
Gerakan yang sangat gesit, dipadukan dengan langkah langkah yang sangat mematikan membuat serangan yang dilancarkan oleh Wang Xiang untuk menahan anak panah yang mengarah padanya berefek pada mental Rox dan juga John sampai keduanya tidak bisa berkata kata.
Mereka tidak pernah melihat ada orang yang dengan santainya menari nari di tengah tengah hujan panah seperti apa yang dilakukan oleh Wang Xiang karena siapapun yang melakukannya sudah jelas bahwa dia adalah orang gila karena kemungkinan bisa melakukan hal itu hampir mendekati nol persen dan bisa berakibat fatal bahkan kematian.
"Darimana datangnya orang ini, kemampuannya benar benar tidak biasa!" ujar John menatap ke arah Wang Xiang dengan kagum sambil mempererat cengkramannya pada palu yang ada di tangannya. Jelas bahwa anak itu sangat marah terhadap Wang Xiang karena beberapa hal.
Sementara itu terlihat Rox menunjukkan senyuman tipis di wajahnya tapi dia tidak menghentikan serangan yang dilancarkan terhadap Wang Xiang justru menambah kecepatan serangan dan kekuatan dari setiap anak panah yang dia ciptakan untuk menghujani Wang Xiang bahkan beberapa anak panah ditambahkan dengan kekuatan peledak di dalamnya.
Meskipun terlihat ketertarikan dari raut yang ditunjukkan oleh Rox, tapi anak itu tetap melancarkan serangan terhadap Wang Xiang tanpa ampun seolah Dia sedang menguji kekuatan yang dimiliki oleh Wang Xiang dan memastikan sesuatu dari pemuda itu yang dia lihat masih samar-samar.
Tidak jelas apa yang coba Rox pastikan dari kehadiran Wang Xiang tapi jika mengingat kata-kata yang diucapkan oleh Rox sebelumnya bahwa dia menunggu seseorang yang bisa mengubah dunia dan juga semua penduduk yang ada di dalamnya maka kemungkinan besar orang yang dimaksud adalah Wang Xiang meskipun Untuk identitas dari orang itu sendiri baik Rox maupun semua orang yang ada di dunia tidak tahu karena apa yang dia dengar hanya ramalan kuno yang mulai terlupakan sejak ribuan tahun lamanya.
"Serangan seperti ini jangan harap bisa melukaiku!" ujar Wang Xiang, dia membentuk beberapa lingkaran di sekelilingnya dan terlihat cangkang kura kura berjumlah dua belas buah muncul dan mengitari tubuh Wang Xiang yang mana cangkang kura kura itu berperan sebagai tameng untuk melindungi dirinya dari hujan anak panah yang terus dilancarkan oleh Rox padanya.
__ADS_1
"Kau ingin bersembunyi, jangan harap semudah itu kau bisa melakukannya karena aku tidak akan membiarkannya!" ujar Rox menarik tali busurnya dengan kuat sampai sampai membuat tali busur yang ditarik membuat busur panah yang digunakan melengkung dengan sangat hebat dan sebuah anak panah berwarna merah muncul disertai oleh lingkaran dengan pola pola yang mengitarinya membuat Wang Xiang terkejut ketika melihat apa kemampuan dari jurus itu, satu tembakan untuk menghancurkan segalanya.
"Panah penembus surga!" ujar Rox dan setelahnya anak itu melepas tali busurnya, anak panah melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Wang Xiang hingga membuat jalur kehancuran dari daratan yang dilaluinya.
Kehancuran yang merembet begitu cepat mengarah ke arah Wang Xiang yang saat ini dilindungi oleh cangkang kura kura dan Boom…ledakan besar terjadi diikuti oleh gelombang kejut yang sangat kuat menyapu semua dedaunan kering dan debu yang ada di sana sampai bersih.
Tidak hanya itu, hembusan angin membuat semua puing bangunan yang ada di sekitar sana berterbangan ke berbagai arah.
Setelah ledakan besar itu terlihat Wang Xiang melompat mundur ke belakang dengan luka dalam yang cukup parah, bahkan Wang Xiang harus memegangi dadanya dan menahan perasaan ingin muntah karena dia tahu jika dia muntah di sana, bukan hanya makanan yang dia makan yang akan keluar melainkan darah dari luka dalam yang dia dapatkan.
Melihat hal itu Wang Xiang hanya bisa mengumpat karena ketiganya sama sama menjadi beban baginya dan dia tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja setelah mereka membantunya menuju kota terdekat meskipun mereka tidak tahu hasilnya akan seperti ini.
"Jika kau ingin pergi maka mereka tidak akan bisa melihat dunia ini untuk selamanya setelah semua yang terjadi, jadi apa pilihanmu?"tanya Rox menatap ke arah Wang Xiang diikuti oleh semua orang termasuk Siris dan yang lainnya.
__ADS_1
Mereka bertiga menatap ke arah Wang Xiang dengan penuh harap membuat Wang Xiang takluk beberapa saat setelahnya.
"Baiklah, aku tidak akan pergi tapi katakan padaku apa yang kalian inginkan agar kalian bisa membebaskan mereka?" Tanya Wang Xiang diikuti senyuman sinis dari Rox.
"Aku tidak ingin sesuatu yang merepotkan, serahkan nyawamu sebagai ganti dari nyawa mereka bertiga, setelah itu semua akan kami anggap selesai" Ujar Rox yang mana membuat Siris dan yang lainnya terkejut.
****
"Dia benar benar bodoh, sebenarnya apa yang dia lakukan kenapa lama sekali memenuhi syarat yang aku berikan, apakah sebaiknya aku tidak memberikan syarat itu? Tidak tidak. Aku harus memberikan syarat itu agar semuanya lebih jelas dan aku bisa bebas dari belenggu yang ditinggalkan oleh tuhan" ujar anak kecil yang ada di puncak gunung tertinggi melihat ke bawah.
Perawakan dari anak itu lebih lucu dibandingkan dengan suaranya yang terlihat seperti orang tua. Anak itu memiliki sepasang bola mata berwarna biru cerah dan sebuah syal berwarna putih yang mengalung di lehernya dan terlihat kibasan dari syal itu ketika angin sedikit bertiup.
"Gunung ini sudah lama dijadikan sebagai tiang yang mengurug makhluk itu dari merusak alam semesta dan mungkin saja hanya aku yang ada di tempat ini orang yang bisa mengalahkannya, akan tetapi segel ini juga menahan kekuatanku untuk keluar sebelum seseorang menghancurkan altar yang ada di dalam tubuh makhluk itu" Ujar anak itu melihat makhluk kura kura raksasa yang berada di bawahnya dan tampak makhluk kura kura melangkahkan kakinya yang menciptakan kehancuran berskala besar.
__ADS_1
"Tapi jika dia memang memiliki token dewa kuno di dalam tubuhnya kemungkinan aku bisa segera keluar dari sini" Ujar anak itu sambil menatap jauh ke kota tempat Wang Xiang berada saat ini.
"Sayang sekali dia tidak mengetahui keadaan sebenarnya dari dunia ini dan kenapa meskipun semua orang memiliki sumber daya yang berlimpah dan bakat yang sangat baik tapi tidak berusaha untuk mencapai puncak" Ujar anak itu dan apa yang dibicarakan adalah sesuatu mengenai semua penduduk dunia yang terlihat aneh dibandingkan dengan segalanya.