Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 27


__ADS_3

Seperti pagi ini di dapur. Kak Yenita dan orang orang semakin bingung dengan tingkah gadis itu. Sebelum nya sudah berubah menjadilebih baik, lalu kembali menjadi buruk, dan sekarang sikap nya baik lagi.


'Mulai sekarang, ini adalah kehidupan nyata ku. Mereka seperti keluarga kku. Meski disini tidak seasyik didunia aku yang dulu. Aku yakinada banyak hal hal yang belum aku ketahui dan sangat mengasyikan. Aku harus cepat terbiasa.'


Papar Khanza dalam hati.


 


💎 💎 💎 💎 💎 💎 💎 💎 💎


 


Dua hari berlalu sejak Nenek Roselin mengirimkan lima orang untuk mencari keberadaan Berry. Mereka telah sampai diruang rahasia, tempat potongan berlian Khanza. Nenek Roselin lupa memberikan mereka kunci cadangan untuk membuka nya. Merek mencoba untuk mendobrak pintu nya, tapi percuma.


Berry kini sedang berada di dalam nya. Dia berhasil masuk dengan ketiga kunci yang di curinya di taman Filey. Dengan tercabutnya ketiga kunci itu dari tempat semula, seketika itu pula hubungan Khanza dengan ruang rahasia terputus.


Meski dia bersikap baik, orang orang tidak bisa menerima dan memberikan potongan berlian untuk Khanza. Berry juga bisa masuk ke halaman taman Filey dengan berlian merah milik Nenek Roselin yang di curinya saat lengah. Berlian yang membantu mematikan sesaat jebakan di sana.


Di ruang rahasia tempat berlian Khanza di simpan, Berry terjebak. Dia tidak mengira, pintunya akan terkunciamat rapat dan tidak bisa di buka hanya dengan ketiga kunci itu. Dia mencoba untuk mendobrak pintu itu, tapi tentu saja tetap percuma.

__ADS_1


Berry baru menyadari sesuatu, beberapa menit kemudian. Ada pintu lain di belakang ruang itu. Pintu yang tertutup batu besar. Berry memaksa batu besar itu untuk minggir. Dia cukup kuat karena dahulu pernah mengangkut batu batu yang berat dari gunung, sebagai hukuman dari Nenek Roselin.


"Tidka ada yang aku takuti. Tidak ada yang bisa membuat aku menyerah!" teriak Berry sambil terus mendorongbatu besar itu.


Perlahan, batu besar itu bergeser. Berry semakin bersemangat. Mendorongnya lebih maksimal. Hingga ketika sudah setengah bagianya di geser, Berry buru buru mencoba ketiga kunci nya untuk membuka pintu.


Lubang kunci pada pintu itu hanya ada satu, Berry mencoba setiap kuncinya. Yang pertama bukan. Yang kedua juga bukan. Berry mulai cemas, takut takut ketiga nya tidak cocok. Tapi, dia tetap mencoba. Kunci ketiga di pasang, saat Berry menekan daun pintu dan mendorong nya sedikit, pintu iti terbuka.


Berry tersenyum lebar. Lalu, berjalan pelan ke ruangan itu.


Berry membelalak melihatnya. Bukankah itu?


Berry tersenyum licik. Ini potongan berlian kesayangan Nenek Roselin. Dendamky padanya akan tuntas pula hari ini. Aku benar benar beruntung. Lihat, betapa mudahnya aku menjalan kan semuanya. Alam ikut membantu ku untuk membalas kan dendam.


Dengan berhati hati, Berry menjulurkan tangannya. Mencabut potongan berlian hitam. Seketika kilaunya padam.


Berry lalu berjalan lurus menuju pintu keluar di depan nya. Dia mencoba membukanya, tapi terkunci juga. Dia mencoba pula ketiga kunci miliknya, tapi tidak ada yang cocok satu pun.


"Terbukalah! TERBUKALAH!" Teriak Berry sambil memukul pintu.

__ADS_1


Berry tiba tiba saja merasakan hawa panas dari belakang tubuhnya. Dan,


.


.


.


.


.


* \~typo bertebaran\~*


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


 

__ADS_1


**Terimakasih**


__ADS_2