Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 14


__ADS_3

Khanza diam sejenak. Entahlah lupakan saja kejadian itu sudah berlalu kok.


 


 


 


*******


 


 


 


Waktu sarapanpun tiba. Semua orang berkumpul diruang makan. Ruangan cukup luas dan terdapat lima meja makan yang besar.


" kita di meja tiga saja yuk" ajak Fenita.


Khanza dan Emwrita mengikuti Fenita dari belakang.


Seperti biasa, meja satu di tempati orang dewasa pengurus pengurus pondok. Dan, meja lainnya bercampur anak anak atau remaja putra ataupun putri, meskipun ada juga pengurus pondok yang ikut bergabung dengan yang lainnya.


"Hei kalian" sapa Zeyn yang sudah duduk di bangku, pada meja nomor empat, sebelah meja nomor tiga.


"Hei" Fenita dan Emerita menjawab sapaan. Khanza hanya membalasnya dengan senyuman.


"Di mana Berry? Biasanya.. Ada kamu pasti ada Berry juga." tanya Emerita.


"Aku juga tidak tau, aku tidak melihat nya bahkan sejak sore kemarin. Mungkin dia ikut camping ke hutan Fleiqaz bersama om Gold." jawab Zeyn


"Kak Khanza!" panggil seseorang.


Khanza menoleh, suaranya terdengar seperti suara gadis kecil itu. Saat Khanza menoleh, ternyata benar. Azura sudah duduk manis di bangku meja nomor tiga juga, sambil tersenyum ke arahnya.


"Hai" jawab Khanza dengan wajh datar. Dia tetap tidak suka. Tapi seketika teringat, bagaimana pun dia harus berusaha keras untuk membuat orang lain senang. Berusaha keras, bibir Khanza membentuk senyuman.


"Baiklah kita mulai saja sarapannya" ujar kak Yenita yang juga duduk di meja nomor tiga, bersama kak Kanya di sebelah kak Yenita.


Semua orang mengangguk. Ketika yang lain mulai makan, Khanza masih diam saja. Memandangi makanan yang tidak pernah dilihat nya sebelumnya.


Apa sup ini enak? 


Khanza berbicara dalam hati. Meragukan

__ADS_1


"Kenapa diam saja? Cepet di makan." ucap Fenita sambil menyikut Khanza.


"Eh iya baiklah." jawab Khanza, kemudian mulai menggerakkan tangannya.


Dilihat nya makanan di depannya yang tampak seperti sup. Dan di atas piring ada sesuatu yang mirip Kelkyo kemarin. Dia mulai menyendokkan ke mulut nya. Tapi baru satu sup, Khanza mengeluh lagi.


Hmm, aduh rasanya lifahku tidak kuat, rasanya... Rasanya ahh, entahlah aku bahkan aku tidak bisa menggolongkan rasa makanan ini. Kenapa Kelkyo ini tiba tiba-tiba berubah rasa? Bukankah aku tidak bermasalah dengan rasa Kelkyo yang di berikan oleh Zeyn kemarin. 


"Bagaimana rasanya enak bukan?" tanya Azura yang ternyata sejak tadi memperhatikan Khanza.


Kak Yenita menatap Khanza. Ingin tahu jawaban apa yang akan di lontarkan oleh Khanza.


Khanza mengangguk pelan. Amat pelan. Kemudian memaksa kan diri  menerima suapan kedua.


Ya tuhan, aku tidak tahan. Aku tidak bisa menghabiskan nya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak boleh membuat mereka sedih, tetapi aku sendiri juga tidak bisa memaksakan diri. 


Khanza memejamkan matanya.


"Kamu tidak suka kan? Tidak usah ditutupi lagi, sudah terlihat jelas di wajah mu." ujat kak Yenita yang merasa terganggu dengan ekspresi Khanza.


"Ah tidak aku menyukainya kok" jawab Khanza sambil berusaha tersenyum.


"Aku sudah bilang kan lebih baik tidak tersenyum dari pada kamu harus memaksakan diri untuk tersenyum. Begitu juga dengan ucapan kamu. Mengatakan sejujurnya lebih baik dari pada kamu harus berbohong. Aku sangat tidak menyukai caramu. Kalau kamu tidak suka tidak usah makan saja. "jawab kak Yenita dengan tatapan kesal.


Wajah Khanza berubah datar dan dengan cepat malah menjadi amat kusut.


Seluruh orang yang makan di meja nomor tiga menghentikan makan, menatap Khanza. Sebagian orang di meja nomor empat yang mendengar ucapan Khanza juga menoleh ingin tahu.


" Pergilah jangan ganggu sarapan kami. "ucap kak Kanya.


Khanza diam beberapa detik. Kak kanya juga membenciku? 


Khanza bangkit dari kursi nya. Dan berkata." Karena kalian menginginkanya, Baiklah aku akan pergi. "


 


 


 


******


 


 

__ADS_1


Khanza berjalan menuju halaman belakang. Duduk melamun di hala Belakang selama 20 menit. Dia baru bangkit dari duduk nya ketika perutnya berbunyi,  terasa amat lapar.


Khanza tadi sempat bertanya bertanya di dapur saat membantu, di mana makanan makanan itu di dapatkan. Frnita bilang kalau mereka mengambilnya dari hutan.


"Aku dan mendapatkan makanan yang jauh lebih enak,"  ucap Khanza.


Khanza kira kalau hutan yang di maksud adalah hutan di mana ia pertama kali menginjakan kaki.


Khamza berjalan cepat menuju hutan itu. Terasa takut, dia memasuki hutan tanpa rintangan. Tidak ada yang mengerikan. Semua baik-baik saja.


" Dari mana mereka mendapatkan makanan makanan itu? Sejak tadi, aku tidak melihat sesuatu yang layak dimakan." gumam Khanza sambil melihat sekeliling nya.


Lima menit kemudian, Khanza melihat ujung hutan ternyata, hutan yang di lewati nya hanya hutan kecil.


 


" Waw" Khanza terpaku menatap kedepan.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **

__ADS_1


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


**Terimakasih **


__ADS_2