Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 5


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, tibalah Khanza di ujung hutan. Tidak terlalu jauh sebenarnya. Khanza menghela napas. Tapi kemudian Khanza, menyadari lagi.


 


' sekarang aku harus bagaimana? Aku harus ke mana?'.  Batin Khanza.


 


Khanza hanya berjalan  lurus kedepan. Baru lima langkah, Khanza berhenti dan menatap langit. Dia dari tadi mendengar suara guntur. Hujan akan turun.


'kemana aku bisa berteduh? Aku tidak tau tempat apa ini? '.  Khanza dalam hati.


Khanza mengembuskan napas keki. Tepat saat itu hujan turun dengan derasnya.


 


"Hujaaann," pekik Khanza, lalu berlari  ke arah depan.


Baru berlari beberapa detik, Khanza berhenti. Tiba-tiba saja Khanza mendengar suara tangisan gadis kecil.


 


Khanza menelan ludah,sambil berjalan mencari asal suara itu


"suara apa itu? Dari mana asal nya?".


Suaranya semakin terdengar jelas. Khanza merinding. Tetapi tetap mencari asal suaranya.


"Kakakk!" panggil seseorang sambil berlari mendekati Khanza.


Khanza terkejut lalu menoleh ke arah suara.


"Kakakk! Hiks.... Bantu aku.. Aku mohonn kak," pinta gadis kecil itu, ketika dia sudah berada satu langkah jarak nya dari Khanza.


"siapa kamu? Mau apa kamu?" tanya Khanza pada gadis kecil itu.

__ADS_1


"tolong kakak bantu aku..." pinta sang gadis kecil.


 


"kakak sungguh mau menolong ku?" tanya gadis kecil itu dengan tangisan yang mulai reda.


Belum sempat Khanza menjawab, gadis kecil itu menarik tangan Khanza.


"Eh mau kemana?" Khanza dengan terkejut.


Gadis kecil itu berlari bersama Khanza, lalu berhenti di sebuah pohon besar. Lalu gadis kecil itu menunjuk sesuatu yang terselip di dahan pohon.


Khanza menatap ke atas dengan lebih jelas. Terlihat seperti boneka nyangkut berada di dahan pohon itu. Boneka kangguru?


"tolong ambilkankan. Aku mohon." pinta gadis kecil itu masih dengan ekspresi sedih.


Khanza menatap gadis kecil itu beberapa detik. Berpikir.


' gadis kecil ini sudah menarik ku dan membawaku dengan terburu- buru hanya untuk mengambil sebuah Boneka. Memang nya seberapa penting boneka ini bagi nya? Tidak bisa kh diambil setelah hujan reda.?' 


' aku tidak bisa menolak permintaan gadis kecil ini. Memang nya apa yang akan aku kerjakan jika pergi begitu saja meninggalkan gadis kecil ini.? Mungkin saja gadis kecil ini tahu sesuatu tentang pondok kilau. ' 


Tidak terlalu sulit bagi Khanza untuk menaiki pohon karena banyak dahan rendah yang mudah di capai. Lagi pula, boneka itu tidak terlalu tinggi letaknya.


Saat tangan Khanza hanya beberapa senti untuk menyentuh boneka itu, hujan turun lebih dera, ditambah dengan petir yang tiba-tiba mengagetkan nya. Khanza terpeleset dan jatuh dari atas tanpa sempat berpegangan.


Jatuhnya Khanza tidak terlalu keras karena jarak antara tanah dan dahan yang Khanza naiki tidak terlalu tinggi.


"Kakakk! Aduhh, sakit ya kak?" tanya gadis itu dengan panik melihat Khanza terjatuh dengan cepat membantu Khanza berdiri.


Khanza menggelengkan kepala nya pelan. Lalu, memanjat pohonya lagi dan berusaha keras mengambil Boneka. Satu tujuan yang di fokuskan membuat nya lula akan hal-hal lainya. Sekali Khanza bertekad kuat, maka tidak ada yang bisa menghalangi Khanza.


"Dapat!". Ujar Khanza sambil tersenyum ketika berhasil mengambil Boneka itu.


Gadis kecil itu tersenyum amat bahagia ketika Khanza turun dengan hati-hati, lalu menyerahlan boneka kangguru pada gadis kecil itu.

__ADS_1


"Terimakasih kak" ucap gadis kecil itu sambil memeluk boneka nya.


"kakak baik sekali." ujar gadis kecil itu kepada Khanza.


Khanza menghela napas lega. Tapi saat menggerakkan badan, Khanza merasa punggung nya agak sakit. Khanza mendengus kesakitan.


Khanza juga baru menyadari bahwa bajunya kotor sekali akibat terjatuh dari pohon tadi. Khanza mengeluh panjang.


'apa yang harus aku lakukan? Hanya untuk mengambil sebuah boneka sampai terjatuh dan malah mau mencobanya lagi aku benar benar nekat menaikkipphon besar saat hujan deras. Apa aku tadi tidak berpikir kemungkinan buruk? Jika ada petir yang menyamber pohon?. 


Pikir Khanza


"Sekarang kita pulang yuk kak "ajak gadis kecil itu.


" Kita? "tanya Khanza terheran.


 


" kita kepondok Kilau, kakak akan tinggal di sana bukan? Aku juga tinggal disana, ayo kak. " ujar sang gadis kecil.


Bagaimana gadis kecil ini tau? Aku akan tinggal di pondok Killau? 


 


Gadis kecil itu menengadah kan kepala. Menatap langit perlahan hujan mulai reda. Gadis itu berjalan lebih cepat. Khanza mengikuti di belakang gadis itu.


" nama Kakak siapa?." tanya Gadis kecil itu.


"Khanza Zahara." jawab Khanza.


Gadis kecil itu tersenyum. "nama kakak bagus." ujar gadis itu.


Meski Khanza amat senang mendapatkan pujian itu, dia mengunci senyuman nya. Masih kesal terhadap gadis kecil itu.


"namaku Azura." ucap gadis kecil itu memperkenalkan diri.

__ADS_1


__ADS_2