
"Tempat ini cukup dalam untuk tubuh seekor makhluk hidup, baru kali ini aku berada di dalam tubuh makhluk hidup dan berjalan selama beberapa jam tapi tidak menemukan apapun atau menemukan ujung dari tempat ini" Ujar Wang Xiang, dia masih terus menyusuri gua yang dia masuki dari tubuh makhluk raksasa mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Batu Spiritual bercahaya yang menempel pada dinding dinding daging.
Setelah berjalan kurang lebih tiga jam, Wang Xiang tiba di ruangan yang cukup luas dan dia segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang karena dia merasakan ada yang sedang mengikutinya.
"Keluarlah, jika kau tidak keluar maka aku yang akan memaksamu untuk keluar!" ujar Wang Xiang yang mana setelah mengatakan hal itu, suara mendesis mulai terdengar jelas dan sesuatu keluar dari kegelapan.
Seekor binatang spiritual dengan tubuh menyerupai kerbau tapi dengan ekor ular muncul di depan Wang Xiang, wujud makhluk itu tidak terlalu aneh bagi Wang Xiang kecuali kapak yang ada di tangannya.
Bagaimana mungkin ada kapak ditempat seperti itu dan dari mana makhluk itu mendapatkannya? Jika terus dipikirkan kepala Wang Xiang benar benar terasa sakit dan tidak kuat menahan semua logika yang sudah tidak berlaku ditempat itu mulai dari pertumbuhan yang terbalik, binatang spiritual yang ukurannya tidak logis dan banyak hal lainnya.
Yang dia inginkan saat ini hanyalah pulang dan kembali ke dunianya secepatnya agar dia tidak terlibat masalah yang lebih merepotkan dibandingkan masalah ini karena dia menyadari, semakin lama dia berada di dunia ini, semakin aneh pola pikirnya mengenai pandangan dunia dan kehidupan.
"Ternyata ada binatang spiritual seperti ini, benar benar membuka pemahamanku" Ujar Wang Xiang, dia juga mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanannya dan menyiapkan serangan untuk menghadapi binatang spiritual yang jelas akan mengincar dirinya karena hanya dirinya yang ada disana.
Setelah beberapa saat berdiam dalam ketenangan, tanpa adanya peringatan binatang spiritual itu melompat ke arah Wang Xiang sambil mengayunkan kapak yang ada di tangannya hingga terlihat angin terbelah mengikuti ayunan kapak itu.
Melihat hal itu Wang Xiang tidak ingin mengambil resiko membangunkan makhluk raksasa yang ia jelajahi saat ini sehingga dengan pedang yang ada di tangannya, Wang Xiang menahan serangan itu meskipun dia belum mengetahui pasti kekuatan dari binatang spiritual yang dia hadapi.
__ADS_1
Benturan keras terjadi ketika senjata mereka bertemu yang mana karena benturan itu percikan api terlihat menyala cukup terang, tidak hanya itu tangan kanan Wang Xiang juga merasa kebas membuktikan kekuatan binatang spiritual yang dia hadapi saat ini tidak bisa diremehkan.
"Meskipun aku sudah berlatih keras sebelumnya, tapi aku masih belum bisa mengalahkan kekuatan fisik binatang spiritual ini, apakah makluk di dunia ini benar benar makluk hidup" Ujar Wang Xiang, dia terdorong mundur beberapa langkah ke belakang kemudian terlempar hingga menyeret tubuhnya di atas tumpukan daging yang dia pijak saat ini dan binatang spiritual itu kembali hilang dari pandangan Wang Xiang.
Medan yang kurang pencahayaan membuat pandangan Wang Xiang menjadi terbatas sementara Makhluk itu memiliki pandangan yang lebih luas di dalam kegelapan karena memang tubuh makhluk raksasa adalah tempat tinggalnya.
