Guru Ajar Tuan Muda

Guru Ajar Tuan Muda
Bab 13 | Kelicikan Leyza


__ADS_3

"Aku ingin menambah koleksi legoku, "


"Baiklah, "


Setelah mengiyakan permintaan puteranya, Arson bergegas memarkikan mobil miliknya agar tidak mengganggu pengendara lain yang berlalu lalang. Setelah itu Arson keluar dari mobil lalu masuk ke dalam toko mainan anak-anak untuk membelikan sebuah lego kesukaan Yanza.


Di dalam mobil Yanza hanya berdiam diri sembari menunggu sang ayah selesai membeli apa yang ia minta, sampai akhirnya sebuah suara berisik yang berasal dari kaca mobil membuat Yanza seketika menoleh. Di saat itulah dirinya melihat segerombolan pria berpakaian serba hitam menggedor-gedor jendela mobil dengan terus menyuruh Yanza untuk keluar.


"Buka pintunya! atau aku ledakan mobil yang kau tumpangi dasar bocah ingusan," cibir salah satu dari mereka dengan menatap tajam Yanza yang balik menatapnya tak kalah tajam.


'Ck, dia kira aku mudah untuk di bodohi?'


"Woy bocah ingusan! buka pintunya sebelum aku menggunakan alat ini untuk menghancurkan kaca mobil sialan ini, " timpal yang lainya lagi dengan menodong sebuah palu berukuran sedang yang mampu membuat kaca di depanya pecah seketika.


Yanza hanya diam saja sembari meraih mainan lego miliknya yang dirinya simpan di saku jaketnya, orang-orang di luar mobil yang melihat Yanza tidak memperdulikan mereka. Seketika pria yang barusan mengancam itu langsung memukul kaca mobil hingga membuatnya hancur berkeping-keping.


Prang!


Kaca itupun pecah berhamburan, namun beruntungnya Yanza duduk jauh dari kaca jendela sebelah kiri jadi dia tidak terluka sama sekali namun membuat mereka semakin menggeram karena Yanza masih bersikap acuh tidak memperdulikan keberadaan mereka.


"Dasar kurang ajar! "


"Apa!? siapa yang kurang ajar? bukankah kau yang kurang ajar? begitu berani memecahkan kaca mobil orang begitu saja tanpa memikirkan akibatnya? " ucapnya sinis menatap pria yang memakai topeng itu.


Jebret!


Karena emosi akhirnya pria itu membuka pintu mobil dengan paksa, lalu tanpa pikir panjang dia langsung menyeret Yanza untuk keluar.


"Akkh! "


Pekik Yanza yang mendarat di tanah dengan rasa nyeri yang ikut serta menemaninya, dia tidak menyangka jika pria itu akan melakukan hal gila seperti ini bahkan melemparnya.

__ADS_1


"Woy! dasar manusia biadap kalian, apakah begitu miskin hidup kalian sehingga tidak mampu untuk membayar biaya sekolah? sampai-sampai tidak mengerti norma-norma, " ujar Yanza seraya bangkit lalu menatap mereka dengan tajam.


"Mulutmu begitu berani rupanya bocah ingusan, apa kau tidak takut jika aku menyobek mulutmu itu sekaligus memotong lidahmu? " ancam pria yang dari tadi paling terdepan dari yang lainya.


Sementara teman-temanya saling berbisik di belakang pria itu, mereka tidak menyangka jika temanya itu sungguh berani.


"Apa dia tidak ingat dengan perintah Nona Leyza? "


"Sepertinya tidak, "


"Atau jangan-jangan dia amnesia? "


"Mungkin, atau dia stres karena istrinya justru lebih memilih ayah tirinya jadi dia melampiaskan semuanya kepada bocah malang itu. "


"Yasudah, biarkan saja dia melampiaskan emosinya asal kita tidak ikut-ikutan. "


"Betul itu, karena jika itu terjadi sudah di pastikan polisi akan membawa kita. "


Yanza tidak bergeming dengan ancaman pria di depanya, dia tahu betul jika apa yang di ucapkanya hanyalah omong kosong.


