Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 19


__ADS_3

"ohhh" jawab Fenita dengan ber oh ria.


γ€€


Lima menit kemudian, makan malam dimulai. Khanza menatap makanan makanan yang ada didepan nya.


'wow lihatlah khanza betapa sedapnya makanan ini'


Khanza berusaha menumbuhkan pikiran positifnya, berbicara kepada dirinya sendiri di dalam hati. 'Tadi siang, kamu juga sudah memakannya bukan? Dan rasanya tidak buruk, yang ini pasti lebih enak.' kata Khanza dalam hati. Khanza berusaha menumbuhkan pikiran positif nya tidak bisa hanya lewat kalimat. Khanza juga harus memaknainya. 'semua makanan enak. semuannya pasti enak'lanjut Khanza berbicara dalam hati, meyakinkan diri di dalam hati.


Khanza mulai menyuap makanan itu. Lidahnya mulai merangsang rasa dan otaknya memberikan kesimpulan. Awal awal nya biasa saja. Tapi, gadis itu terus mencoba membayangkan betapa nikmat setiap rasa yang mengecap di lidahnya.


Perlahan, Khanza benar benar menikmati makanan itu. 'ini enak sekali. Aku bahkan lupa bagian mana yang aki sebut tidak enak' imbuhnya dalam hati.


Khanza menghentikan makanannya sejenak. 'Aku berhasil berdamai dengan makanan yang ada disini. Tidak lama lagi, aku juga pasti bisa berdamai dengan orang orang yang ada disini' ucap nya dalam hati dengan senang.


Meski tidak senyum, wajah Khanza tetap menunjuk kalau dia senang. Dia akhirnya mendapatkan inspirasi. 'semua bisa dimulai dari hal gal kecil saja' bisiknya dalam hati.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


γ€€


Berry sibuk menyiapkan barang barang kebutuhan untuk dimasukan ke tas besar. Tangannya bergerak dengan cepat. Dan setelah selesai mengurus semuanya, dia menulis sesuatu untuk Zayn di atas selembar kertas.


γ€€


γ€€


Β  Β  Β *To Zayn*


Zayn, maaf aku memberi tahumu mendadak, malam ini, aku akan pergi melanjutkan camping bersama Om Gold selama sekitar 3 minggu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku.


γ€€


-Berry.


γ€€

__ADS_1


γ€€


Berry meletakan pesan kertas di atas meja yang sudah pasti bakalan di liat oleh Zayn.


Berry menggendong tas ranselnya, sambil berujar. "Aku tidak takut apapun." lalu, ia keluar kamar dan segera pergi dari pondok.


γ€€


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


γ€€


Β  Β  Β  Β #pohon kelkyo#


Fenita, Emerita dan Khanza sedang mengobrol. Mereka duduk dibawah pohon besar di halaman belakang pondok sore itu. Fenita dan Emerita semakin akrab dengan Khanza. Keduanya sudah mulai menyadari perubahan Khanza.


"Fenita!" panggil kak Yenita dengan wajah gelisah.


"Ada apa kak?" tanya Fenita sambil bangkit berdiri.


"Bisa kakak minta tolong?" tanya kak Yenita.


Fenita hanya mengangguk.


" Baiklah aku akan percaya kepada kamu. Terima kasih, "ucap kak Yenita.


Fenita mengangguk lagi, sambil tersenyum. Lalu mengajak Khanza dan Emerita untuk menemani kekebun Bleiz.


" Aku tidak mau ikut, ah. Lebih baik tidur di kamar. "ucap Emerita.


" Tidak masalah. Aku bisa pergi bersama Khanza. Kalau begitu, kita pergi sekarang, yuk, Za. Sampai jumpa saat makan malam nanti Emerita. "kata Fenita sambil menarik tangan Khanza untuk mengikuti nya.


γ€€


πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž


γ€€

__ADS_1


Fenita dan Khanza melewati hutan Bleiz bersama. Di hutan itu tidak ada binatang buas. Jadi, mereka tenang saja melewati nya. Ditempat tempat tertentu, Khanza bisa merasakan energi kuat dari dalam tanah. Dia tidak tahu apa. Perasaannya juga tidak jelas, sulit untuk di jelaskan secara logikanya.


"Hei kalian!" teriak Fenita sambil berlari bersama Khanza ketika tiba di hutan Bleiz.


Orang orang menoleh. Khanza dan Fenita memandang dengan lebih jelas. Ternyata, mereka tengah sibuk memancing di danau kecil.


γ€€


γ€€


.


.


.


.


.


.


γ€€


γ€€


γ€€


* \~typo bertebaran\~


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya.Β **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


γ€€


γ€€

__ADS_1


**TerimakasihΒ **


__ADS_2