
Akademi sudah kembali masuk dan aktivitas belajar mengajar kembali seperti sebelumnya. Wang Xiang juga sudah masuk tapi tidak pernah ada yang menyangka bahwa hari itu ketika Wang Xiang masuk setelah beberapa hari hilang entah kemana juga bertepatan dengan datangnya dua murid baru yang tidak pernah Wang Xiang duga dan keduanya benar benar memiliki paras yang sangat cantik layaknya bidadari
"Hais, kenapa anak itu juga datang kemari, kemarin dia sudah cukup memberikan masalah bagiku dan sekarang apa yang ingin dia lakukan?" Wang Xiang melirik ke salah satu wanita yang berdiri di depan kelas karena dia tahu siapa wanita itu, dia adalah Wang Ling, satu satunya keluarga Wang yang tersisa selain dirinya.
Entah kenapa wanita itu selalu ingin dekat dengan Wang Xiang bahkan dia tidak menyangka bahwa Wang Ling akan pindah ke akademi tempatnya berada hanya untuk dekat dengannya.
Pandangan Wang Xiang diliputi oleh perasaan pusing ketika dia menoleh ke arah Wang Ling tapi ketika dia melihat ke arah murid baru lainnya yang juga berdiri di depan kelas, dia benar benar merasa sangat kesal bahkan sekarang dia ingin menghajar wanita itu dengan tinju dan pukulannya.
"Rubah licik itu, sepertinya pembalasan dendam yang akan aku lakukan mulai terasa berat dengan kehadirannya karena dia memiliki banyak siasat yang tidak beres dan relasi yang kuat dalam beberapa bidang" Guman Wang Xiang menatap ke arahnya. Tanpa dia sadari tangan Wang Xiang mengepal dengan erat menatap ke arah wanita itu seakan akan dia melihat musuh yang sangat dia benci di semua kehidupannya dan dia sudah tidak sabar untuk membunuhnya.
"Kalian berdua bisa memperkenalkan diri kalian kepada semua murid yang ada di sini!" Ujar guru yang mengajar kemudian keduanya mulai memperkenalkan diri dimulai dari Xin Rou yang mulai angkat bicara.
"Halo semua, namaku adalah Xin Rou dan aku adalah siswi pindahan dari amerika, mohon bantuannya semua" Ujar Xin Rou hormat kepada semuanya yang mana hal itu membuat kesan pertama semua orang yang ada di kelas itu terhadap wanita itu adalah wanita yang sangat sopan, tapi bagi orang seperti Wang Xiang yang sudah tau kebusukan di dalam diri Xin Rou. Dia merasakan perasaan mual ketika wanita itu melakukan hal yang seakan-akan dirinya adalah wanita terhormat padahal sebenarnya benar benar berbanding terbalik dengan kenyataan.
Sekarang beralih ke Wang Ling, wanita itu menarik nafas dalam dalam sebelum memperkenalkan dirinya kepada semua orang yang ada di kelas itu dengan senyuman cerahnya meninggalkan kesan semua orang bahwa Wang Ling adalah gadis yang ceria.
"Halo semuanya, namaku adalah Wang Ling dan aku adalah adik dari kakak Wang Xiang, mohon bantuannya" Ujar Wang Ling yang mana hal itu membuat semua orang menatap ke arah Wang Xiang sementara pemuda itu hanya bisa menggeleng geleng kan kepalanya menangapi apa yang dikatakan oleh Wang Ling.
__ADS_1
"Wanita ini benar benar" Ujar Wang Xiang, meskipun dia merasa direpotkan oleh apa yang dikatakan oleh Wang Ling tapi dia tidak menolaknya karena jika dipikir pikir kembali memang dia satu keluarga dengan gadis itu dan jika gadis itu memanggilnya kakak seharusnya tidak salah. Tapi kenapa Wang Xiang sebelumnya terlihat keberatan ketika dipanggil kakak? sebenarnya dia tidak keberatan melainkan malu dengan panggilan itu karena panggilan kakak terkesan begitu aneh.
