
" Boneka kamu tidak terjatuh ke dalam Danau ini kan?" tanya Khanza.
"Aku tidak tau. Yang aku tahu hanya dia melempar kan boneka kangguruku ke sekitar danau ini." jawab Azura.
Khanza mengeluh semakin dalam..
"Bagaimana jika bonekamu jatuh ke dalam danau ini? Kita minta bantuan orang lain saja ya. Aku tidak mau menyia nyiakan hidupku untuk para buaya buaya itu." - Khanza.
"Buaya apa kak?". Tanya Azura
"tidak ada buaya di danau ini" sambungnya.
"Tidak ada? Zeyn bilang kalau di danau ini banyak buaya nya. Bahkan pernah ada orang yang digigit oleh buya di danau ini." - Khanza.
"kak Zeyn berbohong. Kak Zeyn memang selalu berbohong tentang para buaya buaya itu." - Azura.
'ah dia mengerjaiku' sungutt Khanza.
Azura dan Khanza semakin mendekat ke danau itu. Keduannya mengelilingi danau itu bersama. Mencari boneka di antara pepohonan dan semak semak.
" Disini sepi sekali. Apa memang selalu begini? " tanya Khanza ingin tau.
"danau ini sudah rusak. Kakak liat kan betapa kotor air danau ini? Nenek Rosselin pernah cerita kalau danau ini tercemar karena dulu..... Sekali ada orang yang mencuri berlian hitam dan membuat ketidak seimbangan alam. Tercemar nya danau ini adalah salah satu akibat dari ketidak seimbangan. "jelas Azura.
Khanza mengangguk, lalu khanza fokus untuk mencari lagi. Mata gadis itu langsung menangkap boneka kangguru. Azura berada dua langkah di sebelah kanan nya.
" "itu kangguru mu! Maksudku boneka kangguru kamu ada di atas sana". - Khanza tersenyum amat senang.
Beberapa detik setelah Khanza bicara Azura menoleh. Mengarahkan pandangannya pada benda yang ditunjuk oleh Khanza.
"Benar! kakak hebat."
Azura langsung menghampiri Khanza dan mengambil boneka kangguru nya yang berada di ranting pohon tidak terlalu tinggi.
__ADS_1
"Kangguru kecilku kamu baik-baik saja? Maaf telah membuat mu kesepian sendirian disini." - Azura.
Khanza menyinggung kan senyum nya, menatap Azura yang muka nya cerah ceria.
Azura tiba-tiba teringat sesuatu. Dia memeriksa kantong boneka kangguru nya. Dan ekspresi wajah nya gelap lagi.
" Hilang kak! "pekik Azura.
" Apa yang hilang? "tanya Khanza.
" Kalung berkian yang kusimpan dalam kantong boneka ini hilang. "Azura hendak menangis kembali. Sedih nya kini jauh lebih berat.
" kalung? "Khanza mengerutkan keningnya. Dia entah bagaimana ikut merasakan gelisah. Seolah bisa merasakan yang dirasakan oleh Azura.
" Yah, kak kalung itu... Bagaimana? Tidak boleh hilang, tidak boleh! " Azu5hendak mengangis again. :'((
" sudah Tidak apa-apa. Azura tenang saja, kita pasti bisa menemukan kanya kembali. Boneka ini saja bisa ditemukan kenapa kalung itu tidak?." Khanza berusaha menghibur Azura.
Azura mengangguk, sambil mencoba tersenyum.
Khanza bergerak cepat, mencari kalung. Mencari kesekitar jatuhnya boneka kangguru itu. Tapi kali ini jauh lebih sulit. Pencarian nya cukup memakan waktu lama. Berkali kali gadis itu mengelap peluh di keningnya. Udara disekitar danau ternyata lebih panas dari tempat yang lainnya.
"kak Berry." jawab Azura sambil menundukan kepala.
"Tadi dia meledeku dan merebut bonekaku sambil tertawa kemarin yang meletakkan boneka ku di atas pohon, juga kak Berry. Dia selalu membenci aku. Mungkin karena dendamnya pada nenek Roselin juga." ujar Azura
Khanza menghembuskan napas keki. 'Lagi lagi ulah dia' sungut Khanza.
" kakak pasti lelah. Maaf aku yang selalu merepotkan kakak. "bisik Azura sambil menundukan kepalanya.
"aku memang lelah. Tapi, aku tidak lagi menganggapmu merepotkan. Pasti ada waktu nya bagis setiap orang untuk membutuhkan bantuan.aku akan sebaik mungkin membantumu." jawab Khanza sambil tersenyum.
Azura menatap kagum Khanza. "terima kasih banyak kak" ujarnya.
Khanza mencari lagi. Berjaln lebih jauh dari tempat ditemukan nya boneka kangguru tadi. Baru enam langkah berjalan, Khanza meeasa ia telah menginjak sesuatu. Gadis itu langsung menundukan kepalanya dan melihat seuntai kalung dengan berlian yang amat berkilau indah. Sedikit gemeteran tangannya mengambil kalung itu. Dia termenung cukup lama.
__ADS_1
"Aku belum pernah mekihat kalu yang seindah ini." bisik Khanza.
"Bagaimana kak? Kakak menemukannya tidak?" teriak Azura dari jauh.
"keberuntungan yang hebat!" pekik Khanza.
"Akhirnya aku bisa menemukan kalung ini." sambung Khanza.
Khanza tersenyum puas. Dia berhasil lagi.
"terima kasih kakak" azura tersenyum penuh penghargaan.
"kaka baik sekali" lanjut Azura.
Khanza mengangguk senyum tulus
*
**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **
__ADS_1
Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian
**Terimakasih **