Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 26


__ADS_3

Khanza memutar pandangan nya. "Ini di mana?" tanya Khanza.


"Di rumah ku juga rumah Nenek Roselin." jawab Azura sambil tersenyum.


"Kamu selama ini tinggal bersama nya?" tanya Khanza


Azura nyengir. "Aku, kan, cucunya." jawab Azura


⛋⛋⛋⛋⛋⛋⛋⛋


 


Beberapa detik kemudian, Khanza teringat lagi kejadian kejadian sebelum dia pingsan. Dia ingat marah marahnya pada Nenek Roselin, jawaban Nenek Roselin, dan sakit kepalanya beserta hawa panasitu.


Zeyn yang mendengar samar samar suara Azura sedang mengobrol, segera mengahampiri.


"Kamu sudah baikan? " tanya Zeyn.


Khanza mengangguk.


"Kak Zeyn, apa yang terjadi kak? Kak Khanza kenapa? Seperti nya, Nenek serius sekali berbicara dengan kakak tadi?" tanya Azura ingin tahu.


Zeyn diam.


Dia tidak ingin menjelaskan hal itu di depan Khanza. Dia tidak ingin Khanza tau secepat itu.


Khanza yang mendengar pertanyaan Azura ikut ingin tahu." Ada apa? Aku.... Kenapa? ". tanya Khanza


Zeyn tetap diam.


" Ayo jawablah. Ada sesuatu yang buruk kan? Ada apa Zeyn? Katakan padaku?"

__ADS_1


Zeyn menatap Khanza.


"Kesempatan untuk kembali kedunia kamu mungkin sudah lenyap." jawab Zeyn.


Khanza tercengang. Dia diam beberapa detik. Hatinya teramat sakit. Tidak bisa kembali, itu berarti dia akan menghilang begitu saja, tanpa jejak, tanpa ada yang tahu sebabnya. Tidak akan ada orang orang yang biasa ada bersamanya. Orang tuanya saudara nya, sahabat sahabat nya. Itu yang paling menekan kuat dalam pikirannya.


"Kakak.., " panggil Azura dengan wajah amat sendu. Dia menahan tangis.


"Kakak baik baik saja kan?" tanya Azura yang melihat ekspresi Khanza memprihatinkan.


"Bisa kalian keluar? Aku ingin sendiri ann dulu untuk sementara ini." pinta Khanza.


Zeyn dan Azura menuruti.


'kenapa bisa terjadi? Aku masih punya tiga hari sebelum akhirnya benar-benar menetap dsini. Apa semua berlian miliku sudah hancur tak tersisa? Bagaimana bisa? Apa karena aku memberontakdan marah marah di depan Nenek? Apa aku trlah membuat Nenek benci kepada kku, lalu dia menghancurkan semuanya dalam sekejap? '


Khanza merasakan sesak yang begitu dalam. Dia tidak tau harus berbuat apa lagi. Semua sudah terlambat baginya. Jalan baginya untukbpulang sudah tutup.


' kalau tahu begini, aku tidak mau mengomel dengan amat tidak sopan dan menjadi tidak tahu malu di depan Nenek. Seharusnya, kusyukuri saja waktu dan kesempatan yang ada. Seharusnya, aku bisa memanfaatkanlebih baik. Seharusnya......, 


Kenapa baru sekarang aku menyadari nya? Wajar saja kalau potongan berlian itu tidak juga kudapatkan. Aku tidak tulus. Aku hanya berusaha keras, tapi tetap tidak memahaminya. Aku merasa buruk sekali. 


Lima belas menit kemudian, tangis Khanza berakhir. Dia sedikit merasa lega.


'aku harus cepat membiasakan diri. Aku tidak boleh hanyut dalam sedih. Aku harus bangkit lagi. Di kehidupan mana pun aku tinggal, aku harus menjadi orang yang baik. Aku yang sekarang tidak boleh menjadi seperti aku yang di masa lalu. Aku akan berusaha. Tidak apa-apa jika aku tetap tinggal disini, bukankah selama tiga minggu itu sangat menyenangkan? 


Ucap Khanza dalam hati berusaha menghibur diri.


Khanza berusaha menyungging kan senyuman. Dia ingat kalimat yang sering di ucapkan oleh Mama nya saat ia sedih. Sambil memeluk Khanza erat  dan membiarkan kepala nya jatuh dalam dekapan cinta, Mama selalu berbisik. "Tersenyum lah, Meski hanya sedikit. Meski hanya tersenyum tipis. Kamu akan merasalebih baik."


Khanza menarik kedua sudut bibirnya. Tersenyum kecil, tapi tulus. Dan lewat senyum itu, otak nya menarik kesimpulan bahwa semua masuh baik baik saja.

__ADS_1


 


💎💎💎💎💎💎💎💎💎


 


         *POTONGAN BERLIAN HITAM*


Zeyn tidak menyangka akan secepat itu Khanza bangkit. Kembali bersemangat dengan pemahaman baru. Esoknya, Khanza menjalani semua seperti biasa. Seolah kejadian mengerikan kemarin tidak pernah ada. Kesehariannya masih sama. Tapi, hatinya sudah tidak sama. Hatinya lebih bersih dan lebih tulus.


Setiap ada masalah yang memancingnya untuk marah, khamza berusaha menghindari dan buru buru meminta maaf, lalu melanjutkan tugasnya. Seperti pagi ini di dapur. Kak Yenita dan orang orang semakin bingung dengan tingkah gadis itu. Sebelum nya sudah berubah menjadilebih baik, lalu kembali menjadi buruk, dan sekarang sikap nya baik lagi.


'Mulai sekarang, ini adalah kehidupan nyata ku. Mereka seperti keluarga kku. Meski disini tidak seasyik didunia aku yang dulu. Aku yakinada banyak hal hal yang belum aku ketahui dan sangat mengasyikan. Aku harus cepat terbiasa.' 


Papr Khanza dalam hati.


 


.


.


.


.


* \~typo bertebaran\~*


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian

__ADS_1


 


**Terimakasih**


__ADS_2