
Pasukan besar yang sebelumnya hanya mengamati makhluk besar itu dari kejauhan dikejutkan dengan getaran kuat yang terjadi di tanah. Mereka segera beranjak dari tempat mereka dan melihat apa yang terjadi sebelum menemukan sebagian kepala makhluk yang muncul di tanah mulai terangkat ke atas dan memperlihatkan leher yang begitu besar dan panjang.
Diperkirakan leher makhluk itu mencapai panjang dan ketinggian seratus kilometer dan masih bisa terus bertambah selama seluruh tubuhnya belum keluar dari tanah dan terlihat rantai raksasa mengikat leher makluk itu.
Disaat itu mereka menyadari bahwa makhluk itu adalah ancaman besar bagi mereka semua sehingga terlihat komandan pasukan menyiapkan regu pemanah untuk melancarkan serangan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Dengan jarak yang kurang lebih berada di dua kilometer dari keberadaan makhluk itu, tentu bukanlah hal yang mudah untuk melepaskan anak panah kecuali di aliri oleh Danqi yang begitu besar, sehingga kebanyakan pemanah setidaknya memiliki ranah pelatihan jendral atau lebih tinggi dari itu agar bisa menjangkau tubuh makhluk itu.
"Angkat busur kalian dan bidik dengan baik makluk itu!" Ujar Komandan pasukan sambil mengangkat tangan kanannya dan ketika dia menurunkan tangan kanannya, hujan anak panah melesat menuju makhluk itu dan menciptakan ledakan demi ledakan di permukaanya.
Sebenarnya tanpa membidik sekalipun serangan mereka pasti akan kena karena ukuran makluk itu sangat besar dan luas, memanah dengan asal pasti akan kena.
Ketika panah panah itu diluncurkan Danqi yang ada di udara terlihat semakin kacau dan gerakan dari Danqi mulai terasa tidak beraturan, guncangan yang lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya kini terjadi yang mana guncangan itu membuat dampak bagi seluruh dunia bahkan kali ini gunung tertinggi di dunia juga terlihat berguncang karena getaran yang dihasilkan.
"Alihkan sasaran, berpindah ke mata bagian kiri!" Ujar Komandan memberikan arahan dan hujan anak panah dengan kekuatan besar kembali menghujam ke arah makhluk itu.
***
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan makhluk ini, aku hanya mengeluarkan sedikit Danqi, kenapa dia berguncang dengan hebat" Ujar Wang Xiang yang mana setelah dia mengatakan hal itu, dia merasakan bahaya mendekat dari belakang tubuhnya hingga dia menundukkan kepalanya dan terlihat sebuah kapak terlempar dan menancap di antara tumpukan daging.
"Ternyata di sana!" ujar Wang Xiang, dia segera berbalik dan mengibaskan pedangnya yang mana gelombang cahaya bergerak menuju ke arah binatang spiritual itu tapi dengan mudah dihindari olehnya.
Medan pertarungan adalah sesuatu yang sangat berpengaruh dalam pertempuran, seseorang yang menguasai Medan pertarungan akan memiliki banyak keunggulan dan peluang dari setiap hal yang terjadi.
Wang Xiang saat ini tidak bisa bertarung dengan serius karena takut akan membuat makhluk itu bangkit lebih cepat dari seharusnya meskipun pada kenyataannya, meskipun Wang Xiang tidak bertarung dengan serius sekalipun makhluk itu akan tetap bangkit akibat serangan dari luar yang terus terusan tanpa henti dan beberapa orang yang terbang di atas Makhluk itu.
Tanpa Wang Xiang mengeluarkan Danqi dan kekuatannya sekalipun, jika semua orang yang ada di luar makhluk itu terus melakukan hal yang membuat makhluk itu bangkit maka hasilnya sama saja.
Binatang Spiritual itu menggerakan ekornya untuk meraih Wang Xiang dan melilitnya dengan sangat erat, Wang Xiang berusaha mengayunkan pedangnya tapi ekor binatang spiritual itu menghalanginya melakukan hal itu, malahan sebaliknya, binatang spiritual itu melompat ke arah Wang Xiang dan menghantamkan kepalanya ke arah dada Wang Xiang membuatnya terlempar beberapa langkah ke belakang dengan luka yang terbuka cukup lebar.
Selain itu di tangan kanan Wang Xiang juga diselubungi oleh lingkaran yang mana lingkaran itu membakar pedang yang ada di tangannya dengan api yang berwarna ungu terang.
"Tebasan Api Budha iblis" Ujar Wang Xiang menebaskan pedangnya yang mana ketika dia melakukan hal itu, kobaran api yang menyelimuti pedang milik Wang Xiang seolah olah menari nari dengan gembira dan membakar segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
Terlihat binatang Spiritual itu akan menahan serangan Wang Xiang tapi ketika akan menahan serangan itu, tangannya melepuh hingga akhirnya seluruh tubuh binatang itu berubah menjadi abu.
__ADS_1
Meskipun demikian luka yang diderita oleh Wang Xiang cukup dalam, bahkan terlihat darah menetes dari luka yang terbuka di tubuh Wang Xiang membuat pemuda itu segera mengambil sikap lotus dan menelan beberapa sumber daya untuk memulihkan dirinya.
Lima belas menit telah berlalu dan saat ini terlihat Makhluk raksasa sebelumnya memang seperti apa yang dipikirkan oleh Wang Xiang, seekor kura kura raksasa dengan leher dan empat kakinya yang dirantai oleh rantai yang sangat besar menembus dunia.
Sebelumnya para pemanah bisa memanah mata makhluk itu tapi sekarang tidak, tinggi makhluk itu saat ini lebih dari dua ratus kilometer dengan panjang lima kali lipat dibandingkan dengan tingginya, bahkan ukuran kaki dari makhluk itu sudah cukup untuk menghancurkan sebagian dari kota besar.
Orang orang yang sebelumnya menyerang makhluk itu juga tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan, mereka berusaha untuk menghentikan makhluk itu atau berusaha untuk membangkitkannya karena jelas setelah menerima rentetan serangan yang mereka keluarkan, bukannya berhenti makhluk itu justru semakin bangkit dari tempatnya.
"Semuanya jangan panik, makhluk itu masih diam di tempatnya dan diikat oleh rantai, kita serang dari jarak dekat mungkin bisa melukainya" Ujar komandan pasukan yang mana setelah mengatakan hal itu, dia dan semua pasukannya bergerak menuju ke arah makhluk itu dengan barisan yang rapi.
****
"Lihat Rudra, karena apa yang kau lakukan bukannya meredakan situasi malah membuat makhluk ini benar benar terbangun" Ujar Siris dengan tubuh bergetar, sejak awal dia dan yang lainnya tidak turun ke bawah karena di bawah kaki mereka semua pohon dan makhluk hidup digulung habis oleh tanah.
Jika mereka berada di sana pasti mereka akan kehilangan nyawa.
"Anu, menurut kalian Binatang spiritual ini pemakan daging atau tumbuhan?" Tanya Rudra menatap dua temannya yang hanya bisa menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Dilihat dari jenisnya makhluk ini memakan segalanya baik daging dan tumbuhan, semua ini salahmu karena kau tidak mendengarkan apa yang kami katakan!" ujar Fiko menunjuk ke arah Rudra.
"Jika makanannya adalah daging aku rasa dia tidak akan memakanku karena bauku saat ini tidak enak" Ujar Rudra. Terlihat celana anak itu basah yang mana membuat Siris dan Fiko menjauh darinya karena bau yang dikeluarkan begitu menyengat.