
Berbeda dari teknik pedang mawar merah sebelumnya, teknik pedang darah merupakan sebuah jurus yang tingkatannya tidak jauh lebih tinggi, kemampuan jurus ini yang begitu mengerikan Wang Xiang dapatkan dari sebuah lembah kuno yang terbuka ketika segel spiritual benar benar hancur dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Bisa dikatakan demikian karena untuk mendapatkan jurus ini dulunya Wang Xiang harus berhadapan dengan pasukan mayat hidup yang tidak ada habisnya dan dia melakukan hal itu seorang diri.
Dulunya jurus itu dia bagikan dengan Wu Nandong sahabat terbaiknya tapi tidak pernah dia sangka bahwa orang orang yang dia percaya bisa melakukan hal yang begitu keji hanya demi mencapai puncak.
Dua jurus yang menjadi saksi antara cinta dan persahabatan masa lalu, sebuah jurus yang mana kekuatannya bahkan bisa membuat semua lawan yang mendengarnya gentar, dan sebuah jurus yang mana untuk mendapatkannya diperlukan keberanian dan harus mempertaruhkan nyawa sendiri.
Jurus itu adalah jurus Pedang Mawar Merah dan Jurus Pedang Darah yang mungkin dulunya merupakan jurus yang sangat disegani di seluruh daratan.
Dengan teknik pedang darah yang dikeluarkan, Wang Xiang menari nari di tengah tengah kerumunan musuh dan mampu membuat beberapa dari mereka kesakitan, bahkan dia diantaranya sudah tumbang dengan tubuh yang menyisakan kulit dan tulang tapi terlihat semua itu belum berakhir.
Ketika Wang Xiang masih dengan leluasanya melancarkan serangan, kakinya tiba tiba terperosok ke dalam sebuah lubang yang tercipta dari unsur kegelapan membuat jurus yang dikeluarkan secara otomatis dibatalkan.
Kikisan dari unsur kegelapan mampu membuat kaki Wang Xiang terasa panas tapi dia tidak bisa mengkhawatirkan hal itu untuk saat ini.
Binatang spiritual yang tersisa terlihat melompat ke arah Wang Xiang dengan kapak yang akan di ayunkan ke arahnya, melihat hal itu Wang Xiang menutup matanya dan ledakan besar terjadi hingga membuat tubuh makhluk kura-kura kembali bergetar dengan hebat.
__ADS_1
Kubah cahaya terlihat terbentuk ketika ledakan itu terjadi yang mana semua binatang spiritual yang melompat ke arah Wang Xiang sebelumnya melompat mundur dan kehilangan nyawa begitu saja.
****
Sementara itu di luar tubuh makhluk kura-kura terlihat ribuan orang berkumpul dalam satu tempat dan mereka berusaha untuk menjatuhkan binatang raksasa itu dengan menyerang kaki kanannya, dengan ribuan orang yang kekuatannya tidak lemah, ledakan demi ledakan saling bersahutan di area kaki kanan selama berjam jam tapi jangankan menjatuhkan, bahkan melukai saja belum berhasil.
Terlihat di kaki kanan makhluk itu tidak ada luka yang serius, hanya ada beberapa goresan karena kulit dari makhluk kura-kura raksasa sangat tebal bahkan ribuan kali lebih tebal dibandingkan dengan baja.
Jika ingin menyerang sesuatu yang begitu tebal maka diperlukan beberapa unsur yang bisa melarutkannya seperti unsur cahaya, kegelapan maupun unsur bintang yang memiliki kekuatan luar biasa.
Bahkan ada yang sudah mencoba menggunakan unsur es untuk menghentikan Makhluk kura kura tapi tetap saja gagal dengan ukuran sebesar itu.
