
Pancaran cahaya merah bersinar dengan sangat terang pada diri siluman kerbau, saat ini baik fisik dan semua yang berhubungan dengannya terlihat mengalami perubahan.
Yang paling mencolok dari semua perubahan itu adalah otot otot tubuh yang ada di dalam tubuh siluman kerbau yang semakin kekar setiap detiknya yang mana kini siluman kerbau lebih mirip seperti seorang binaragawan yang mengenakan kostum kerbau dibandingkan dengan siluman.
Suara yang terdengar seperti sebuah gong yang dipukul memenuhi udara disertai hempasan angin yang sangat kuat menerbangkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
Tepat ketika hal itu terjadi terlihat siluman kerbau tengah menahan Toya emas yang beratnya mencapai lima ton yang di arahkan padanya.
Serangan itu benar benar serangan yang mematikan bahkan dengan dampak serangan seperti itu, tidak pernah ada yang berpikir bahwa siluman kerbau akan selamat dari serangan yang dilancarkan oleh siluman monyet.
"Apakah sudah selesai?" Siluman monyet mengambil nafas yang terputus putus, tenaganya benar benar terkuras habis hanya dengan menggunakan satu serangan itu, karena itu sebelumnya dia tidak menggunakannya karena jurus yang besar akan memberikan dampak besar pula pada tubuh penggunanya.
"Akhirnya kita bisa menghabisi kerbau sialan itu, tapi kenapa meskipun kita berhasil menghabisinya aku masih merasa tidak nyaman?"
"Aku rasa itu hanya firasat. Dia tidak akan bisa_" Ketika mencoba meyakinkan siluman singa berkepala delapan, tanpa diduga tangan kanan siluman monyet terpotong dan darah menyembur ke berbagai tempat.
Kejadian itu berlangsung begitu cepat sampai sampai siluman monyet maupun yang lain tidak menyadarinya bahkan rasa sakit yang dirasakan oleh siluman monyet terjadi beberapa detik setelah tangannya terpotong tepat di hadapannya.
Suara teriakan kesakitan terus terdengar dari siluman monyet yang kini memegangi tangannya tidak percaya, dia mencoba meyakinkan dirinya bahwa apa yang terjadi barusan hanya halusinasinya dan hanya sekedar mimpi tapi sekeras apapun dia berusaha, rasa sakit yang dia rasakan tidak hilang atau tidak berkurang justru semakin terasa panas di bekas luka yang dia dapatkan.
__ADS_1
Siluman singa berkepala delapan yang melihat hal itu juga terkejut, dia mencoba mendekat ke arah siluman monyet tapi sebelum benar benar dekat dengannya, sesuatu terlihat melintasi wajahnya dan memotong salah satu kepalanya yang mana hal itu meninggalkan rasa sakit yang luar biasa pada dirinya.
Tapi ketika siluman singa akan berteriak, semuanya seolah tidak bisa dia lakukan karena satu demi satu kepalanya terpotong dengan sangat cepat hingga menyisakan satu kepala yang membuka mulutnya lebar lebar tanpa ada sepatah katapun yang keluar darinya.
Rasa sakit dan penderitaan yang dia rasakan benar benar sesuatu yang tidak pernah dia duga, dia tidak tahu apa yang bergerak dengan cepat dan memotong kepalanya dan berpikir dia akan mati tanpa mengetahui penyebab kematiannya sendiri.
Ketika berpikir demikian, dia melihat siluman kerbau dengan dua kapak yang ada di tangannya berjalan menuju ke arah siluman singa dengan tubuh yang berbeda dan ekspresi yang tidak bisa digambarkan dari wajah siluman itu.
"Apakah jangan jangan dia yang_" Belum sempat siluman singa merespon apa yang terjadi, tebasan kembali mendarat di kepalanya yang mana hal itu membuat singa berkepala delapan telah kehilangan semua kepalanya begitu pun dengan nyawanya.
"Ap…apa yang terjadi!" Siluman ular yang melihat singa berkepala delapan tumbang tepat di depannya membuatnya tidak bisa berkata kata.
Dia tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Singa berkepala delapan dan dengan kekuatan penuh yang dia miliki sekalipun, akan sulit untuk mengalahkannya dan sekarang, sosok itu terbunuh di depan matanya dengan semua kepala yang terpotong sangat rapi membuat siluman ular bergetar ketakutan.
"Kalian adalah sampah dan pengecut yang sebenarnya" Ujar siluman kerbau yang tiba tiba muncul di belakang siluman ular dan dengan kapak yang ada di tangannya, dia membuat siluman ular terpotong menjadi dua bagian tepat di perutnya.