Ketika Wang Ling mengatakan marganya adalah Wang, seketika itu pula baik Mou Yuan, Wu Nandong maupun Xin Rou nampak begitu terkejut, mereka menatap ke arah Wang Ling dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang samar keluar dari tubuh ketiganya.
"Sudah aku duga mereka bertiga menyimpan dendam padaku, kalau begitu aku harus mencairkan suasana dan jangan biarkan rubah sialan itu menyakiti Wang Ling" Wang Xiang memainkan pena yang ada di tangannya sambil mengalirkan danqi ke dalam pena itu lantas dia melemparkannya ke depan dengan sangat cepat.
Suara ledakan keras terdengar nyaring memenuhi kelas yang mana suara itu membuat semua pandangan mata menatap ke depan kelas dan mereka menemukan sebuah pena menancap di papan tulis membuat dinding beserta papan tulis yang ada di depan mereka retak nyaris hancur.
Semua siswa yang ada di ruang kelas itu tentu saja hanya bisa menelan ludahnya melihat hal itu, bahkan Xin Rou yang berada di tingkat prajurit langit tingkat 5 sekalipun merasakan bahaya dari lemparan pena itu.
"Aku yang melemparkan pena itu ke sana, bahkan aku berniat untuk menghancurkan kepala Xin Rou itu" Ujar Wang Xiang terang terangan yang mana hal itu membuat seisi ruang kelas terkejut.
"Ke…kenapa kau ingin membunuhku? Aku tidak melakukan apapun padamu bukan!"
"Kau memang tidak melakukan apapun padaku tapi jika aku melihat kau mengarahkan aura membunuhmu pada keluargaku, jangan harap kekuatan di belakangmu bisa melindungimu" Ujar Wang Xiang membuat Xin Rou mematung beberapa saat.
"Wang Xiang, apa yang kau katakan. Keluar dari kelasku atau aku akan mengeluarkanmu dari sekolah ini!"Ujar guru yang mengajar ditanggapi senyuman sinis oleh Wang Xiang.
__ADS_1
"Heh, aku memang tidak ingin berada di kelas orang sepertimu yang melihat hanya dari sudut pandang satu orang" Ujar Wang Xiang kemudian dia berjalan keluar melalui jendela dan melompat terbang pergi dari kelas itu.
"Di…dia bisa terbang? Bagaimana mungkin?"
"Hei…hei, berikan jalan, aku ingin melihat orang yang bisa terbang"
"Sebenarnya dia manusia atau burung? Kenapa gaya gravitasi tidak berpengaruh padanya" Beberapa murid yang melihat aksi yang ditunjukkan oleh Wang Xiang menjadi antusias.
Mereka melihat keluar jendela dimana Wang Xiang pergi tanpa mendengarkan kata kata yang dilontarkan oleh guru yang mengajar.
"Dia bisa terbang? Apakah dia sudah berada di ranah jendral? Tidak mungkin, menurut laporan dia hanya berada di tingkat prajurit" Gumam Xin Rou menatap ke arah Wang Xiang dilanjutkan dengan menatap ke arah Wang Ling.
"Tapi aku tidak menyangka bahwa ada keluarga Wang lainnya selain orang itu, pembalasan dendam keluarga Xin akan menjadi lebih seru meskipun aku ingin membunuhnya sekarang" Gumam Xin Rou menatap ke arah Wang Ling.
Jelas bahwa tatapan gadis itu sangat tajam bahkan tidak bisa dijelaskan dengan kata kata apakah tatapan itu menyiratkan kebencian atau menyiratkan sebuah kebahagiaan.
"Aku harus memberitahu tuan bahwa ada anggota keluarga Wang lainnya di akademi yang sama denganku" Gumam Xin Rou.
__ADS_1