memang perlu proses." ucap Zeyn memberikan semangat.
"Entahlah. Aku jadi tidak yakin. Untuk menghargai makan saja aku tidak bisa. Aku sungguh tidak tahan," jawab Khanza dengan wajah yang tidak bersemangat. "Oya kenapa kelkyo dengan yang kamu beti kemarin rasanya berbeda sekali dengan buah Kelkyo dengan pagi ini." tanya Khanza.
"Kelkyo?" Zeyn mengerutkan keningnya. Kemudian tergelak.
"Tifak ada menu Kelkyo di menu sarapan pagi ini. Yang kamu makan tadi bukan Kelkyo. Memang mirip tapi berbeda jauh rasanya." ucap Zeyn.
"Kelkyo amat jarang di jadikan menu makanan di pondok Killau. Untuk mendapatkan nya memang tidak mudah." - Zeyn.
"lalu kamu dapet dari mana buah Kelkyo kemarin?" tanya Khanza.
__ADS_1
"Ditengah hutan Bleiz, tanpa di sengaja" ucap Zeyn.
Zeyn juga menjelaskan kalau Kelkyo adalah isi buah dari pohon Kelkyo. Ketika dikupas sudah berbentuk seperti nasi bergumpal.
"Masalahnya pohon itu setelah lima (5) menit akan layu. Tifak bisa di kalikan."
Khanza terdiam sejenak.
Khanza semakin ingin tahu. "Lain kali, ajak aku ke hutan Bleiz dan kebun itu ya." ujar Khanza.
******
Keduanya sudah hampir keluar dari hutan ketika tiba-tiba Khanza mendengar suara gersik dari belakang, di balik semak semak.
"Suara siapa itu" Khanza menghenyikan langkahnya, sambil membalikan badan.
Zeyn mengerutkan keningnya "Aku yidak mendengar apa apa dari tadi."
"Ada suara berisiknya di semak semak itu.,"jawab Khanza sambil menunjuk semak semak yang menurut nya sumber suara
*
*
*
*
**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **
Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian
__ADS_1
**Terimakasih **