"Tidak bisa seperti ini, jika tidak ada cahaya ditempat ini maka aku yang akan kalah!" Ujar Wang Xiang, dia mengalirkan Danqi ke dalam pedang miliknya yang mana hal itu membuat pedangnya bercahaya dan membuat jarak pandang Wang Xiang sedikit lebih luas dibandingkan dengan sebelumnya.
Beberapa saat setelahnya Wang Xiang bisa merasakan makhluk itu berguncang dengan hebat membuatnya hanya bisa mengumpat karena ditempatkan dalam situasi yang begitu menyulitkan.
****
"Makhluk ini tidak berbahaya, bahkan dia tidak bereaksi meskipun kita berada di sini bukan" Ujar Rudra kemudian dia melapisi pukulannya dengan Danqi dan melancarkan sebuah pukulan keras pada makhluk itu.
Ketika pukulan Rudra menghantam tubuh makhluk itu, ledakan besar terjadi disertai oleh kepulan asap yang tercipta dari tanah yang berterbangan, selain itu tidak ada yang terjadi pada makhluk itu, Makhluk itu hanya diam meskipun mendapatkan pukulan yang bisa menghancurkan batu karang sekalipun.
"Hei, apa yang kau lakukan orang tau sialan, kau ingin membunuh kita semua ha!" Siris adalah yang pertama bereaksi setelah Rudra melancarkan pukulan keras pada makhluk itu, dia tidak pernah berpikir bahwa kakek tua dengan kulit anak anak itu melancarkan serangan yang tidak terduga.
__ADS_1
"Kau takut? Heh kau memang pengecut yang tidak berguna. Lihat meskipun aku sudah memukul makhluk ini dengan sangat keras dia tidak bereaksi bukan, jadi tidak ada masalah" Ujar Rudra kemudian dia melihat ke atas makhluk itu dan dengan cerobohnya dia mengajukan tantangan kepada yang lain.
"Hei, bagaimana kalau kita pergi ke atas kepala makhluk ini. Dilihat dari tingginya sepertinya makhluk ini menyimpan sesuatu yang menarik" Ujar Rudra yang mana hal itu membuatnya mendapatkan penolakan keras dari Siris dan Fiko.
"Apa yang kau katakan, kau memang sudah gila ya meminta kami untuk melakukan sesuatu yang begitu berbahaya"
"Kakek Rudra, sepertinya apa yang kau usulkan bisa membuat kita berada dalam situasi yang berbahaya jadi lebih baik jangan lakukan hal itu" Ujar Fiko yang mana hal itu hanya ditanggapi sinis oleh Rudra.
"Cih, kalian memang pengecut sejak awal, kalau kalian tidak mau aku akan pergi sendirian" Ujar Rudra kemudian dia terbang ke atas Makhluk itu.
Memang dari atas tidak terlalu terlihat bahwa Makhluk itu bergerak tapi dari tempat berdirinya Fiko dan Siris saat ini, mereka bisa melihat tanah di sekitar makhluk itu mulai bergerak dengan sangat cepat.
"Gawat, kakek Rudra cepat turun dan pergi dari sana atau kita akan berada dalam bahaya" Ujar Fiko tapi karena jarak Rudra yang sudah cukup jauh, suara pemuda itu tidak terdengar olehnya membuatnya terpaksa harus terbang untuk menolongnya dan juga Siris juga harus turut terlibat dalam hal itu.
Mereka tidak pernah berpikir bahwa tujuan awal yang hanya ingin mengetahui mengenai sumber dari guncangan besar akan berakhir dalam bahaya yang begitu besar.
Mungkin itulah yang dimaksud dengan menjaga lisan dengan baik, tanpa disadari apa yang dikatakan. Oleh Fiko sebelumnya menjadi kenyataan bahwa kedua orang tua itu akan membuat masalah bagi seluruh dunia dan juga bencana besar.
__ADS_1
Entah semua itu kebetulan atau takdir, tidak ada yang tau semua itu.