Guru Ajar Tuan Muda

Guru Ajar Tuan Muda
Metamorfosis


__ADS_3

Di teras rumah keluarga Marvous sudah nampak Mara, Leyza, Certi, serta Sondrik. Empat orang tersebut tengah menunggu kedatangan Arson dan Yanza yang seharusnya pagi ini sudah sampai.


"Mana? katanya mereka mau datang," celetuk Son dengan nada ketus, Certi yang mendengar perkataan suaminya langsung mendelik lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Son.


"kalau kau benar-benar menginginkan harta Mara, maka bersikaplah baik wahai suamiku. karena tidak ada yang geratis." bisik Certi, sementara Son hanya bisa membatin kesal.


'Aku tau itu wanita gendut yang membuatku merasakan sesal sudah menikahimu,'


"Aku tahu kau sedang mengumpatiku, Sondrik Alsyadat." Certi kembali berbisik kepada Son.


"Menyingkirlah, kau membuat telingaku panas saja." ketus Son dengan menggeser tubuhnya, sedangkan Certi yang mendengarnya tambah sewot.


Lain halnya dengan Mara dan Leyza yang berdiri cukup jauh dengan Certi dan Son, hingga membuat dua wanita beda usia tersebut tak mengetahui dengan apa yang di lakukan sepasang pasutri di belakang sana.


"Nah mereka sudah datang," ujar Mara tersenyum cerah saat melihat mobil jenis Toyota Voxy mulai berjalan di halaman rumah setelah security yang berjaga di pos membukakan gerbang, sementara Leyza semakin merasa gugup.


'Amankan detak jantungmu Ley, jangan sampai bersikap konyol.'


Leyza terus membatin dengan tanganya yang memainkan jari-jari lentiknya, sampai akhirnya orang yang di sukainya telah berdiri di depanya.


"Arson," sapa Mara yang langsung memeluk anak semata wayangnya, sementara Arson langsung membalas pelukan sang ibu.


"Yanza, " Leyza memanggil nama anak kecil yang berusan turun dari mobil dengan mata yang setengah tertutup karena masih merasa ngantuk.


Sementara yang di penggil tak menggubris, walaupun Leyza sudah merentangkan kedua tanganya untuk bersiap memeluk.


"Giliran aku!" cetus Yanza seraya memisahkan ayahnya yang sedang melepas rindu walaupun dirinya sering kali berpisah karena tugas yang ia timba,


hingga setelah pelukan itu terlepas. Tanpa basa-basi lagi, Yanza langsung memeluk sang Nenek yang menyambutnya dengan senang hati.


"Bagaimana kabar Nenek? apa mereka bersikap baik selayaknya tamu? Mereka tak memberikan Nenek racun 'kan." pertanyaan beruntun langsung Yanza lontarkan dengan posisi masih mendekap erat tubuh renta yang usianya sudah tak muda lagi.


Certi dan Son yang mendengar kata tanya 'an dari Yanza yang menggunakan nada lumayan kencang, langsung dengan kompak menatap Yanza penuh emosi karena tak terima. Namun saat Mara menoleh dengan tatapan rasa bersalah, langsung memandang ke arah lain. Pura-pura tak mengetahui.

__ADS_1


"Ya ampun Yan, kamu suka banget bercanda ya'. Kami gak bakal bertindak bodoh kayak begitu kok, kita semua 'kan keluarga yang sejatinya harus saling melindungi." ujar Leyza dengan menggunakan Kata-kata yang terdengar bijak, gadis muda tersebut berharap agar suasana kembali stabil.


'Untung Leyza langsung bertindak, karena kalo enggak bisa gawat. ' batin Certi.


"Hehe, iya dong Tante. Aku kan tampan jadi suka bercanda, jadi tolong jangan sampai candaan-ku kalian praktekan ya." sautnya dengan terkekeh kecil yang membuat Leyza tersenyum kecut, merasakan sebal yang begitu terasa.


Sedangkan Arson hanya bisa menahan tawa dengan apa yang tengah di lakukan bocah tengil, pria berstatus duda tersebut merasa begitu Good Mood apabila ada Yanza.


"Sudah-sudah, lebih baik ayo masuk. Sarapan pasti sudah siap," Mara yang takut perkataan Yanza semakin menyinggung langsung menyela.


"Apa Bibi juga memasak hewan laut?" tanya Yanza yang di angguki oleh Mara, sontak saja. Yanza langsung merasa gembira hingga dirinya langsung berlari masuk ke dalam rumah, walaupun ia masih merasa ngantuk. Tapi perutnya juga merasa sangat lapar.


...━━━━━━ ◦ ❖ ◦ ━━━━━━...


Sampai waktu terus bergilir, Fathia akhirnya sudah kembali melakukan aktifitasnya untuk mengajar Yanza. Hari ini tepatnya hari Kamis, adalah materi IPA. Dimana Fathia akan menjelaskan kepada Yanza tentang pertumbuhan beberapa hewan dengan menggunakan mahluk hidup itu langsung dengan cara mencarinya terlebih dahulu, seperti contohnya sekarang ini. Dimana Fathia tengah mengajak Yanza untuk menangkap serangga seperti kupu-kupu, Belalang, kumbang yang ada di taman rumah Marvous.


"Tuan muda, itu ada kupu-kupu. Ayo tangkap," ujar Fathia memberi instruksi kepada Yanza yang langsung menoleh ke arah salah satu bunga yang di tunjuk, bibirnya seketika langsung tersenyum dengan kakinya yang melangkah mendekat dengan hati- hati agar tak membuat serangga cantik tersebut terbang setelah sekian kalinya.


