Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 2


__ADS_3

"sampai kapan kita akan terus begini?" tanya Verra jenuh.


Erica dan Ninda menoleh. 


Tiba-tiba, seseorang membuka pintu kamar. Ketiganya tersentak melihat orang yang membuka pintu kamar. Ketiganys tersentak melihat orang yang membuka pintu. 


"KHANZA!!"  Erica, Ninda dan Verra setempak.


"maaf aku kembali untuk membawa pulpen kesayangan ku" ujar Khanza.


"eh, oh iya ini pulpen mu.." jawab Verra masih sedikit gugup, sambil mengambil lalu menyerah kan sebuah pulpen di atas kertas kepada Khanza.


Khanza sempat mengerutkan kening melihat ekspresi Verra yang gelagapan. Tapi mengabaikan lagi lalu tersenyum.


"untungnya aku langsung ingat. Ini kan pulpen spesial hadiah dari papa ku sepulang dari patis bulan lalu. Baiklah itu saja. Daahh.". Ucap Khanza kepada sahabat sahabat nya.


Khanza keluar lagi, lalu menutup pintu. Tapi dua langkah kemudian, dia berhenti. Terdengar sahabat sahabat nya sedang mengobrol dengan heboh nya.


' membicarakan apa ya mereka?' . Pikir Khanza ingin tahu.

__ADS_1


Lalu gadis itu membalikkan badan mendekati pintu dan menempelkan telinganya untuk mendengar lebih jelas pembicaraan sahabat sahabat nya itu.


"Khanza....Khanza ti dak mendengar kan pembicaraan kita tadi kan? Fiuhh, untunglah." ucap Erica.


"kalau pun dia mendengar, tidak apa-apa. Biar saja dia tahu, yang kita bicarakan adalah kebenaran." jawab Verra


Khanza menguping di luar, semakin ingin tahu.


'Memang apa yang mereka bicarakan tentang aku?'  Khanza kepo.


"kalian dengar ucapan gadis tengil itu saat mendapatkan pulpen nya kembali. 'untung, aku ingat ini, kan, pulpen spesial hadiah papaku sepulang dari Parisbulan lalu' Huh!, apa hebatnya pulpen dari paris?" Ninda manyun.


Khanza tersentak mendengar pembicaraan sahabat sahabat nya itu ia merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar. 


" sampai kapan ya kita akan terus  berpura-pura seperti ini? Aku semakin tidak tahan. Jengkelku sudah menumpuk tinggi di hati. Aku sungguh sudah muak menjadi sahabat nya" lanjut Verra.


"ahh tidak aku sudah benar-benar muak dengan kisah persahabatan ini, aku muak menjadi sahabat nya." sambung Erica.


Khanza semakin terkesiap dengan apa yang telah didengar nya itu. Sambil menutup mulut nya  yang menganga. Hati penuh sesak, berbisik ketidak kepercayaan dengan apa yang tela ia dengar dengan apa yang telah di ucap kan oleh sahabat sahabat nya itu. 

__ADS_1


"kalian tidak akan pernah melakukan ini kepada ku kann? Tidak mungkin kan?" ujar Khanza cukup kencang sambil membuka pintu kamar Erica.


Verra, Ninda dan Erica terperanjat. Mereka tidak menyangka Khanza mendengar pembicaraan mereka.


"tidak mungkin kan kalian sebegiyu teganya terhadap ku? Kalian tidak serius kan? Aku percaya dengan kalian karna kalian adalah sahabat ku!" Khanza menahan air matanya.


Erica dan Ninda menoleh ke arah Verra. Tetapi Verra cepat cepat memasang ekspresi tenang.


" tidak. Kami bersungguh sungguh, dengan apa yang telah kami ucapkan Khanza! "jawab Verra.


Khanza tertusuk semakin dalam dadanya sesak.


" tapi... Tapi... Kalian kan.... Kalian kan sahabatku " ucap Khanza dengan pelan dengan rasa kecewa nya. Berusaha keras melanjutkan kalimat nya, tapi hanya ada tangis meledak.


" kita adalah sahabat bagimu, itu mungkin saja. Tapi kamu sahabat bagi kami? Itu mustahil! " jawab Verra tanpa rasa kasihan.


Khanza menatap tajam sahabat sahabat nya itu. "Bagaimana bisa kalian sejahat ini kepada ku?"


"kamu sendiri bagaimana!? Bagaimana bisa sejahat itu kepada kami? Selalu memandang rendah kami. Memberi bantuan kepada kami,tapi hanya untuk pamer. Merasa kamu sendiri paling di atas segala nya." kali ini Erica yang berbicara.

__ADS_1


Khanza tidak tahan dengan apa yang diucapkan oleh sahabat sahabat nya 'bukan mereka bukan sahabatku mereka adalah orang yang tak tau terima kasih'.  " aku benci aku benci kaliann! Kalian orang paling mengerikan. Kalian melakukan ini karena kalian iri kan padaku? Iya kan? Dasar orang orang 'rendahan'. Memang seharusnya aku tidak bergabung dengan kalian. Dulu aku bodoh sekali mau bergabung."


__ADS_2