
"Ini adalah saat saat yang amat krusial" Ujar Wang Xiang, saat ini dirinya hampir mendarat tepat di atas kepala makhluk itu tapi dia tidak yakin untuk melakukannya.
Dengan hentakan yang begitu keras apakah makhluk itu akan terbangun atau tidak mengingat kulitnya yang keras, meskipun demikian Wang Xiang tidak ingin mengambil resiko dalam tindakannya, dia menyelubungi tubuhnya dengan unsur angin untuk mengurangi kecepatannya dan Bom.
Meskipun dia mendarat dengan mengurangi kecepatannya, dampak dari jatuhnya dia dari atas langit tetap sangat besar.
Jika saja dia jatuh di tanah mungkin tanah itu akan membentuk cekungan raksasa akibat benturan yang terjadi tapi ketika dia membentur makhluk yang hanya terlihat setengah kepalanya itu, dia seperti membentur beton baja yang sangat kuat.
"Tidak ada pergerakan, sepertinya benturan besar tidak berpengaruh pada makhluk ini dan dari respon yang terlihat saat ini sepertinya makhluk ini hanya bergerak jika merasakan fluktuasi Danqi yang bergerak di sekitarnya" Ujar Wang Xiang.
Dia mencoba mengedarkan pandangannya ke segala arah mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa digunakan untuk menghentikan makhluk itu tapi sejauh mata memandang dirinya hanya melihat hamparan keras menyerupai sisik yang sangat tebal.
"Aku tidak bisa membayangkan makhluk seperti ini ada di bumi, jika makhluk ini ada di bumi hanya karena kebangkitannya sudah bisa membuat seluruh makhluk hidup punah" Ujar Wang Xiang kemudian dia berlari tanpa menggunakan Danqi atau bisa dikatakan murni hanya kekuatan fisiknya.
Akan tetapi kendati demikian kecepatan Wang Xiang tidak lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mobil sport, dirinya saat ini berlari dengan kecepatan lebih dari dua ratus kilometer per jam.
"Tempat ini benar benar kosong seperti apa yang aku pikirkan, tidak ada apapun di tempat ini" Ujar Wang Xiang hingga tiba tiba langkahnya terhenti karena dia merasa bahwa dirinya tidak menginjak tanah, tapi sejauh mata memandang dia melihat sisik yang tersusun rapi.
Beberapa saat setelahnya Wang Xiang kembali terjatuh tapi kali ini dia masuk ke dalam tubuh makhluk itu, tepat di bagian kepalanya yang mana sebelumnya Wang Xiang tidak tahu bahwa dia telah menginjak lubang dan memang dari dalam terlihat ada lubang tapi dari luar tubuh makhluk itu tidak terlihat adanya lubang seperti diselubungi oleh ilusi.
__ADS_1
Wang Xiang jatuh di dalam tumpukan daging yang mana karena hal itu dirinya tidak mendapatkan cedera sedikitpun, tumpukan daging yang digunakan sebagai tempat mendarat cukup kenyal tapi pandangan Wang Xiang saat ini menjadi terbatas karena minimnya cahaya yang ada di tempat itu.
Hanya ada beberapa batu spiritual yang membantu pencahayaan di dalam tubuh makhluk itu di sepanjang jalan dan sejauh apa yang Wang Xiang lihat, bagian dalam makhluk raksasa yang dia masuki selain mengandung batu spiritual juga mengandung Danqi yang begitu padat.
"Aku bertanya tanya binatang spiritual seperti apa makhluk ini, yang aku lihat dari setengah kepala nya seperti seekor kura kura tapi aku tidak yakin apakah benar makhluk ini kura kura?" Ujar Wang Xiang.
Wang Xiang tidak yakin bahwa makhluk itu adalah kura kura karena jenis dari bintang spiritual yang tersebar di seluruh penjuru dunia hampir tidak bisa diperkirakan, hanya beberapa binatang yang memiliki kekuatan besar yang mampu dikenali oleh manusia dan beberapa binatang spiritual yang umum ditemukan.
Bahkan burung yang sebelumnya Wang Xiang lihat juga cukup asing baginya meskipun terlihat jelas bahwa burung sebelumnya memiliki kekuatan besar dan dengan tubuh sebesar itu, pasti akan mudah untuk dikenali.
"Tidak mungkin aku naik ke atas, ketinggian ini hanya bisa digapai dengan terbang tapi jika aku terbang aku akan membuat masalah semakin besar" Ujat Wang Xiang menatap jauh ke dalam dimana batu spiritual terlihat bercahaya.