"Komandan, jika seperti ini terus semua pasukan akan kehabisan Danqi, kita tidak memiliki kesempatan untuk menghentikan makhluk ini bangkit jadi apakah sebaiknya kita memilih untuk mundur dan menyusun ulang rencana?" Tanya salah satu pimpinan pasukan dengan peluh yang menetes membasahi seluruh pakaian yang dia kenakan.
Menyerang binatang spiritual dengan ukuran yang sangat besar dan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaisar langit bukanlah hal yang tepat dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini.
Untuk sementara memang binatang spiritual itu masih belum bangkit dan menyerang mereka tapi dengan kekuatan yang dimiliki olehnya, hanya dengan mengangkat satu kakinya ke arah mereka sudah bisa dipastikan mereka akan lenyap.
__ADS_1
"Jika kalian kehabisan Danqi maka gunakan sumber daya yang ada di sekitar kita, bagaimanapun kita tidak bisa meninggalkan tempat ini karena jika binatang ini sampai melakukan serangan maka seluruh dunia akan hancur" Ujar komandan pasukan sambil menggigit bibir bagian bawahnya dibalik zirah yang dia kenakan.
Dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkan makhluk itu tapi dia tidak bisa diam saja ketika dunia berada dalam masalah, seolah olah dia diapit oleh jurang di kedua sisi, mengambil sisi manapun hasilnya akan tetap sama tapi dibandingkan tidak mengambil keputusan, dia memilih untuk tetap menghentikan makhluk itu.
Setidaknya hal itu bisa memberikan waktu kepada semua orang yang ada di dunia untuk mempersiapkan diri dalam pertempuran.
"Tapi komandan, jika kita meneruskan semua ini dan mengandalkan sumber daya maka…."
"Apapun resikonya kita harus mengambilnya saat ini, dunia ini berada di ambang kehancuran dan tidak ada pilihan lain selain menggunakan semua yang kita miliki, katakan pada semua pasukan, mereka memilih mati sebagai pejuang atau melarikan diri dan menunggu binatang spiritual itu menghancurkannya" Ujar Komandan pasukan memotong apa yang akan dikatakan oleh pasukannya.
Pimpinan Pasukan itu tampak berpikir selama beberapa saat sebelum menatap ke arah komandan pasukan dengan penuh percaya diri dan sikap yang sangat hormat.
"Kami akan mengorbankan nyawa untuk melindungi dunia ini, izinkan kami bertarung dengan komando anda komandan!" ujar Pimpinan pasukan itu sambil menyilangkan tirinya ke dada kanan sebagai wujud penghormatan.
"Kalau begitu kau bentuk dua kelompok yang satu untuk menahan binatang spiritual ini dan yang satu lagi untuk mengumpulkan sumber daya, minta semua yang ingin mundur untuk menemuiku, aku ingin memberikan mereka tugas yang tidak seberapa" Ujar Komandan pasukan dan dengan cepat Pimpinan pasukan yang memberikan laporan sebelumnya melesak menuju ke arah pasukan yang bertarung.
"Aku tidak tahu apa yang aku lakukan adalah tindakan yang benar atau salah, tapi tidak ada pilihan lain untuk saat ini. Jika aku tidak memilih maka aku akan gagal sebagai komandan, bukan maksudku aku akan gagal sebagai manusia karena tidak bisa mempertahankan dunia tempat tinggalnya sendiri" Ujar komandan pasukan menatap tinggi ke atas langit.
__ADS_1
"Apapun itu, aku akan mencoba semampuku untuk menghentikan bencana besar dunia ini meskipun bayarannya sangat besar" Ujarnya dengan tatapan mata serius, dia benar benar penuh harap bahwa sosok sosok yang benar benar serius mendalami pelatihan di dunia mereka muncul untuk membantu mereka menangani situasi saat ini.
Meskipun dia yakin tidak banyak orang yang serius mendalami pelatihan, tapi tidak menutup kemungkinan di dunia yang begitu luas ada sosok semacam itu dan dia bisa mengubah jalannya takdir dari dunia dan diri mereka.