
Wang Xiang kali ini dipindahkan menuju hutan bambu yang tidak terdapat jalan keluar sama sekali dan terpaan angin membuat dedaunan dari pohon bambu berguguran dengan sangat indah.
Ketika Wang Xiang berpikir latihan ini sangat mudah dia akan teringat dengan tempat latihan sebelumnya Yang mana tempatnya hanya sebuah rumah tapi metode pelatihan yang ada di dalamnya benar-benar sangat menyiksa.
5 hari penuh Wang Xiang harus menahan rasa marahnya karena dia tidak bisa membuka pintu-pintu yang ada di ruangan itu membuat seisi ruangan menjadi bau karena na Wang Xiang melakukan semua aktifitas di dalam satu ruangan yang cukup pengap.
Jika saja tidak ada ventilasi udara di ruangan itu mungkin saja Wang Xiang akan mati lemas karena kehabisan nafas.
Sekarang dia dibawa ke hutan bambu yang benar-benar sangat rapat meskipun pemandangan yang ada di sekitarnya sangat indah, yakin bahwa tujuan anak itu membawanya kemari ada untuk penyiksaan berikutnya meskipun Wang Xiang tidak tahu penyiksaan semacam apa yang akan terjadi padanya.
"Pohon yang ada di depanmu dinamakan pohon jawara bambu, pohon itu yang akan menjadi ujianmu berikutnya karena kau harus bisa keluar dari lingkaran pohon bambu yang mengepungmu, batas latihan kali ini hanya satu Minggu karena aku tahu kau memiliki teknik bertarung yang sudah cukup baik, kau bisa memanfaatkan hal ini untuk melatih dirimu" Ujar Poci dan setelah poci menjentikkan jarinya dan menghilang, keanehan terjadi.
Semua pohon bambu yang mengelilingi Wang Xiang mulai bergerak-gerak dengan sendirinya tanpa ada tiupan angin yang dirasakan Wang Xiang.
Terlihat juga beberapa pohon bambu tiba tiba terayun dan menyerang Wang Xiang yang mana hal itu tentu saja membuat Wang Xiang sangat terkejut.
Dia melawan serangan serangan yang dilakukan oleh pohon bambu dengan gerakan gerakan yang cukup lincah tapi masalahnya di tempat itu tidak hanya ada satu bambu melainkan ada ratusan atau bahkan ribuan.
__ADS_1
Serangan dari berbagai arah membuat Wang Xiang dipaksa bergerak dengan sangat cepat untuk menahan setiap serangan dari pohon bambu dan terlihat beberapa luka menghiasi wajahnya karena tidak semua pohon bambu bisa dia tahan dengan kekuatannya.
Untuk menahan serangan dari semua pohon bambu itu dibutuhkan insting bertarung yang melebihi manusia biasa dengan gerakan yang cepat dan langkah yang sulit untuk ditebak.
Jika saja Wang Xiang memiliki Danqi di dalam dirinya maka semua itu tidak mungkin akan terjadi dan dia bisa keluar dari sana dengan mudah tapi latihan yang diberikan oleh Poci benar benar latihan yang tidak bisa diterima oleh akal manusia.
Jika saja Wang Xiang tidak bisa menghadapi bambu bambu itu, mungkin saja dia akan jatuh tidak sadarkan diri hanya karena dipukuli oleh pohon bambu.
Akan menjadi guyonan jika kaisar dunia di masa lalu jatuh dan dikalahkan oleh pohon bambu yang tidak memiliki tingkat pelatihan sama sekali.
Memang pada beberapa jam pertama semua masih berjalan lancar tapi setelah beberapa jam berikutnya Wang Xiang sudah mulai lelah dan beberapa luka mulai memenuhi seluruh tubuhnya.
"Ugh!" Wang Xiang terjatuh setelah terkena pukulan yang kesekian kalinya dari pohon jawara bambu. Terlihat darah mengalir dari bibirnya dan beberapa bagian lainnya membuat mata Wang Xiang berwarna merah karena selain rasa sakit, tidak ada rasa apapun yang dia rasakan kecuali keinginan untuk bertahan hidup.