Kejadian itu terjadi begitu cepat bahkan belum ada satu menit semua telah berakhir, ketika siluman monyet berpikir dirinya juga akan berakhir ketika melihat siluman kerbau berjalan ke arahnya, apa yang dia pikirkan ternyata salah karena beberapa saat kemudian terlihat siluman kerbau tumbang ke tanah dan kehilangan nyawa begitu saja.
Dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan, siluman kera memandangi tubuh siluman kerbau yang tumbang dan berharap makhluk itu benar benar tewas atau dirinya yang akan tewas di tangannya seperti yang lain.
__ADS_1
Luka yang dia dapatkan dari siluman kerbau saja sudah begitu menyakitkan, ditambah ketakutan yang luar biasa pada dirinya membuat siluman monyet tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya saat ini.
Di sisi lain, Wang Xiang yang melihat siluman kerbau sudah tumbang dan kehilangan nyawa tidak menyia nyiakan kesempatan untuk mendapatkan semua keuntungan.
Dia mengambil sebuah ranting yang tergeletak tidak jauh darinya dan dengan cepat mengalirkan Danqi miliknya pada ranting itu hingga terlihat ranting yang ada di tangan Wang Xiang memancarkan cahaya yang begitu terang.
Bukan hanya itu, di bawah kaki Wang Xiang juga muncul lingkaran dengan pola pola aneh yang mana memiliki radius tiga meter, kejadian itu disusul oleh pedang pedang yang terbuat dari Danqi yang keluar dari tanah dan melayang layang di udara dengan kekuatan penghancur yang sangat besar.
Wang Xiang menatap ke arah siluman monyet kemudian dia mengarahkan ranting pohon yang ada di tangannya ke tempat dimana siluman monyet berada yang mana hal tersebut membuat semua pedang yang terbentuk dari Danqi yang dipadatkan bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah siluman monyet itu.
"Apa!" Siluman monyet yang masih ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh siluman kerbau merasakan hawa membunuh yang samar-samar terarah padanya dan ketika dia mengarahkan kepalanya ke tempat dimana hawa membunuh itu berasal, dia melihat beberapa pedang cahaya bergerak menuju ke arahnya.
Dengan cepat siluman monyet menyambar Toya perak yang tergeletak di samping kirinya dengan ekornya. Setelahnya dia memutar Toya perak itu membentuk putaran yang sangat cepat yang menciptakan sebuah perisai yang melindungi dari serangan Wang Xiang.
Benturan demi benturan terjadi diiringi oleh hembusan angin dan suara ledakan yang memenuhi udara. Dengan tenaga yang hampir tidak tersisa karena pertarungan sebelumnya, beberapa pedang masih sempat lolos dari Toya emas yang diputar oleh siluman kera dan beruntungnya pedang pedang cahaya itu hanya menyerempet tipis tubuh siluman monyet dan menyisakan luka luka kecil yang semakin lama semakin banyak menghiasi tubuhnya.
"Pengecut sialan, keluar kau! Jangan menyerang dari belakang!" Ujar siluman monyet sambil berusaha menghadang pedang cahaya.
"Kau pikir kau bukan pengecut?" Wang Xiang melesat bersama pedang pedang cahaya lainnya, dia hanya mengandalkan ranting pohon yang diambil sebelumnya untuk menghancurkan pertahanan siluman monyet dan mengakhiri nyawanya dia menghujamkan ranting itu tepat ke leher siluman monyet.
__ADS_1
Catatan Penulis: Setiap mengeluarkan jurus yang berada di luar logika maka sesuatu yang terhubung antara dunia dan surga tercipta dan hal itu adalah lingkaran dengan pola aneh. Dalam sejarah kehidupan manusia tidak pernah ada yang bisa memahami pola aneh yang terdapat pada jurus yang dikeluarkan oleh seseorang bahkan orang yang mengeluarkan jurus itu tidak akan mengerti pola yang muncul ketika dia mengeluarkan jurus. Ada rumor mengatakan bahwa jika seseorang mengetahui arti dari pola aneh yang terdapat setiap kali mengeluarkan jurus maka orang itu akan memiliki akses yang sangat besar pada semua yang berhubungan dengan kekuatan.
Pada umumnya jurus dibedakan menjadi 4 yakni jurus Langit, Bumi, Surga dan yang terakhir adalah semesta. Dan semakin tinggi tingkatan jurus, maka semakin besar pula daya hancur yang dihasilkan dan energi yang dikonsumsi juga akan semakin besar.