Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 13


__ADS_3

Zeyn mulai lega. Tapi, dia tidak bisa memastikan Berry akan memilih kaputusan apa. Ternyata, Berry masih sama seperti dahulu, sifat pendendamnya masih melekat kuat.


 


******


 


Fenita dan Emerita sudah pulas dalam tidurnya. Khanza sedikit pun tidak mengantuk. Dia menatap langit langit kamar. Satu hari terasa amat panjang baginya. Begitu melelahkan sekali.


Aku rindu kamarku. Aku rindu dinding bercat biru. Aku rindu bantal, guling, dan selimutku yang lembut. Aku rindu semua bagian yang ada di kamarku. Aku rindu tumah ku, aku rindu orang tuaku. Sampai kapan aku akan disini?, berapa lama lagi?. 


Ucap khanza dalam hati.


Khanza menarik napas.


Aku harus berudaha lebih baik lagi. Aku harus pulang. Aku harus mendapatkan tiga potongan berlian itu. Aku harus membuat orang orang menyukai keberadaanku disini. Bagaimana pun caranya, mereka harus berterima kasih padaku. Biar saja aku mengeluh, marah marah dan mengejek mereka dalam hati. Mereka tidak akan menyadarinya. 


Sambungnya berbicara dalam hati.


Beberapa saat kemudian Khanza tersenyum. Pemikiran yang bagus.


Khanza sudah memutuskan. Hari itu, dia harus lwbih semangat. Semangat!!.


"Kamu tidak tidur ya?" tanya Fenita beberapa saat ketika dia bangun.


"Iya aku bekum terbiasa dengan keadaan sekarang ini." jawab Khanza.


"Kalau begitu kita rapi rapi dan bersiap saja yuk.. Membantu kak Yenita di dapur." ajak Fenita


"Membantu didapur lagi?". Tanya Khanza.


Fenita mengangguk. "Tugas kita seharian memang tidak jauh dari itu. Semua orang disini sibuk bekerja. Anak anak atau remaja harus membantu orang dewasa. Tapi pekerjaan untuk anak anak memang lebih ringan. Perempuan biasanya memasak, membersihkan ruangan, dan banyak hal lain nya lagi.  Laki laki bertugas untuk mengumpulkan makanan. Meski ada pula tim wanita yang juga membantu mengumpulkan makanan. Begitu juga tim laki laki ada yang membantu didapur. " jelas Fenita


 


Pasti melelahkan sekali. Bagaimana mereka bisa bertahan di tempat ini.? 


Komentar Khanza dalm hati.


 


 


 ******


 


 


" Emerita ayo bangun! " Ucap Fenita berusaha membangunkan Emerita.


Emerita malah menarik selimutnya." Aku masih mengantuk" ucap Emerita.

__ADS_1


"Aku dan Khanza bahkan sudah rapi, tetapi kamu malah masih berbaring seperti ini sekarang." ucap Fenita.


"Baiklah kita tinggalkan saja dia Za. Biar kak Yenita yang memberikan dia hukuman padanya"


Sambung Fenita.


Beberapa saat setelah kedua gadis itu pergi, Emerita bangun.


"Kepalaku pusing sekali, tapi mau bagaimana lagi aku tetap harus turun." ucap Emerita.


"Selamat pagi" sapa Fenita ketika tiba di dapur dan sudah banyak orang.


Khanza ikut menyapa.


Orang orang disana membalas sapaan itu. Tapi beberapa saat kemudian saling berbisik dan menatap Khanza dengan sinis.


Khanza bersikap cuek, dia berjalan menghampiri kak Yenita.


"Kakak,maaf...."ucap Khanza sambil berusaha keras memasang wajah polos.


" maaf atas sikapku kemarin aku sadar aku salah. " ucap Khanza sambil berharap.


Kak Yenita menoleh" Jangan kamu ulangi lagi. "


" Iya aku janji. "jawab Khanza.


" Sekarang kamu bersama Fenita, potong buh buahan yang ada di pojok kiri"perintah kak Yenita sambil menunjuk buah buahan di meja pojok.


"Baiklah" jawab Khanza sambil tersenyum. Lagi lagi kak Yenita tidak membalas senyuman dari Khanza.


Khanza terpaku.


"Ayo Za, kita mulai saja," ajak Fenita sambil menarik tangan Khanza.


Khanza mengangguk dan berjalan mengikuti.


"Kakak!" panggil seseorang dari belakang mereka.


Khanza menoleh. "Azura?"


Gadis kecil itu mendekat ke arah Khanza sambil tersenyum lebar. Khanza menghela napas. Gadis merepotkan ini....


"Kita bertemu lagi apa kabar kak?" tanya Azura.


"Baik, bagaimana kamu?"  Khanza membalik pertanyaan.


"Aku juga baik kak" jawab gadia kecil itu dengan ekspresi amat senang.


"Azura tolong ambilkan buah buflo disana!" ujar kak Yenita.


"Iya kak" jawab Azura.


"aku kesana dulu ya kak Dah.."

__ADS_1


Kapan kalian saling kenal? "tanya Fenita sambil memotong buah buahan.


" Baru kemaren, tepat saat aku datang kesini. "jawab Khanza sambil ikut memotong buah buahan mengikuti cara Fenita.


" Dia tampak begitu menyukaimu"komentar Fenita


"Bemar kah? Kurasa dia mendekatiku hanya untuk meminta tolong macam macam lagi padaku." ujar Khanza.


"memangnya dia pernah memintamu apa?". Tanya Fenita penasaran.


"mengambilkan boneka kanggurunya di atas pohon tepat saat hujan turun deras dan petir besar kemarin." jawab Khanza.


"Dan kamu menurutinya" tanya Fenita lagi.


"" aku seharusnya tidak menurutinya tapi entah bagaimana aku bersedia untuk mengambilkan boneka itu. " - khanza.


Fenita tersenyum." kamu tidak salah memang itulah yang seharusnya kamu lakukan. "jawab Fenita.


Khanza diam sejenak. Entahlah lupakan saja kejadian itu sudah berlalu kok.


 


 


 


*******


 


Waktu sarapanpun tiba. Semua orang berkumpul diruang makan. Ruangan cukup luas dan terdapat lima meja makan yang besar.


" kita di meja tiga saja yuk" ajak Fenita.


 


 


 


 


 


 


 


 


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian

__ADS_1


**Terimakasih **


__ADS_2