"Kau, " geram pria itu lalu tanpa sungkan langsung melayangkan tanganya hendak menampar bocah cilik di depannya itu.


Plak!


"Akh! "


"Nona Leyza," lirih mereka bertiga namun Leyza langsung menatap mereka tajam hingga mereka kembali dengan sikap awal.


"Siapa kau!? " tanya pria yang tanganya meleset hingga menampar pipi Leyza tadi, dengan nada tinggi dan mata yang membesar sebesar jengkol itupun tidak lupa dia arahkan untuk membuat Nona-nya tidak marah.


"Bukan urusanmu dasar pria rendahan!" ujar Leyza dengan penuh penekanan sementara pria itu hanya mengikuti ekting Leyza dengan berpura-pura menggeram kesal.

__ADS_1


Leyza lalu beralih ke arah Yanza yang menatapnya dengan rendahan, dia sudah tahu jika semua ini adalah rencana licik Leyza apalagi dugaanya di dukung ketika gendang telinganya mendengar mereka mengucapkan 'Nona Leyza'.


Gadis itu lalu berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Yanza, lalu memperhatikan tubuhnya dengan raut wajah khawatir.


"Kau tidak apa-apa kan Yanza sayang? " tanya Leyza sementara Yanza hanya berdecih merasa jijik dengan kepura-puraan Leyza yang terkesan sangat murahan.


"Kau siapa hah!? kalau kau hanya ingin mengganggu saja lebih baik pergi saja sana karena yang aku inginkan hanya bocah ingusan ini bukan kau wahai wanita murahan, " cibir pria itu sementara dua temanya hanya menonton saja sembari menyeruput satu es teh yang di belinya barusan pada pedagang keliling.


"Lihatlah, mereka sangat pandai dalam berekting. "


"iya, dan aku yakin pasti jika mereka mendaftar untuk menjadi artis drama mereka akan di terima, "


"Iya, itu sudah pasti. Tapi lebih baik kita menonton saja disini kan lumayan dapat film action secara geratis tanpa perlu ke bioskop apalagi ini live, "


Mereka kembali saling berbisik-bisik sembari sedikit menjauhkan jarak mereka untuk lebih bebas berbisik-bisik tanpa takut mendapatkan tatapan tajam dari Leyza.


"Apa!? kau berani me~"


"Ada apa ini? "


Suara bariton berhasil mengalihkan pandangan mereka semua, dan Leyza langsung senang ketika melihat Arson berjalan mendekat dengan gagah membawa beberapa paper bag berisikan banyak mainan untuk Yanza.


"Kakak Arson, tadi mer~" sebelum menyelesaikan ucapanya yang dia buat begitu takut, tatapanya langsung memberi kode kepada orang suruhanya untuk segera pergi.


"Ehek ukuk ukuk, "


Salah satu mereka yang tengah asyik menikmati es teh sekarang langsung tersedak begitu dua temanya menyenggolnya hingga es batu yang sudah masuk ke dalam mulutnya langsung meluncur ke tenggorokan dengan begitu mulus.


Temanya yang menyadari hal itu langsung menariknya untuk membawanya pergi, dan pria yang tersedak itupun terpaksa berlari sembari menahan sakit di tenggorokanya.


"Mereka kenapa? " tanya Arson yang sudah tahu dengan apa yang terjadi namun lebih baik pura-pura tidak tahu saja supaya gadis di depanya itu puas.

__ADS_1


"Me-mereka tadi hendak mencelakai Yanza, ta-tapi kak Arson tidak perlu khawatir karena aku berhasil menghalanginya walau pipiku harus kena tampar oleh pria keji itu. " jelas Leyza panjang lebar, berharap Arson akan mempercayainya.


Arson menoleh ke arah Yanza yang hanya menghendikan bahunya acuh, lalu masuk ke dalam mobil begitu saja.


__ADS_2