Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 29


__ADS_3

💎💎💎💎💎💎💎💎💎


Angin besar semakin kuat menyerang. Orang orang di halaman belakang pondok sudah seluruh nya masuk keruang bawah tanah di dekat danau Gilgoho.


Sedangkan, Nenek Rosselin bersama Zeyn, Azura dan Khanza masih berjuang menlanjutkan perjalanan. Azura sudah berkali-kali jatuh, tidak mampu bertahan lagi. Ketika melihat gua besar, Nenek Rosselin mengajak mereka berhenti sejenak.


"Kalian tetaplah disini. Biar aku yang menyesaikan urusan ini sendiri. Ini tugas ku, bukan tugas kalian." ucap Nenek Rosselin, lalu iia beranjak pergi.


"Nenek! Jangan begitu. Biar kami ikut. Kami ingin membantu,." ujar Zeyn.


"Sudah kubilang, ini tugas ku, bukan tugas kalian. Jaga diri kalian masing-masing" jawab Nenek Rosselin sambil terus berjalan pergi.


"Apa lagi yang bisa kita lakukan sekarang?" Khanza bertanya.


"Menunggu" jawab Zeyn.


"Tidak bisa," bantah Khanza.


"Untuk apa kita ke sini sama Nenek Rosselin jika akhirnya tetap hanya bergantung, tidak mengurangi bebnnya sedikit pun." sambung Khanza.


"Lalu kamu mau apa?mengejar Nenek Rosselin yang padahal sudah pergi entah kemana, dalam badai lebat ini,?" ujar Zeyn.


Khanza menatap keluar. Menatap hujan besar lengkap dengan angin kencang yang masih mengamuk. Di tambah kabut tebal.


"Tapi aku tidak bisa diam menunggu orang lain menyelesaikan masalah. Setidaknya, aku ingin membantu sedikit saja." jawab Khanza.


Zeyn menghela napas.


Khanza terus memandang ke luar gua. Menatap kabut tebal itu. Beberapa detik. Tiba-tiba ada sesuatu yang di tangkap matanya. Gadis itu memaksa memperjelas pandangan nya. Beberapa meter di depan gua, ada yang berkilau. Kilau itu menembus kabut tebal. Kilau itu memancar dari sepotong berlian.


'Potongan berlian?' Khanza mendelik.


Khanza mencoba mengingat. Dia seperti tidak asing dengan kilau itu. Kpan aku pernah melihatnya?.


"Ada apa?" tanya Zeyn.

__ADS_1


Khanza tidak menjawab.


'seperti nya aku ingat. Saat itu,, aku mengambil kalung itu, kalung yang sempat aku injak tanpa sengaja. Saat itu... Aku sedang membantu Azura mencari kalungnya. Kalungnya!.'


Khanza buru buru menoleh ke arah Azura. Tidak ada? Kalung itu memang sengaja tidak dipakai Azura atau memang hilang?


"Kalung mu! Azura, kalungmu..."


Azura menoleh ke arah Khanza, lalu buru buru menyentuh lehernya. Mencari kalung itu. Gadis itu terperanjat.


"Hilang lagi, kak. Bagaimana ini? Di mana jatuh nya?" ucap Azura panik.


"Kamu tidak sedang melepaskn dan meninggalkan nya di pondok kan?" ujar Khanza.


"tidak. Aku yakin sekali tadi masih ada," seru Azura.


"Bisa kamu lihat kesana," ujar Khanza sambil mengangkat jari telunjuk nya, mengrah ke luar gua.


"Kilau itu! liat kan?,itu berasal dari kalung mu kan?"


"Aku melihat nya. Kilau itu semakin jelas! Itu pasti kalung mu." ujar Khanza.


"Tidak ada kak. Aku sungguh tidak melihat nya," Azura membantah.


Zeyn mencoba melihat ke arah luar. Apa yang dilihat Khanza? Dalam kabut setebal itu mana mungkin bisa terlihat kilau meski dari berlian hitamnya.


"Aku sungguh melihat nya! Tenaglah, aku akan mendapatkan nya untukmu."ucap Khanza bersungguh sungguh.


Khanza berdiri dan berlari keluar.


" Apa yang kamu lakukan? Belum. Pasti itu kalung Azura. Kenapa kamu nekat sekali! "Teriak Zeyn.


Tapi khanza sudah didepan gua.


" Kakak!! "Azura ikut memanggil. Percuma.

__ADS_1


Khanza tidak takut apapun, jika dia sudah bertekad, maka tidak seorang pun bisa mencegahnya.


" Apa yang harus kita lakukan? "Azura menjadi amat takut.


" Bisakah kamu menunggu disini? Tidak apa apa kan, jika aku meninggalkan kamu sebentar saja? "ujar Zeyn.


" jika Kakak bisa membantu kak Khanza, tidak apa apa. "jawab Azura.


 


Zeyn mengangguk lalu pergi keluar.


Khanza menerobos hujan deras. Khanza menerobos angin. Beruntung sekali, pada menit itu angin tidak terlalu kencang. Gadis itu berjalan dalam kabut tebal hanya dengan mengandalkan kilauan dari kalung.


" Disana! Sedikit lagi." ujar Khanza sambil menarikkedua kaki nya terus bergerak.


.


.


.


.


.


* \~typo bertebaran\~*


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


 


**Terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2