
" Ada apa? "tanya Khanza penasaran.
Azura menjulurkan tangannya yang sedang menggenggam sesuatu." Spesial untuk kakak. "ujar Azura
Azura membuka perlahan genggaman tangan nya.
Khanza terregun menatap nya. Seuntai kalung dengan berlian hitam....
" Ini, kan, milikmu. Untuk apa memberikan nya kepada ku? "tanya Khanza.
Azura tersenyum." Sekarang, ini milik kakak. Kakak lebih membutuhkan nya dari pada aku. "ujar Azura sembari tersenyum.
Khanza menatap Azura tidak mengerti.
Azura menarik tangan Khanza, lalu memindahkan kalung itu ke tangan Khanza." Terima kasih banyak kak. Terima kasih untuk semua nya. "ucap Azura.
Saat Khanza menggenggam nya, kalung itu berkilau. Lebih terang di banding biasanya.
" Apa yang terjadi?. "Β ucap Khanza masih tidak mengerti.
Yang lain tetap tenang dan tersenyum." Sudah waktu mu untuk kembali. "ujar Zeyn.
γ
π π π π π π π π π
γ
Β Β Β Β Β *BACK TOTHE REAL LIFE*
Khanza kembali ke hidupan nyata tepat pada hari ke 29.
Khanza membuka matanya perlahan. Dia lalu bangkit, duduk, sambil memegangi kepalanya. Lalu, melirik jam dinding pukul 11 siang.
"Aku ketiduran," Gumam Khanza.
"Mimpiku panjang sekali. Tapi, mimpi apa, ya? Ah, aku tidak sepenuhnya ingat." ucap gadis itu sambil mencoba mengingat yang lain.
"Sebelum nya, aku sedang apa? Ah, iya, di rumah Erica. Dan....... Pertengkaran itu."
__ADS_1
Meski Khanza lupa kisah panjangnya barusan dan ingat seluruh pertengkaran dengan sahabatnya, dia tidak lagi menyimpan perasaan kesal, benci, dendam, atau semacamnya. Hanya ketenangan dan rasa damai yang tersisa.
" Oya bukankah harusnya aku pergi bersama keluarga ku?" Khanza buru buru turun dari tempat tidur nya.
Sebelum ke luar kamar, dia sempat melirik cermin dan melihat secarik kertas.
γ
Β Β Khanza sayang, mama dan papa sedang pergi kerumah tante Viona. Mama lihat kamu ketiduran dengan wajah amat lelah, jadi, mama tidak tega membangun kan kamu. Kalau kamu lapar, makan siang sudah di siapkan di ruang makan. Tetaplah tersenyum dan bersemangat ya!
γ
Khanza tersenyum amat lebar. Mama perhatian sekali. Kenapa aku baru menyadari nya?
Khanza sudah lapar dan hendak buru buru ke ruang makan. Tapi dia langsung menyadari, ada yang tidak biasa dari meja rias nya.
Khanza terserangah. Ada seuntai kalung dengan potongan berlian hitam. Seketika, gadis itu ingat kembali impi panjang yang di alaminya.
Kakung ini. Azura, Nenek Roselin, Zeyn, Fenita, Emerita, Potongan berlian. Dua puluh sembilan hari. Aku ingat semua, Khanza terkesiap.
"Itu apa? Mimpi atau nyata?" tanya nya.
γ
π π π π π π π π π
"Mama, aku berangkat ya," izin Khanza sambil menghampiri mama yang sedang membaca buku di ruang keluarga.
"Mau ke mana". Tanya mamanya.
"Kerumah Erica" jawab Khanza.
"Hati hati ya, sayang." - Mama
Khanza mengangguk
"Oya," ujar Mama, tiba tiba teringat sesuatu.
Khanza membalikan badan.
__ADS_1
"Kamu sudah lihat kalung itu?" tanya Mama.
"Kalung apa". Ucap Khanza sambil mengerutkan kening.
"Kalung dengan berlian hitam."
"Oh, sudah ma. Itu kalung milik siapa?" tanya Khanza.
"Itu kalung Mama, tapi sekarang menjadi milik kamu saja." ucap Mama.
'milik mama? Berarti... Tidak ada hubungan nya dengan kalung Azura dalam mimpi iyu,'. Khanza berkata dalam hati.
"Kalung itu sudah bertahun tahun mam simpan. Dulu, mama mendapatkan nya saat seusiamu tanpa sengaja di pantai. Ketika itu, mama sedang berjalan jalan bersama keluarga." jelas mama.
Khanza mengangguk" Akan kupakai kalung itu nanti. Terima kasih, ya, Ma"
γ
π π π π π π π π π
Khanza kini berada di depan rumah Erica. Tepat saat Khanza hendak menekan bel, Erica keluar bersama Vera Dan Ninda.
Ketiga sahabat nya terkejut. "apa yang kamu lakukan disini..?"tanya Erica.
γ
.
.
.
.
* \~typo bertebaran\~*
**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya.Β **
Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian
__ADS_1
γ
**Terimakasih**