Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 25


__ADS_3

Khanza gemetar.


Mendengar ucapan Nenek, menatap ekspresi Nenek, entah bagaimana hatinya luluh. Akhirnya, dia bisa menyadari. Dia mengerti alasan Nenek Roselin membawanya keduania ini. Dan seketika, hatinya merasa amat bersalah.


Khanza jatuh terduduk.


Air matanya turun tak tertahan kan.


'aku gadis yang jahat. Aku menganggap orang orang disini begitu jahat, padahal aku sendiri lebih jahat. Aku tidak tahu diri. Aku tidak pernah menyadari semua sebelumnya. Aku tidak pernah tau, seberapa mengerikan nya aku.' ujar Khanza dalam hati meringis.


Zeyn memperhatikan Khanza dari belakang. Dia menyaksikan dari awal, tapi tiba-tiba matanya membelalak.


"Nenek!" Zeyn memanggil Nenek Roselin dengan setengah teriak dan panik.


Tepat saat mendengar teriakan Zeyn, Khanza merasa kepalanya terasa amat berat, di sekeliling nya berputar. Sakit nya seperti kehilangan potongan berlian. Tapi semakin lama, semakin terasa lebih menyakitkan. Berpuluhh puluh kali lipat.


Nenek Roselin menoleh. Zeyn berlari mendekat.


Khanza memegang kuat kuat kepalanya, sambil mengeluh kesakitan.


'aku pasti salah lagi. Aku gagal lagi. Aku selalu salah. Aku orang yang tidak baik. Aku amat jahat.' ucap Khanza mengutuk sikap pribadinya.


Nenek Roselin terperangah ketika memandang Khanza.


Nenek juga melihat aura aneh yang dilihat Zeyn tadi.


Ada yang tidak beres. Nenek itu dengan cepat mendekati Khanza dan menyentuh kedua lengan Khanza.


"Apa yang terjadi? Waktu mu masih tiga hari lagi, sebelum ini benar benar terjadi!" ujar Nenek Roselin.


Nenek Roselin dan Zeyn membawa Khanza masuk ke dalam pondok belian.


 

__ADS_1


💎 💎💎💎💎💎💎💎💎💎


 


Khanza sedang terbaring dikamar Nenek Roselin. Di temani Azura.


Zeyn sedang memberbicara kanya di ruang tamu bersama Nenek Roselin.


" Nenek juga merasakannya kan? Aura dendam yang hebat di sekeliling Khanza saat dia kesakitan ." ujar Zeyn.


Nenek Roselin mengangguk.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku saja tidak mengerti!"


Zeyn menerawang lebih jauh. Tiba-tiba, dia teringa Berry. Berry... Apa kah dia berhasil memasuki ruang rahasia itu? Apa dia yang melakukan nya.?


"Berry Nek!" ujar Zeyn.


"Berry?". Nenek Roselin membelalak.


"Dia pergi kesana? Kenapa kamu baru memberi tahu ku?".


"Aku juga menyadari nya kemarin. Awalnya Berry bilang padaku kalau dia pergi camping, tapi Om Gold kemarin mengatakan bahwa Berry tidak ikut." jawab Zeyn.


Wajah Nenek Roselin merah padam. "Aku harus segera memanggil tim untuk mencari nya. Zeyn, kamu tunggu saja disini!" ucap Nenek lalu pergi.


Raut wajah Zeyn juga berubah. Takut, gelisah, cemas, dan entahlah. Semuanya menyesakakn hati.


Tepat pada saat Nenek Roselin pergi, di kamar, Khanza terbangun. Dia membuka matanya pelan.


" Kakak! "ujar Azura riang.


" Kakak sudah bangun, ya? "sambung nya

__ADS_1


Khanza bangkit duduk. Sambil memegangi kepala nya, dia tidak menjawab.


" Kakak banyak istirahat saja. Tidak lama lagi pasti sembuh. Begitu kata Nenek Roselin.


Khanza memutar pandangan nya. "Ini di mana?" tanya Khanza.


"Di rumah ku juga rumah Nenek Roselin." jawab Azura sambil tersenyum.


"Kamu selama ini tinggal bersama nya?" tanya Khanza


Azura nyengir. "Aku, kan, cucunya." jawab Azura


 


 


.


.


.


.


* \~typo bertebaran\~*


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


 


**Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2