"Lebih baik aku menyusuri jalan ini, siapa tahu aku menemukan sesuatu yang bisa menghentikan makhluk ini" Ujar Wang Xiang kemudian dia masuk ke dalam tubuh makhluk itu, tidak pernah Wang Xiang sadari bahwa di dalam tubuh makhluk itu ada makhluk lainnya yang tinggal dengan kekuatan tidak lemah, makhluk itu sejak awal mengincar Wang Xiang ketika pemuda itu baru masuk dan ketika Wang Xiang masuk lebih dalam, diam diam makhluk itu mengikutinya dari belakang dengan menyeret ekornya yang panjang.
"Kau yakin jalan ini adalah jalan yang benar menuju sumber masalah yang membuat guncangan besar itu?"
"Apakah kau takut, aku tahu kau hanya bisa bersembunyi di bawah tempat tidur seperti seorang pengecut tapi ayolah, siapapun tahu guncangan itu bukan guncangan biasa"
"Rudra, apakah kau minta dipikul! Kau pikir aku orang bodoh sepertimu yang tidak tahu situasi dan keadaan"
__ADS_1
"Apa yang kau bilang bodoh, kau mengataiku bodoh tapi lihat dirimu, bahkan dirimu lebih bodoh dibandingkan denganku, berani beraninya orang tua pikun seperti dirimu mengataiku" Ujar orang yang dipanggil Rudra menatap tajam ke Arah seorang anak yang mana meskipun terlihat kecil, usianya sudah mencapai ribuan tahun.
"Ayolah kakek Rudra, Kakek Siris, kalian berdua sudah sama sama tua kenapa terus bertengkar masalah yang tidak jelas, lebih baik kalian tuliskan surat wasiat dan berikan padaku, mungkin kehidupan kalian akan lebih baik" Ujar orang yang lebih dewasa dari kedua orang itu yang mana membuat tatapan keduanya terarah padanya dengan sangat tajam.
"Fiko, sepertinya pelajaran yang aku berikan tidak pernah cukup bagimu, bagus kalau begitu, tanganku sudah mulai gatal dan sudah tidak sabar ingin memukulmu" Ujar anak yang dipanggil sebagai kakek siris mengalirkan Danqi ke tangannya tapi respon yang ditunjukkan oleh Fiko berbeda dari apa yang dia bayangkan.
Pemuda itu menghentikan langkahnya dan melihat jauh ke depan dengan keringat yang terlihat mengalir membasahi pipinya, melihat hal itu baik Siris maupun Rudra menoleh ke arah yang sama dan respon yang mereka tunjukkan tidak jauh berbeda dari pemuda itu.
"Apakah kau bercanda" Ujar Siris ketika melihat sebuah makhluk yang mana ukurannya melebihi semua hal yang pernah dia lihat sebelumnya.
Makhluk itu berada dekat dengan gunung tertinggi di dunia dan terlihat bukan hanya mereka yang terkejut tapi sebuah pasukan besar yang juga datang untuk memastikan sumber bencana juga terdiam ketika mereka melihat makhluk itu.
"Jujur saja kakek Siris, tidak ada yang bercanda di sini dan memang makhluk itu sangat besar, setengah kepalanya saja sebesar itu, aku tidak berani membayangkan sebesar apa tubuh Makhluk itu sebenarnya" Ujar Fiko menelan ludahnya sendiri.
"Kalian berpikir seperti apa yang aku pikirkan? lebih baik kita mundur untuk saat ini karena tidak mungkin kita bisa mengalahkannya" Ujar Siris tapi hal itu ditanggapi sinis oleh Rudra.
"Sudah kuduga kau adalah pengecut, jika dilihat dari ukuran Makhluk itu memang besar tapi dia tidak bergerak, akan lebih baik mengalahkannya dengan cepat" Ujar Rudra melesak pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kakek Rudra, dia benar benar nekad. Lebih baik kita…"
__ADS_1
"Dia mengataiku pengecut, kita lihat siapa yang pengecut di sini!" ujar Siris memotong apa yang akan dikatakan oleh Fiko dan dia melesak menuju ke arah makhluk itu mengejar Rudra.
"Entah kenapa aku merasa hal yang akan terjadi adalah hal yang buruk" Ujar Fiko yang terpaksa mengikuti keduanya pergi menuju makhluk itu.