"Aku tidak boleh mati disini, masih banyak hal yang ingin aku lakukan dan ada banyak tanggung jawab yang masih harus aku selesaikan" Ujar Wang Xiang. Dia menggigit bibir bagian bawahnya agar kesadarannya tidak hilang kemudian perlahan-lahan dia bangkit sambil melancarkan beberapa serangan ke arah bambu bambu yang mendekat ke arahnya.
Seluruh tubuhnya terasa sakit dan entah kenapa dirinya masih melakukan perlawanan Meskipun luka-luka banyak yang menghiasi tubuhnya.
__ADS_1
Saat itu ada sebuah suara seseorang yang sampai pada pikiran Wang Xiang yakni suara dari seorang wanita yang tidak asing bagi Wang Xiang, suara itu berasal dari Wang Ling yang mengatakan bahwa untuk menyelesaikan latihan ini dia harus bersikap selayaknya air dan angin secara bersamaan.
Wang Xiang harus bisa bersikap tenang layaknya air yang mengalir dan bisa merasakan gerakan angin yang terjadi pada setiap gerakan yang dilakukan oleh pohon bambu karena meskipun pohon bambu menyerang Wang Xiang secara bertubi tubi, masih ada hal yang dilewatkan yakni Serangan yang dilakukan oleh pohon bambu itu menciptakan gelombang angin di udara yang bergesekan dengan nya.
Wang Xiang mencoba mengikuti suara yang terdengar di dalam pikirannya, dia berusaha bersikap setenang mungkin layaknya air yang mengalir kemudian dia menutup Indra penglihatannya dan menajamkan indera pendengarannya hingga akhirnya dia bisa melihat di dalam pikirannya gerakan-gerakan yang mengarah padanya dengan kecepatan yang sangat cepat membentuk beberapa pola di udara.
"Latihan ini bukan latihan sembarangan, aku bisa melihat pola di setiap gerakan yang dilakukan oleh bambu bambu ini" Gumam Wang Xiang yang mana setelah dia mengatakan hal itu dia mulai bergerak mengandalkan pendengarannya sebagai penunjuk arah.
Tidak seperti sebelumnya kini gerakan Wang Xiang menjadi lebih Luwes dan lebih santai menghindari setiap Serangan yang dilakukan oleh pohon bambu, bahkan terlihat Wang Xiang seolah-olah bisa melihat masa depan melalui gerakan angin yang dia dengar dari menajamkan indra pendengarannya.
Wang Xiang berdiam diri di tempat itu selama lima hari berturut turut dan dia mendapatkan sedikit pengetahuan dan pola dan dia juga menyadari sesuatu, gerakan yang dilakukan untuk menahan setiap serangan yang mengarah padanya juga membentuk pola yang berbeda dan Wang Xiang berasumsi bahwa pola itu adalah pola pola untuk menangkal pola yang menyerangnya.
"Aku mulai sedikit mengerti mengenai latihan kali ini, latihan kali ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertarung, kemampuan melihat situasi pertarungan, kemampuan untuk memahami pola, dan tentu saja untuk meningkatkan rasa percaya diri dan semangat di dalam diri seseorang" Ujar Wang Xiang kemudian dua hari sisanya digunakan oleh Wang Xiang untuk keluar dari hutan bambu itu.
Ketika keluar Wang Xiang bertemu dengan Poci untuk kesekian kalinya dan anak itu melemparkan sesuatu pada Wang Xiang berupa sebuah selep.
"Gunakan itu untuk memulihkan lukamu, selep itu bisa langsung menutup luka dan setelah sembuh aku akan memulai latihan ketiga mu, kau harus mempersiapkan diri karena latihan ketiga akan mempertaruhkan nyawamu dan latihan itu aku akan membuka saluran Danqi yang ada di dalam tubuhmu agar kau tidak mati" Ujar Poci membuat Wang Xiang merinding ketika mendengarnya.
__ADS_1
Latihan tanpa Danqi saja sudah membuat dia tidak kuat dan merasakan penyiksaan tiada habisnya dan sekarang dengan Danqi, sudah jelas bahwa latihan yang akan diberikan oleh Poci setelah semua ini bukan ujian biasa melainkan ujian neraka yang sebenarnya.