
"Sudah 21 hari aku tinggal di sini. Waktuku tinggal delapan hari lagi, tapi aku belom juga menerima potongan berlian kedua dan ketiga. Padahal akus udah berusaha amat keras. Bahkan aku yakin, sekarang ini sikap ku jauh lebih baik di banding saat pertama kali nya aku ke sini. " ucap Khanza berbicara kepada diri sendiri.
Zeyn yang tanpa sengaja melihat Khanza, diam diam menyimak dari belakang pohin. Ingin lebih jelas mendengar curhatan dari gadis itu.
" Tapi, kenapa, tidak satu pun dari mereka yang membalasnya? Tidak seorang pun yang berbaik hati memberiku potongan berlian. Bahkan Zeyn, yang kukira amat baik, juga tidak memberi," lanjut Khanza.
Zeyn terdiam. Itu juga keanehan yang sedang di pikirkan nya. Dia senang dengan sikap Khanza. Dia selalu menunggu potong ann berlianΒ yang secara langsung seharusnya sudah tiba padanya.
'aku tidak sedikit pun membenci Khanza, tapi kenapa berlian itu tidak muncul kepada kuu?' ujar Zeyn dalam hati.
Khanza mulai menampakan wajah kusutnya. "Trrnyata benar benar sulit. Membuat bahagia orang orang yang pernah aku lukai lebih sulit dari waktu pertama aku bertemu dengan mereka." sambung Khanza.
Khanza semakin berfikir. "Tapi, aku, sudah berusaha memaksimalkan. Tidak bisakah mereka lihat jerih payah diriku? Kesalahan aku dahulu sudah kubalas dengan kebaikan kebaikan. Tidak bisa kah mereka memaafkan aku? Atau jangan jangan, mereka sengaja tidak memberikan potongan berliannya agar aku bisa menetap disini, membantu mereka lebih lama? Licik sekali. "ujar Khanza dengan wajah kusutnya.
Zeyn menggeleng. Tidak seperti itu.
Pikiran negatif Khanza mulai menyerang kembali.
" Orang orang di sini tidak tahu terima kasih. Aku sudah membantu banyak. Aku sudah bersikap baik kepada mereka. Aku sudah menahan emosi dengan berusaha keras. Aku selalu tersenyum dan memasang wajah cerah agar mereka nyaman dengan keberadaan aku disini. Hanya memberikan potongan potongan berlian itu, apa itu sulit? Kenapa mereka melakukan ini kepada diriku? Apa saalh ku? ". Sambung Khanza.
__ADS_1
Khanza tertawa getir." tentu saja karena kalian ingin lebih. Kalian ingin mengambil keuntungan lebih banyak dariku kan? Kalian ingin terus memanfaatkan aku kan? Jahat. ".
Zeyn memperhatikan dengan pandangan prihatin. Seperti nya, potong ann berlian itu masih menunggu keikhlasan hati dari Khanza.
Zeyn kemudian membalikan badan, lalu ia pergi. Dia tidak ingin ikut campur dahulu. Zeyn berjalan pelan. Tepat di depan pondok, matanya menangkap sosok Om Gold. Dia sedikit terkejut, lalu menghampiri.
Zeyn bertanya tanya soal camping. Ternyata, camping memang baru selesai kemarin. Beberapa orang ada pula yang baru pulang hari ini.
"Bagaimana dengan Berry? Selesai camping dia pergi ke mana? Sampai sekarang masih belum kembali." tanya Zeyn.
"Berry? Memang nya dia ikut camping?" jawab Om Gold yang berbalik Tanya.
"Memang nya dia tidak ikut?" Zeyn tersentak.
Zeyn baru menyadarinya. Dia telah dii bohongi. Dia langsung menebak, Berry pasti lagi pergi ke ruang rahasia ketempat potongan berlian itu. 'kenapa aku tidak menyadari nya sejak awal?' tanya Zeyn dalam hati.
γ
π π π π π π π π π π π π
__ADS_1
γ
Khanza perlahan berunah menjadi Khanza yang dahulu.
'aku tidak mau bersusah susah berbuat baik untuk orang yang bahkanbtidak pernah baik kepada diriku. Aku merasa bahwa ini semua sia sia saja, yang kulakukan sia sia. Pada akhirnya pun aku akan terus menetap disini. Aku memang sudah ditakdirkan untuk itu,'. Ucap Khanza dalam hati.
γ
.
.
.
* \~typo bertebaran\~*
**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya.Β **
Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian
__ADS_1
γ
**TerimakasihΒ **