
Zeyn mengerutkan keningnya "Aku yidak mendengar apa apa dari tadi."
"Ada suara berisiknya di semak semak itu.,"jawab Khanza sambil menunjuk semak semak yang menurut nya sumber suara
" kamu pasti salah dengar khanz. Tak perlu takut, disini tidak ada binatang buas hanya ada aku dan kamu. "jawab Zeyn tersenyum lalu kembali melangkah.
Khanza hanya terdiam sebentr mengulang kata yang di ucapkan oleh Zeyn" ya.. Hanya..... ada aku dan kamu disini...dan tidak ada binatang buas". Lalu Khanza melangkah kembali, "siapa pula yang takut. Aku hanya penasaran" jawab Khanza dengan ekspresi tidak terima di remehkan oleh Zeyn.
Lagi lagi Zeyn menahan tawanya melihat ekspresi Khanza. Beberapa saat setelah Khanza dan Zeyn jauh dari sana, seseorang dari balik semak semak muncul. Seseorang yang membuat berisik tadi. Dia Berry.
"Mereka di mana? Untuk apa mereka datang kesini?" bisik Berry sambil menepuk pundak bajunya yang kotor karena terjatuh tadi. Laki laki itu tadi berlari amat cepat fan tersandung akar pohon karena terkejut melihat Zeyn dan Khanza yang ada di depan nya, dia bergerak cepat dan segera bersembunyi di semak semak.
Berry hendak berjalan kembali, tapi dia langsung merasa ada yang tertinggal. Dia merogoh saku celana nya. Kosong "hilang"
Beery mencari kebawah. Ternyata, menemukan nya kembali. Berry tersenyum, sambil menghampiri dan mengambil ketiga kunci emas yang seolah bercahaya beberapa langkah dari posisinya.
"perjuanganku untuk memasuki taman Filley itu akan sia sia kalau kehilangan ketiga kunci ini. Untunglah tidak hilang," ucap Berry sambil tersenyum lebar.
Sesuai makan siang, Khanza bersama Fenita mencuci semua piring dan gelas. Khanza amat bersemangat. Makan siangnya barusan ada sedikit perubahan.
Khanza tersenyum. Ternyata, cara Zeyn berhasil.
Aku harus menaruh pandangan baik terhadap makanan nya dahulu, baru bisa merasakan kelezatannya. Tapi pada saat saat tertentu pikiranku lagi lagi menganggap makanan itu tidak enak. Rasanya jadi hambar. Ah tidak apalah setidaknya sudah lebih baik dibandingkan dengan sarapan pagi tadi.
Ujar khamza dalam hati.
"za ini ada lima piring lagi yang harus kamu cuci, tadi tertinggal." ujar Berry, pada Khanza sambil membawa setumpuk piring.
"Oh terima kasih" khanza menjulurkan tanganhendak mengambil setumpuk piring itu.
Berry tersenyum licik. Sebelum Khanza memegang kuat piting, dia sudah melepaskan peganganya. Ditambah lagi, tangan khanza yang licin. Dalam sekejap piring piring itu jatuh dan pecah.
Khanza tersentak. Orang orang yang ada di sekitar Khanza menoleh ke arahnya. Suara pecahan itu amat keras, hingga memancing ke datangan. Kak Yenita yang tadinya ada di ruang makan.
"Apa yang kamu lakukan? mengapa kamu menjatuh kan piring piring itu?" khanza protes kepada Berry.
"Kenapa kamu menyalahkanku? Jelas jelas tadi kamu sendiri yang sengaja menjatuhkan nya. Dasar ceroboh." timpal Berry.
"Apa yang kamu lakukan Khanza? Kenapa piring piring ini bisa pecah?" kk Yenita membelalak.
__ADS_1
"ini bukan salahku tapi ini salah dia!" Khanza mengarahkan telunjuk nya ke wajah Berry.
"Kamu memfitnahku? Jelas jelas aku tadi melihat kamu menjatuhkan nya. Kamu tidak kuat membawa nya, membuat piring itu goyah dan lalu jatuh." ujar Berry.