Fathia yang berdiri di belakang terus tersenyum memandang Yanza yang mulai mengangkat jaring di tanganya hingga tanggan mungil itu mengayun untuk menangkapnya.


"Jangan langsung senang, coba lihat dulu." ujar Fathia yang menyadari satu hal, sementara Yanza menurut saja lalu mulai melongok ke arah jaringnya dengan wajah ceria yang langsung pudar saat tak melihat apapun.


"Hish, kenapa susah sekali? padahal hanya di tangkap bukan di goreng." gerutu Yanza dengan bibir mengerucut sebal.


Fathia yang mendengarnya terkekeh kecil. "Yanza, coba kau bayangkan berada di posisi kupu-kupu itu. Pasti akan melakukan hal yang sama 'kan? terbang menjauh, karena apa?"


"Merasa terancam," jawab Yanza spontan.


"Nah itu tahu," ucap Fathia dengan mencubit hidung mancung Yanza dengan gemas, sementara si pemilik alat pernapasan tak menolak. Sebab, dirinya mulai nyaman dengan guru privat-nya.


"Maka dari itulah, kamu harus membuatnya merasa aman." lanjutnya dengan tersenyum hangat, yang dimana senyuman itu membuat Yanza kembali bersemangat.


"Dia disana," ujar Yanza setengah berbisik dengan jarinya yang menunjuk ke arah pundak Fathia, sementara gadis yang tengah mencondongkan tubuhnya langsung mencoba untuk tidak bergerak saat mengerti maksud Yanza.

__ADS_1


"Ayo tangkap, tapi ingat. Buat serangga cantik ini merasa aman," bisik Fathia yang di sambut oleh anggukan kepala.


Yanza mengayunkan tanganya dengan mencoba untuk membuat sang kupu-kupu tidak kembali terbang.


"Yes dapat!" ucap Yanza lirih setelah jaring yang ia genggam telah mengurung hewan bersayap tersebut.


"Bagus, sekarang coba Tuan masukan ke dalam sini. " Fathia kembali memberi instruksi dengan menyerahkan kotak kaca yang tutupnya telah ia buka.


Selayaknya seorang murid, Yanza langsung menurut terhadap titah gurunya dengan mulai memasukkan kupu-kupu secara perlahan. Hingga setelah selesai, langsung di tutupnya dengan perlahan pula.


"Good job, sekarang ayo kita ke gazebo." ujar Fathia yang di iyakan oleh Yanza, setelahnya mereka berdua langsung berjalan menuju gazebo, Yang dimana disana beberapa serangga yang telah di dapatkan tengah menunggu di dalam toples kaca.


***


"Baiklah, sekarang mau mempelajari apa dulu?" tanya Fathia setelah duduk bersila dengan posisi berhadapan dengan Yanza.


"kupu-kupu dulu," jawab Yanza dengan riang gembira karena merasa begitu antusias.


"Kamu tau metamorfosis?" tanya Fathia yang di balas sebuah gelengan.


"Metamorfosis adalah sebuah perkembangan biologi pada hewan yang mengalami perubahan penampilan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan, perubahan kondisi fisik terjadi karena pertumbuhan sel atau proses yang terlihat pada organisme multisel yang secara radikal berbeda. Nah contohnya pada gambar ini Yan, " jelas Fathia menunjuk pada gambar yang ada di dalam buku.


"kupu-kupu mula-mula bertelur di permukaan tumbuhan, setelah itu telur menetas jadi larva atau ulat. Hingga pada waktunya ulst akan berhenti makan dan mulai menutupi tubuhnya dengan serat yang berasal dari air liurnya sendiri, setelah itu ulat kemudian memasuki fase kepompong. Dan selama fase itu, tubuhnya mengalami perubahan. Sampai saat-nya tiba, ulat keluar dari kepompong dengan wujudnya yang sudah sempurna, yaitu kupu-kupu yang indah." lanjutnya dengan begitu detail sembari menunjuk-nunjuk gambar proses metamorfosis.


"Nah, pada bagian kepala atau Head. Terdapat mata, mulut dan sepasang antena sebagai alat sensor. kupu-kupu memiliki mulut yang bentuknya tabung menggulung yang seperti belalai yang fungsinya untuk mengambil sari bunga atau nektar, pada bagian dada Thorax ada tiga pasang kaki dan empat buah sayap. Di bagian dada terdapat otot-otot untuk menggerakkan kaki dan sayap, kupu-kupu menggunakan kakinya untuk indera perasa. Sehingga ia dapat mengetahui rasa bunga yang di hinggapi nya, dan terakhir bagian perut Abodemen. Jantung, sistem pencernaan dan organ kelamin juga terdapat pada bagian ini." jelas Fathia hingga membuat Yanza mudah paham dengan satu kali penjelasan.


"Bagaimna? sudah paham, " tanya Fathia.


"Sudah," jawab Yanza jujur.


"Kalau begitu, aku akan jelaskan hewan berikutnya. " ucap Fathia dan setelah di persilahkan oleh Yanza, dirinya mulai menjelaskan dengan detail juga.


Hingga sangking asyiknya belajar, tanpa mereka sadari. Arson tengah memandang mereka berdua dari kemar dengan alis yang mengkerut.

__ADS_1


"Tumben, Yanza bisa jadi anak penurut." gumamnya dengan terus memperhatikan detail.


__ADS_2