Guru Ajar Tuan Muda

Guru Ajar Tuan Muda
Chapter Thirty Three .. Bertemu


__ADS_3

Tak terasa, kini sudah tiga tahun berlalu. Dan selama itu juga, kehidupan Fathia semakin berubah. Ekonominya makin membaik, bahkan sudah bisa membeli rumah yang lebih nyaman dari sebelumnya. Dirinya juga sudah mempunyai usaha sendiri yang berupa toko yang menjual sweater, kaos kaki dan topi yang mulanya berasal dari benang wol. Awalnya Harra yang membuatnya untuk mengisi waktunya. Hingga lambat laun apa yang di buatnya menjadi banyak dan Fathia seketika mendapatkan ide yang bisa di katakan sangat cemerlang, yaitu membangun usaha Warme Draad Harfa.


Fathia juga semakin dekat dengan Jeremy, Kakak Villins. Seperti sekarang ini, mereka berdua tengah duduk berdua di toko Zoet Brood Enier. Tempat Fathia bekerja, sedang menikmati cake dengan rasa kesukaan mereka masing-masing.


Tetapi Jeremy tampak tidak begitu menikmati makanan manis tersebut, justru pria dewasa itu lebih memilih untuk memandang wajah cantik Fathia. Apalagi gadis berambut gelombang itu menggelung rambutnya hingga membuat Jeremy bisa leluasa memandang.


"Kak, kenapa cakenya tidak di makan?" tanya Fathia, namun Jeremy tak menjawab. Dia malahan mengulurkan tangannya dan menempelkan jari jemarinya di sekitar bibir mungil Fathia yang terdapat cream stroberi.


Pandangan mereka seketika bertemu, saling tatap menatap. Membuat jantung Fathia berdetak cepat, apalagi saat ibu jari milik Jeremy mengusap sekitaran bibirnya dengan sangat lembut. Dan sama seperti yang dirasa Fathia, jantung Jeremy ikut berdetak tak kalah cepat saat ibu jarinya menyentuh bibir Fathia yang kenyal dan basah berwarna pink kemerahan.


"Sangat cantik, "


"Sangat tampan, "

__ADS_1


Tanpa sadar, mereka mengucapkan sebuah kata pujian secara bersamaan. Namun, hal tersebut belum jua menyadarkan mereka. Malahan tatapan keduanya semakin dalam, membuat pelanggan yang kebetulan ada di saat itu jadi terbawa perasaan. Hingga akhirnya suara seseorang berhasil membuat Fathia serta Jeremy salah tingkah.


"Tolong ya tuan dan nona , hargai wanita yang masih sendiri ini." Villins menegur dengan suaranya yang di perbesar.


Fathia menunduk malu, sedangkan Jeremy tampak berusaha untuk tetap tenang. "Tumben Kamu ke sini,"


Villins tidak langsung menjawab, gadis itu lebih memilih untuk menarik piring kecil berisikan cake rasa matcha milik sang Kakak dan tanpa ragu langsung di santapnya habis hanya dengan tiga suapan.


"Vader suruh Kakak buat pulang sekarang, katanya ada hal penting yang mau di bicarakan." jawab Villins jujur.


"Oh iya, hati-hati ya kak. " balas Fathia tersenyum manis yang di balah senyuman juga.


"Iya, kamu juga hati-hati kerjanya. " ujar Jeremy membuat Fathia menunduk malu, hanya malu.

__ADS_1


"Ehm! ehm, aduh tenggorokanku kering rasanya. " celetuk Villins seraya tanganya mengambil sebuah gelas minuman yang di atas nampan yang dibawa oleh pegawai lalu langsung meneguknya hingga tandas.


Jeremy langsung berjalan pergi tanpa menghiraukan adiknya yang sudah menyindirnya secara tidak langsung.


Villins yang merasa di tinggal, langsung mengambil sikap hendak lari. "Fa, aku pamit ya."


"Iyaa, " Fathia menjawab bersamaan dengan perginya Villins.


Selanjutnya Fathia beranjak pergi, namun saat hendak menuju dapur. Tanganya di cekal oleh seorang pegawai perempuan yang berjaga di kasir.


"Fathia titip ya!" ujarnya dan langsung pergi terbirit-birit menuju ke arah belakang, mungkin mau ke toilet.


"Angel! ini titip sekalian. " seru Fathia meletakkan piring kecil yang sedari tadi di genggamnya di tempat khusus untuk mengambil piring kotor bekas pelanggan.

__ADS_1


Angel hanya mengangguk mengijinkan, lalu segera pergi. Sementara Fathia langsung membalikkan tubuhnya, namun alangkah terkejutnya saat melihat seorang pria dewasa bersama bocah cilik sedang berdiri menatapnya dari atas sampai bawah.


"Ketemu lagi, "


__ADS_2