
"Lepaskan, Fenita urusan ku belum selesai!" Emerita berusaha melepaskan cengkraman Fenita.
"Urusan itu tidak akan selesai jika kita tidak mengalah!. Jawab Fenita sambil lebih kuat menarik tangan Emerita dan mulai melangkah.
" Zeyn kami pergi dulu ya! "ujar Fenita.
Zeyn hanya mengangguk, kemudian mengarahkan pandangan nya kearah Khanza.
" APA!? Kamu ingin membela mereka lagi? Kamu ingin menyalahkan ku juga? Ingin melanjutkan pertengkaran tadi? Silahkan saja. Aku tidak takut. "Khanza setengah berteriak sambil menatap kesal Zeyn.
" Tidak. " jawab Zeyn.
" lalu apa maumu? Pergilah! "ujar Khanza kesal.
" Aku hanya ingin menghirup udara segar disini. Kamu sendiri mau apa? Kenapa tidak kamu saja yang pergi!? "Zeny balik bertanya, tetapi tetap tenang malah sedikit senyum meledek.
" Baik aku yang pergi. "Khanza bangkit dari terdudukannya.
" mau kemana? " tanya Zeyn.
Khanza mengerutkan keninya.
" apa urusan nya dengan mu? "
" Maksudku kan kamu belum mengetahui banyak tempat didaerah sini"
"kamu pikir tidak ada seorang pun yang mengajak ku mengelilingi tempat tempat disekitar pondok ini?" ekspresi Khanza mulai berubah menjadi kesal kembali.
Zeyn tertawa pelan melihat ekspresi wajah Khanza yang berubah cepat itu.
"Baiklah terserah kamu pergi kemana saja sesukamu"
"baru satu langkah Khanza bergerak, Zeyn melanjutkan ucapannya.
" semiga kamu tidak pergi ke danau Gilgoho karena disana banyak buaya. "
Khanza menghentikan langkahnya. Tempat yang memang ingin di tujunya memang Danau itu.
__ADS_1
" Buaya? "Khanza membalikkan badanya.
Zeyn menyimpan tawa kerasnya dalam hati. Dia buru buru memasang ekspresi serius lagi.
" Benar ada apa? Kamu bilang kamu paling hebat, tidak mungkin takut pada buaya kan?
Khanza berpura-pura cuek, ida membalikan badan kembali dan berjalan.
" kamu percaya diri sekali. Ah.. Iya.. Kamu kan belum tau tentang tiga orang yang pernah digigit buaya didanau itu. Kamu juga tidak tahu seorang anak yang tidak terselamatkan nyawa ya karena ditelan buaya disana. Kamu tidak akan tahu seberapa ganas buaya Danau itu. "
Ujar Zeyn.
Khanza menghentikan langkah itu lagi, sambil meejamkan matanya.
Apa aku seberani itu? Menfatangi tempat untuk menenangkan diri tetapi juga menegangkan diri.
Zeyn tersenyum lebar di belakang Khanza.
" kenapa kamu tiba-tiba berhenti? Setidaknya kamu bisa oergi ketempat lain nya?." ujar Zeyn.
Khanza membalikan badan. Menatap kesal Zeyn. Tebakan Zeyn sekaku benar.
Ditertawakan, tapi Khanza tidak marah. Melihat ekspresi Zeyn dengan tawanya malah membuat hatinya lebih damai, entah kenapa.
"Hei kamu mau aku tunjukan tempat yang lebih pantas untuk menenangkan diri?.tanya Zeyn.
" Dimana" Khanza membalik tanya.
"baiklah ikuti saja aku". Jawab zeyn kemudian banhkit berdiri.
Zeyn dan khanza berjalan menuju bagian paling belakang pondok Kilau. Melewati pohon-pohon besar yang berdiri berjajar seperti pembatas.
"Ini dinding apa?" tanya khanza setelah melewati pohon pohon besar dan melihat dinding tinggi yang bersejajar dengan pepohonan. Memanjang kekanan dan kekiri, juga seperti pembatas.
"menurut mu?" Zeyn balik bertanya.
Khamza mengerutkan keningnya. Terus memandanginya setiap jarak 15 meter di dinding itu terdapat pintu. Zeyn membuka kunci salah satunya kemudian masuk. Khanza mengikuti
__ADS_1
Di balik dinding itu ternyata ada pohon pohon seperti tadi. Setelah melewati pohon pohon besar itu barulah terdapat sungai yang cukup besar dan lebar.
Khanza memutar pandangan. Disebelah kanannya ada air terjun kecil. Diseberang sungai, berjarak agak jauh terlihat beberapa rumah.
"Ini tempat apa?" tanya Khanza.
"Tempat yang ingin aku tunjukan. Bagaimana menurutmu?".
Khanza merasakan udara yang sangat sejuk damai. Dengan suara suara alam. Suara angin, gemersik daun, dan kicau burung.
"Hebat."
Zeyn hanya tersenyum
"Tempat ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan tempat dimana pun tapi kenapa sepi sekali?". Tanya Khanza
"Bukan orang sembarangan yang bisa masuk kesini." jawab Zeyn.
"Zeyn itu kamu ya?" ujar seseorang sari seberang sungai.
Khanza menyipitkan matanya.
Seorang Nenek? Nenek yang waktu itu! Nenek yang mengantarku kesini. Apa yang dia lakukan disini?. Tanya Khanza dalam hati.
-
-
-
-
__ADS_1
Halo readers ini adalah novel pertama author maaf jiaka ada kesalahan typo atau yang lainnya mohon berikan like dan dukugannya, dan silahkan pilih episode favorite kalian. Terima kasih.