
"Wah, dia disana. Apa kamu memperoleh informasi lain?" kata Belang
"Kabarnya dia telah membentuk aliansi..." kata Beo
"Apa benar seperti itu?" kata Belang
"Ya, Aku tahu dari Cekakak" kata Beo
"Betul memang begitu..." kata Cekakak
"Terus apa yang membuat ini perlu dibicarakan?" kata Belang
"Dengan mereka membentuk aliansi di khawatirkan bisa berbahaya bagi keselamatan Gutheng. Kamu masih ingat dengan kata-kata dia?" kata Beo
"Masih..." kata Belang
"Jangan anggap remeh kemungkinan itu masih ada walaupun dia sudah lama tidak menampakkan diri di daerah ini" kata Beo
"Jadi, bagaimana harusnya kita menyikapi hal ini?" kata Belang
"Kita juga membentuk aliansi..." kata Beo
"Kamu berlebihan Beo! untuk apa membuat aliansi" kata Belang
"Ini wajar bukan berlebihan" kata Beo
"Ya..." sambung Brich
"Apa kamu tega kalau teman kita dalam bahaya?" kata Beo
"Tidak tega..." kata Belang
"lah terus,, apa maksud kamu?" kata Beo
"Aku siap menolong tanpa perlu membentuk aliansi..." kata Belang
"Aku setuju kalau begitu..." kata Beo
"Beritahu yang lain jika Gutheng dalam bahaya. Aku yakin mereka bersedia menolong" kata Belang
"Ya..!!" kata mereka (Beo, Brich, dan Cekakak) secara bersamaan
Tiba-tiba ada Burung elang datang menghampiri dan hinggap di atap rumah
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" kata Bido
"Kita sedang ngobrol santai, Siapa kamu?" kata Belang
"Aku tahu semua pembicaraan kalian bertiga di Kebun Pohon karet" kata Bido
"Oo, jadi begitu. Apa kamu mata-mata mereka?" kata Beo
"Bukan, maksud kedatangan aku kesini ingin bergabung dengan Aliansi yang kamu bentuk" kata Bido
"Kita tidak jadi membentuk aliansi, Apa yang membuat kamu ingin bergabung dengan kami?" kata Beo
"Aku butuh teman..." kata Bido
"Boleh, silakan" kata Beo
"Terima kasih..." kata Bido
"Siapa nama kamu?" kata Beo
"Bido..." kata Bido
"Darimana kamu berasal?" kata Beo
"Selatan dari kaki Gunung Phoenix kawasan hutan lindung..." kata Bido
"Nama gunung yang misterius..." Kata Belang dalam hati
"Apa saja penghuni disana?" kata Beo
"Banyak yaitu ular, landak, armadillo, kukang, lebah dan lain-lain" kata Bido
"Bagaimana keadaan hutan disana?" kata Beo
"Ada pohon-pohon tinggi besar, air jernih dan makanan di alam tersedia" kata Bido
"Kenapa kamu sampai kesini kalau makanan masih tersedia?" kata Beo
"Mencoba suasana lain sekaligus mencari mangsa,
Kalian disini hanya berempat atau ada yang lain?" kata Bido
"Kami berlima yang satu sedang tidak disini" kata Beo
__ADS_1
Kemudian, Gutheng keluar dari pintu belakang rumah
"Aku disini dari tadi" kata Gutheng
"Oo ini yang satu lagi" kata Beo
"Ya..." kata Bido
"Siapa dia?" kata Gutheng
"Bido dia dari selatan..." kata Beo
"Selamat datang Bido..." kata Gutheng
"Aku boleh tahu nama kalian?" kata Bido
"Boleh..." kata Gutheng
Kemudian, mereka memperkenalkan diri satu persatu
"Terima kasih, aku telah di terima disini..." kata Bido
"Ya, Jangan berlebihan Itu hal biasa sewajarnya saja" kata Gutheng
"Itu sudah wajar..." kata Belang
"Ya, tapi kata-katanya panjang lebar" kata Gutheng
"Belum ada 30 menit dia bicara..." kata Belang
"Kamu bercanda Gutheng..." Kata Beo
"hehhehe..",Gutheng tertawa
"Jangan sembarangan dia baru disini..." kata Brich
"Ya, maaf" kata Gutheng
"Apa kedatangan aku kesini menggangu kalian?" kata Bido
"Tidak, justru senang kamu mau berteman dengan kami" kata Belang
Terlihat Gutheng menggaruk-garuk tubuhnya
"Kenapa Gut?" kata Belang
"Banyak kutunya itu, kamu harus mandi!" kata Belang
"Ya, sepertinya" kata Gutheng
Kemudian, Gutheng menceburkan diri ke dalam kolam dan mentas lagi
"Gutheng kalau mandinya seperti itu belum bersih" kata Belang
"Sudah cukup..." kata Gutheng
"Kamu harus dibilas lagi, sini ke bawah kran air..." kata Belang
"Ya..." kata Gutheng
Karena, Posisi kran agak tinggi Belang meminta Bantuan Bido
"Tolong dibuka krannya Bido!" kata Belang
"Ya" kata Bido
Kemudian, Bido terbang ke dekat tembok samping sumur untuk membuka kran dengan cakarnya. Setelah terbuka Gutheng menghampiri dan mandi. Air yang menerpanya membuat tubuhnya segar.
