Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 20


__ADS_3

"Hei kalian!" teriak Fenita sambil berlari bersama Khanza ketika tiba di hutan Bleiz.


Orang orang menoleh. Khanza dan Fenita memandang dengan lebih jelas. Ternyata, mereka tengah sibuk memancing di danau kecil.


"Kak Yenita menyuruh kalian untuk segera kembali!". Ujar Fenita, kepada kepada ketua tim, om David.


"pukul berapa sekarang? Ah, iyaa, langit sudah hampir gelap. Aku kelupaan. Ahahahhaha. Kami keasihkan memancing. Kamu lihat kolam kecil itu. Disana, ikan ikanya sudah besar. Kami yang selama ini merawatnya. Sekarang, menu makan ikan ikanya kita sudah kembali. "


Ketua tim yang lain adalah seorang perempuan, kak Rania. Dia juga langsung mengomando grup nya untuk bersiap siap kembali.


Fenita dan Khanza ikut pulang bersama mereka.


" Hei, jafi kalian yangΒ  datang kesini menyuruh kami pulang. Hahhaaha. Kalian tahu tidak, kalian baru saja melenyapkan kesenangan kami." ujar Zeyn saat perjalanan pulang. Dia tiba tiba ada di sebelah kanan Khanza.


"kamu tahu tidak kak Yenita sudah marah menungggu kalian kembali." jawab Fenita.


"Tenang saja, masih ada besok besok." Khanza ikut menjawab.


"Kamu dapat ikanya?" tanya Khanza.


"Hahahaha. Tentu saja aku dapat paling banyak dan paling besar. Aku ahli alam memancing ikan." jawab Zayn.


"Hei lihat itu!" ujar Seseorang yang berada di depan.


"Bukankah itu pohon kelkyo" sambung nya lagi.


Orang orang pun tertarik untuk melihatnya.


"Benar! Itu memang pohon Kelkyo." Jawab Om David.


Orang orang bersorak.


"Meski Kelkyo hanya sedikit dan tidak semua orang mendapatkannya, mereka selalu heboh." ujar Zeyn.


"Kelkyo... Seperti apa pohonnya?" tanya Khanza ingin tahu.


"Kecil daun nya juga kecil. Tapi, buahnya cukup besar, terimpan di dalam tanah. Benar benar keberuntungan jika kamu bisa menemukan nya. Nanti setelah orang orang berkerumunan itu kembali jalan, kamu bisa melihat nya." ujar Zeyn.


Orang orang itu tak lama kemudian melangkahkan kaki. Buah kelkyo yang di dapat hanya tiga. Bagi mereka, kejadian langka itu menambah rasa senang setelah mendapatkan ikan ikan besar.


" Seperti itulah pohon Kelkyo"ujar Zeyn sambil menunjuk pohon kecil dengan tinggi sekitar 10 senti meter.


Khanza memperhatikan beberapa saat. Tiba tiba perasaan dan energi aneh yang ia dirasakan nya saat menuju kebun Bleiz tadi muncul lagi. Energi yang berasa begitu kuat di daerah pohon kelkyo. Khanza mencoba lebih dalam mencerna energi itu. Ada di mana mana! Di titik tertentu.

__ADS_1


Khanza tertegun. Jangan jangan....


Khanza mendekati salah satu titik di mana firasatnya memberikan petunjuk sumber energi itu berada.


"Kamu mau kemana, Za?" tanya Fenita


Zeyn dan Fenita mengikuti.


Khanza terkesiap ketika tepat berada di depan pohon kecil itu. Dan energi aneh itu semakin kuat menyelimuti nya.


Energi itu tidak terasa negatif ataupun positif karena nya Khanza tidak dapat menggolongkannya sebagai apa.


"Apa ini pohon Kelkyo?"Khanza Bertanya.


Zeyn buru buru mendekat dan melihat lebih jelas.


" i... Iya. "jawab Zeyn.


Fenita tertegun. Bagaimana Khanza bisa mengetahui nya dari jauh?


" Hei, kami menemukan pohon Kelkyo lagi! "ujar Zeyn samberi teriak.


Orang orang menoleh.


Khanza mengikuti firasatnya lagi. Dua langkah dari tempat itu,di sebelah kanannya, ada energi yang sama. Khanza berjalan mendekat.


Beberapa orang mengerumuni.


γ€€


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


γ€€


Khanza berhasil menguak enam tempat Kelkyo berada, dengan mengikuti perasaan anehnya itu. Orang orang berdecak kagum.


"Ada dimana mana. pohon KelkyoΒ  amat banyak disini." ujar Khanza kepada Fenita dan Zeyn dengan suara pelan.


"Bagaimana caramu menemukan kanya?" tanya Fenita.


"Entah, ada energi yang aku rasakan dan firasatku mengarahkan ketempat tempat itu." jawab Khanza.


"Aku tidak pernah tau, tentang energi dan firasatnya yang kamu rasakan. Ini ke ajaiban". Ujar Zeyn.

__ADS_1


γ€€


πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž πŸ’Ž


Usai sarapan dan membantu membereskan dapur, Khanza selebiasa bersama remaja putri lainya membersihkan lantai dua.


"Hari ini, aku izin tidak ikut membersihkan lantai ya. Aku mau ikut mengumpulkan makanan saja bersama tim om David dan kak Rania.


" Kamu sudah bilang kepada kak Rania? "Khanza mengangguk sambil tersenyum.


" Baiklah. Nanti, aku saja yang memberi tahu kepada kak Yenita. "jawab teman Fenita.


" Terimakasih. Kalau begitu, Ku pergi sekarang, ya. Kak Rania sudah menunggu di depan. "ujar Fenita. .


γ€€


γ€€


γ€€


γ€€


γ€€


γ€€


.


.


.


.


.


* \~typo bertebaran\~


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya.Β **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


γ€€

__ADS_1


γ€€


**TerimakasihΒ **


__ADS_2