
"Jadi kalian tidak mengetahui mengenai makhluk kura-kura raksasa ini? Apakah apa yang kalian katakan bisa aku percayai?"
"Tentu, tentu saja Tuan kami tidak akan berbohong kepada anda karena makhluk kura-kura itu merupakan ancaman terbesar dari dunia ini dan tidak ada untungnya bagi kami untuk mengatakan kebohongan"
"Jika mengikuti apa yang kalian katakan maka kura-kura raksasa ini belum bangkit ratusan tahun yang lalu atau bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu dan baru muncul saat ini, mengenai kemunculan makhluk kura-kura berbahaya ini dijelaskan dalam sebuah ramalan di antara kalian? " Wang Xiang bertanya sambil berpikir mengenai kata-kata yang diucapkan oleh siris.
Yang dikatakan oleh siris bukanlah kebohongan karena dari segala aspek yang diperhatikan Wang Xiang, anak kecil itu tidak sedang membohonginya, hal itu juga didukung kuat oleh Fiko dan juga Rudra yang memiliki pendapat yang sama atas kemunculan makhluk kura kura yang dirantai dengan kuat di dalam tanah.
"Kita akan mencari kota terdekat dan meminta bantuan di sana, menghadapi makhluk kura-kura ini sendiri sama saja mencari kematian, akan lebih baik jika kita memikirkan sebuah strategi untuk melawannya dan mendapatkan lebih banyak bantuan dari penduduk dunia ini" Ujar Wang Xiang.
Apa yang dikatakan oleh Wang Xiang dengan cepat disetujui oleh ketiganya, sejak awal mereka tidak ingin berlama-lama di tempat itu bahkan hanya untuk mendengarkan apa yang Wang Xiang tanyakan mereka dibuat sangat ketakutan karena jarak mereka masih belum terlalu aman mengingat ukuran kura kura itu lima kali lebih besar dibandingkan dengan jarak mereka saat ini.
Setelah Wang Xiang mengatakan hal itu, keempatnya segera bergegas pergi dari sana untuk menuju kota terdekat yang dipandu oleh Siris. Menurut mereka jarak kota terdekat dari tempat mereka saat ini setidaknya 1000 km dan akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai kesana dengan kemampuan yang dimiliki oleh mereka saat ini.
Wang Xiang tidak mengejar waktu karena dia tahu selama tidak ada gejolak dan Danqi yang terjadi di dekat makhluk kura-kura raksasa maka makhluk itu tidak akan menunjukkan reaksi yang berbahaya, mungkin hanya langkah kakinya saja yang mampu mengguncangkan dunia dan daratan akan tetapi bencana yang terjadi akibat langkah kaki dari makhluk kura-kura raksasa tidak akan mengancam dunia itu sendiri.
__ADS_1
****
"Semuanya aku harap kalian bisa tenang dalam situasi saat ini karena kami masih mencoba untuk mengatasi semua masalah ini, masalah yang terjadi bukanlah masalah yang bisa sepele karena ini menyangkut seluruh dunia. Makhluk dengan ukuran sebesar itu sudah pasti bisa meratakan kota kita dengan mudah jadi kita harus bersama-sama mencari solusi untuk menangani masalah ini" seorang pemuda dengan pakaian bangsawan berdiri di puncak bangunan paling tinggi sebuah kota, kharismanya yang begitu besar mampu membuat semua orang yang berkumpul di bawahnya tunduk dalam satu perintah darinya tapi sepertinya dalam situasi saat ini banyak orang yang tidak menyukainya akibat beberapa bangunan hancur tanpa adanya solusi penanganan dari pemuda itu.
"Sialan, seperti yang diduga, mereka akan mengabaikan apa yang aku ucapkan kali ini. Disamping itu apa apaan makhluk raksasa itu? Dia muncul dengan tiba-tiba dan membuat guncangan yang memberikan banyak kerusakan dimana mana" Gumam pemuda itu, dia bisa melihat kura kura dengan ukuran yang sangat mengerikan berdiri sangat tinggi hampir menyentuh langit.
Dia tahu dengan ukuran sebesar itu makhluk kura kura raksasa bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan dunia mengenai binatang spiritual dan semua makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Mungkin setelah semua ini dan semua hal yang terjadi, dunia tidak akan sama seperti sebelumnya karena perang dan segala hal akan kembali terjadi.
Karena situasi yang sunyi dan semua pandangan tertuju ke arahnya yang mana hal itu membuat perasaan tidak nyaman, pemuda itu berusaha mencari sesuatu yang bisa dibahas untuk memecahkan keheningan itu, dan lagi dia tahu bahwa setelah insiden hancurnya semua bangunan di kota itu akibat dampak guncangan dari makhluk raksasa, dia tidak akan dianggap oleh semua orang sebagai pemimpin mereka karena dalam adat dan aturan yang berlaku. Seorang pemimpin bertugas melindungi tempat bernaung bagi rakyatnya.
Itu adalah hal yang cukup umum di dunia itu, bukan untuk melindungi nyawa melainkan untuk menyediakan tempat tinggal yang bisa disebut sebagai rumah adalah tugas sebagai seorang pemimpin.
Didunia yang mana semua penduduknya memilih untuk bermalas malasan dan enggan untuk berlatih untuk menghindari kehancuran serta kekuatan yang tidak terlalu dianggap adalah tempat bagi semua makhluk itu tinggal.
__ADS_1
"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain memaksa mereka semua untuk bertarung, mereka bisa memilih dua hal yang mungkin terjadi yaitu kematian atau kehancuran dunia yang mereka sebut sebagai rumah, lagipula mereka pasti lebih senang bila mati dibandingkan dengan kehilangan rumah" Gumam pemuda itu sebelum seseorang mengusulkan pendapat itu lebih cepat dibandingkan dengannya dan orang itu terlihat melayang di udara.
Kekuatan yang meluap luap terlihat terpancar dari tubuh orang itu dengan jubah hitam layaknya seorang assasin dengan dua buah belati di masing masing tangannya, serta aura yang terpancar tidak lebih lemah dibandingkan dengan kaisar dunia.
Orang itu terlihat masih cukup muda dengan perawakan seorang pemuda dengan paras tampan dan rambut berwarna pirang yang menawan.
"Dunia ini adalah rumah yang kita tempati saat ini dan siapapun tau seberapa berharganya tempat ini, kalian bisa memilih mengorbankan hidup kalian untuk masa depan dan keturunan kalian kelak atau diam dan membiarkan dunia hancur di depan mata kalian dan generasi hancur begitu saja" Ujar orang itu yang mana sesaat setelah mengatakan hal itu terdengar suara sorak dari semua penjuru.
Mereka semua menyerukan satu nama yang sama berulang ulang dan nama itu terdengar dari segala penjuru kota, nama yang diserukan oleh semua orang adalah "Ardi"
Dia dikenal sebagai orang gila karena memilih melakukan pelatihan yang mana apa yang dia lakukan membuat usianya menua dengan cepat, meskipun dia masih berusia dua puluh tahun tapi tubuhnya seperti seorang pemuda yang berada di usia yang sama.
Memang terdengar aneh jika mengatakan orang itu menua di usianya tapi jika mengesampingkan semua logika dan apa yang ada di dunia itu bahwa siklus pertumbuhan yang terbalik dari bumi, maka usia dan paras seperti sangat aneh bagi mereka semua.
Banyak orang yang memberinya julukan sebagai "Anak Pengacau" dan entah kenapa dia saat ini seolah olah menjadi harapan bagi semua orang.
__ADS_1