Glory After Rebirth

Glory After Rebirth
Chapter 66. Dilempar Jatuh


__ADS_3

"Kau tidak mengetahui mengenai dunia ini, orang di dunia ini terlalu santai menikmati hidup mereka dan mereka tidak peduli akan banyak hal selain diri mereka sendiri, bahkan orang terkuat di dunia ini memiliki kekuatan yang tidak lebih dari kaisar dunia" Ujar suara dari dalam rumah di puncak gunung yang mana hal itu membuat Wang Xiang tercengang, dia ingin bertanya lebih jauh mengenai hal itu tapi suara itu kembali melanjutkan kalimatnya membuatnya hanya bisa mendengarkan dengan patuh.


"Pergi dan hentikan mereka semua, saat ini banyak orang yang berusaha mengusik makhluk itu dan pasti akan ada banyak orang yang berusaha melakukannya, dan ingat satu hal, jangan menggunakan kekuatan terlalu besar dan berlebihan terutama terbang di sekitar tempat ini karena makhluk itu sangat peka terhadap Danqi terlebih orang yang terbang di sekitarnya" Ujar suara itu dan setelahnya hempasan angin semakin kuat dan mendorong Wang Xiang mundur ke belakang beberapa langkah hingga sampai ke ujung gunung dan setelahnya, kekuatan dari hempasan angin yang mendorongnya bertambah kuat hingga akhirnya Wang Xiang jatuh dari ketinggian lebih dari dua belas ribu kilometer.


"Sialan!" Wang Xiang hanya bisa mengumpat selama dirinya jatuh karena memang dia berpikir kebangkitan makluk itu ada kaitannya dengan dirinya meskipun dia merasa dia tidak pantas dibuang dari ketinggian yang cukup gila untuk dibayangkan.


Dia kini menyadari alasan semua burung yang terbang memutari gunung dengan jarak yang jauh bukan karena mereka adalah penjaga gunung melainkan mereka ingin pergi ke gunung tapi tidak memiliki kesempatan karena insting binatang mereka yang menyadari bahwa di bawah tanah ada Makhluk yang begitu kuat dan mengerikan.


Wang Xiang juga sempat bertarung dengan para burung yang terbang mengitari gunung sebelumnya dan dia menyadari dalam pertarungan itu lautan Danqi di udara bergejolak cukup kuat yang mana mungkin hal itu membangkitkan makhluk yang seharusnya tidak bangkit.


Tapi ada pertanyaan besar yang dipikirkan oleh Wang Xiang saat ini yaitu kenapa sosok yang ada di puncak gunung mengatakan bahwa orang terkuat di dunia itu tidak lebih dari kaisar dunia, bagaimana mungkin kaisar dunia memiliki kekuatan terkuat di dunia itu dan mempu mendorongnya hanya dengan kekuatan angin sampai jatuh, jelas bahwa orang itu jauh lebih kuat dari apa yang Wang Xiang pikirkan.


Terlebih Wang Xiang tahu jelas bahwa orang yang ada di dalam rumah di puncak gunung merupakan orang yang sangat misterius, bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dengannya dan bisa membunuhnya dengan mudah, tapi yang aneh kenapa orang itu tidak menyelesaikan makhluk itu atau membunuhnya, mungkin dengan dia yang turun tangan semua sudah selesai sejak awal dan dunia tidak benar benar berada dalam kekacauan seperti apa yang dia katakan.


"Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran orang itu dan apa yang dia inginkan, hanya mendengar suaranya seperti melihat jurang besar yang bersemayam di balik bintang bintang" Gumam Wang Xiang ketika jatuh. dirinya saat ini diselimuti oleh kobaran api karena kecepatan jatuhnya yang begitu luar biasa.

__ADS_1


Wang Xiang bisa saja menggunakan Danqi untuk mengurangi dampak dari hal itu tapi dia enggan melakukannya, jika dia menggunakan Danqi di situasi saat ini dia takut akan membuat makhluk yang hanya muncul sebagian kepalanya di atas tanah mulai bangkit tanpa dia sadari.


***


Sementara Wang Xiang terlempar turun ke bawah, sosok anak kecil duduk dengan santai di dalam rumah di puncak gunung. Ya meskipun dengan tubuh anak kecil, orang itu sudah bisa dikatakan berusia sangat tua melebihi dua juta tahun dengan suara yang benar benar mirip seperti orang tua pada umumnya.


Aneh memang jika mendengar seorang anak yang terlihat berusia dua belas tahunan berbicara layaknya orang tua tapi memang itu adalah kejadian yang sebenarnya terjadi pada sosok penghuni rumah itu.


"Orang itu benar benar menarik perhatianku, sudah sangat lama aku tidak pernah melihat atau mendengar ada pewaris token dewa yang masih hidup, ternyata di zaman ini ada satu orang yang mewarisi token dewa" Ujar anak itu sambil mengayun ayunkan kakinya dengan bebas kemudian dia menghempaskan tubuhnya jatuh ke tempat duduknya.


"Yah aku tunggu saja apa yang dia lakukan untuk menghentikan kebangkitan makhluk itu, dia mungkin tidak akan sadar bahwa kedua mata makhluk itu meskipun terlihat terbuka tapi nyatanya buta dan semua Inderanya telah ditutup kecuali kepekaannya terhadap Danqi" ujar anak itu "Dan juga apakah dia akan tahu bahwa makhluk sebesar itu sebenarnya tidak berbahaya dan di dalam punggung kepalanya ada sebuah gua yang bisa dimasuki" Tambahnya.


Sementara itu di tempat lain yang begitu jauh, beberapa kelompok kultivator dibentuk dan didirikan setelah gelombang kekuatan besar menyapu seluruh dunia.


Tujuan mereka dua hal, yang pertama untuk mencari penyebab kekuatan besar itu muncul dan yang kedua agar bisa bersantai kembali karena mereka tidak bisa tenang setelah merasakan gelombang besar yang menyapu daratan.

__ADS_1


Mereka semua berangkat menuju ke satu tempat dan satu tujuan yang sama yaitu kepala makhluk yang muncul dari dalam tanah dan harapan mereka sangat besar bahwa makhluk itu tidak berbahaya bagi mereka.


"Cepat selesaikan ini karena aku ada urusan yang harus aku selesaikan di tempat lain" Ujar seorang anak dengan zirah lengkap sambil menguap dengan lebar.


"Apakah maksudmu tempat tidur, kau memang tidak berubah selama bertahun tahun, kau selalu malas" Ujar anak kecil lain tapi dengan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang menguap itu menatap ke arahnya.


"Setidaknya aku tidak bodoh dan gila seperti yang kau lakukan" Ujar anak yang menguap sebelum kembali menguap setelah mengatakan hal itu.


"Berani beraninya kau mengataiku bodoh, kau lebih bodoh dibandingkan denganku tau!" Ujar anak yang lain sebelum orang yang lebih dewasa datang menengahi pertengkaran mereka.


"Sudah sudah, sesama orang bodoh jangan bertengkar, lebih baik kalian berdamai agar dunia ini menjadi lebih tenang" Ujar orang yang tampak lebih dewasa dibandingkan keduanya meskipun orang orang di dunia itu memiliki kehidupan yang terbalik.


"Anak kecil sepertimu tahu apa, kau pikir karena kami dunia jatuh dalam Kekacauan, tidak akan" Entah kenapa mereka berdua menjawab hal itu bersamaan dengan kompak.


"Kan aku hanya berkata apa yang sebenarnya, kenapa kalian marah?" Tanya orang yang terlihat lebih dewasa sambil mengangkat bahunya.

__ADS_1


__ADS_2