"Kamu bohong! Aku tahu, kamu tadi menjatuhkannya sebelum aku memegang kuat piring piring itu." - Khanza.
"Sudah cukup. Aku tidak menyangka kamu sekarang berani menumpahkan kesalahan kepada orang lain, Khanza." ujar kak Yenita yang jelas terlihat membela Berry.
"aku tidak sesang menumpahkan kesalahanku, aku memang tidak salah!" jawab Khanza kesal.
"kamu bersihkan saja pecahan piring piring itu,khanza.Berry cepat bantu bereskan ruang makan saja," pinta kak Yenita.
"Tapi kak....." Khanza tidak terima.
"jangan membantah. Masih untung kamu tidak perlu mengganti piring piring itu." ujar kak Yenita.
Berry mengangguk dengan wajah tidak bersalah, kemudian berjalan keluar bersama kak Yenita.
Khanza menatap jengkel Berry. Dia berusaha amat keras menahan emosinya. Dia tidak membantah lagi omongan dan perintah dari kak Yenita, karena ia ingat pula potongan Belian itu. Dia tidak mau kehilangan potongan berlian lagi.
Khanza tetap membersihkan pecahan piring itu. Tapi hatinya mengeluh panjang.
Fenita cepat cepat menghabiskan cucian bagianya. Lalu Fenita membantu khanza membersihkan pecahan pecahan piring itu.
******
Gadis itu berhenti dan duduk di bawah salah satu pohon besar yang ada di sana.
Tidak kusangka Berry masih menyimpan dendam, semua ini sungguh tidak mudah.
Aku sangat lelah dengan semua keadaan ini
Bisik Khanza dalam hatinya. Kapan aku bisa keluar dari sini? Atau jangan jangan...... Aku memang di takdirkan untuk menetap disini? Ya tuhan...
"Kak khanza" panggil seseorang dari arah samping.
Khanza melihat Azura sedang berlari mendekati nya.
"kakak, bantu aku, aku mohon," pinta Azura.
Ternyata benar gadis ini mendekati ku hanya untuk meminta tolong,
Khamza mengeluh di dalam hatinya
Dia selalu mengusikku tidak peduli apapun suasana hati ku.
"aku tidak mau" jawab Khanza judes.
"aku mohon, kak, ini penting sekali. Kakak harus membantu ku!" pinta Azura 'again'
Khanza menatap Azura. Wajah gadis itu amat gelisah.
__ADS_1
"bantu apasih emangnya?" tanya Khanza.
Azura menarik tangan Khanza. Membawa khanza ke Danau Gilgoho.
"Apa yang kamu mau? Kenapa membawaku kesini, membawa aku kedanau yang berbahaya seperti ini?" tanya Khanza sebelum benar benar mendekati Danau tersebut.
"boneka kangguru ku hilang disini kak, seseorang tadi melemparnya kesini," jawab Azura sambil memulai tangisnya.
"Kak kakak bantu aku mencarinya ya... Aku mohon!" pinta Azura dengan sedih.
Khanza menghela napasb. Kenapa harus aku? Kenapa tidak orang lain saja Azura?
Keluh Khanza dalam hati.
Air muka Azura mendung. Perasaan tidak tega menyelimuti hati Khanza.
"baiklah ayo kita cari bersama," jawab Khanza.
Beberapa saat kemudian, dia ingat lagi ucapan Zeyn. Dalam danau itu banyak buaya. Khanza menghembuskann napas.
Kenapa aku mau saja mengikuti kata bocah tengil ini?
Azura menghapus air matanya, kemudian mengangguk.
" Boneka kamu tidak terjatuh ke dalam Danau ini kan?" tanya Khanza.
"Aku tidak tau. Yang aku tahu hanya dia melempar kan boneka kangguruku ke sekitar danau ini." jawab Azura.
Khanza mengeluh semakin dalam.
*
**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. *
Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian
**Terimakasih **
__ADS_1