"Airnya segar, harus sering seperti ini" kata Gutheng
"Apa kamu jarang mandi?" kata Beo
"Ya, aku sebenarnya takut air. Sekarang aku memberanikan diri" kata Gutheng
Setelah di rasa bersih. Dia kemudian, pergi ke sebelah utara untuk berjemur
"Tolong matikan krannya!" kata Belang
"Ya..." kata Bido
"Terimakasih" kata Belang
Kemudian, Bido terbang lagi ke atap rumah
"Belang aku akan pergi dulu..." kata Bido
"Ya.., kamu akan kemana?" kata Belang
__ADS_1
"Terbang keliling daerah ini..." kata Bido
"Hati-hati..." kata Belang
Kemudian, dia terbang.
"Angin sepoi-sepoi, sinar matahari yang hangat, udara yang segar dan pemandangan yang indah nyamannya..." kata Gutheng
Belang mendekati Gutheng yang sedang mendekam di sebelah utara
"Apa kamu masih merasa gatal?" kata Belang
"Sudah tidak..", kata Gutheng
"Aku juga ingin mandi...", kata Belang
"Silakan...", kata Gutheng
Kemudian, Belang ke arah kran dekat sumur. Setelah itu dia meminta bantuan Beo membukakan krannya.
Bulu Belang mulai terkena air dan membasahi seluruh tubuhnya
"Ternyata benar segar..." kata Belang
Beberapa saat kemudian dia selesai mandi dan berjalan menuju ke arah Gutheng berjemur. kemudian, mendekam di sampingnya.
"Aku melihat tadi Bido ke arah Timur, akan kemana lagi dia?" kata Gutheng
"Tidak tahu..." kata Belang
Mereka berdua berjemur sampai bulunya kering.
"Ayo kita lomba lari dari tanggul kolam dan garis selesai di dekat pohon rambutan" kata Gutheng
"Ya..." kata Belang
"Tolong Beo dan Brich kamu jadi jurinya..." kata Gutheng
"Ya..." kata Beo
"Beo kamu ke pohon rambutan, Brich di dekat tanggul untuk melihat garis mulai..." kata Gutheng
Kemudian, Beo terbang dan hinggap di pohon rambutan samping rumah sebelah utara untuk melihat garis akhir sedangkan Brich hinggap di pohon jambu sebelah barat dekat kolam. Terlihat mereka berdua menuju tanggul kolam dan berjejer di garis mulainya.
"Sudah siap semuanya!!" kata Brich
"Belum, sebentar pemanasan dulu..." kata Gutheng
"Aku juga..." kata Belang
Mereka berdua melompat-lompat melakukan pemanasan dan memanjat pohon pisang di sebelah utara kemudian turun lagi kembali ke garis mulai.
"Sudah apa belum pemanasannya?" kata Brich
"Sudah..." kata Belang dan Gutheng secara bersama-sama
"Oke, Bersedia.. Siap.. Ya!" kata Brich
Kemudian, mereka mulai berlari bersamaan dengan cepat. Terlihat Belang memepet tubuh Gutheng dan menyenggolnya sehingga larinya tidak maksimal. tibalah mereka di garis akhir dan Belang sampai dulu di susul Gutheng.
"Pemenangnya Belang..." kata Beo
Mereka, berdua terlihat ngos-ngosan
"Ye ye ye..." kata Belang
"Nanti dulu, dia curang..." kata Gutheng
"Apa yang curang?" kata Belang
Belang mengatur nafas beberapa saat hingga tenang.
"Kamu menyenggol aku tadi. Jadi, pertandingan ini harus di ulang..." kata Gutheng
"Apa ada peraturannya tadi?" kata Belang
"Tidak..." kata Gutheng
"Kalau begitu aku pemenangnya..." kata Belang
"Oke, kita mulai lagi tetapi nanti harus jaga jarak..." kata Gutheng
"Ya..." kata Belang
Kemudian, mereka berdua kembali bersiap di garis mulai
Bersambung...
__ADS_1