
Hari sudah malam terdengar detak jarum jam. Waktu menunjukkan jam 20.00. Suasana di kandang yang terletak di dalam rumah begitu tenang
"Kamu berani kalau malam begini sendirian di luar?", kata Persia
"Berani, tetapi untuk apa keluar malam?", kata Anggora
"Barangkali kamu ingin melihat bintang di langit atau bulan", kata Persia
"Ya.. sepertinya menarik kalau keluar malam..", kata Anggora
"Apa kamu belum pernah melihat itu?", kata Persia
"Pernah hanya di layar televisi", kata Anggora
"kita sama..", kata Persia
"Memang, kalau kandangnya di luar mungkin kita bisa melihat itu", kata Anggora
"Eh sebentar aku ingat sore itu aku pernah melihat bulan sebelum terbenamnya matahari", kata Persia
"Wah, Kalau begitu aku ingin melihat besok..", kata Anggora
Esok harinya di tempat lain, Bido dan Hilu sedang bertengger di pohon seperti biasa
"Pagi ini cerah, enaknya aku coba kekuatan untuk naik puncak gunung Phoenix", kata Bido
"Hati-hati kalau kesana", kata Hilu
"Ya", kata Bido
Kemudian, dia pergi
Wuss wuss
Bido telah tiba di puncak dan bertengger di cabang pohon pinus. Dia melihat alam dari atas pegunungan terbentang luas dengan hawa dingin yang terasa menembus tulang.
"Di sini ternyata dingin padahal cuaca sedang cerah", kata Bido
Sebentar dia disana mengamati pemandangan kemudian pergi lagi
"Sepertinya aku tadi melihat gua di lereng, coba aku kesana lagi", kata Bido
Kemudian, dia menuju ke sana dan sampai hinggap di batu besar samping mulut Gua
"Gua apa ini?", kata Bido dalam hati
Setelah beberapa saat kemudian di sana sambil mengamati di sekitar,
"Cahaya apa itu di dalam, apa ada manusia di sini?", kata Bido
"Siapa itu?", suara dari dalam gua
"Maaf, aku hanya mampir sebentar disini", kata Bido
"Nanti jangan pergi dulu, aku akan ke luar", suara dari dalam gua
"Ya, aku masih disini" kata Bido
Setelah beberapa saat kemudian, penghuni gua itu muncul Bido kaget dengan yang di lihatnya dia adalah Burung Phoenix yang bulunya bersinar seperti api
"Makhluk apa ini!", kata Bido dalam hati
"Kamu jangan kaget dengan aku", kata Suara dari dalam gua (Burung Phoenix)
"Aku jelas kaget. Kenapa bulu kamu seperti itu?", kata Bido
"Memang seperti ini. Apa maksud kedatangan kamu ke sini?", kata Phoenix
"Tidak ada..", kata Bido
"Kalau begitu, mengapa kamu masih ada di sini?", Kata Phoenix
"Maaf, aku akan segera pergi..", kata Bido
Phoenix dengan spontan menahan Bido pergi ketika akan terbang
"Nanti dulu, kamu darimana?", kata Phoenix
"Aku dari kaki gunung ini sebelah utara", kata Bido
"Jangan ceritakan kepada yang lain kalau aku ada di sini", kata Phoenix
"Kenapa?", kata Bido
"Keselamatan aku terancam", kata Phoenix
__ADS_1
"Siapa yang mengancam kamu?", kata Bido
"Ada, aku tidak akan katakan kepadamu", kata Phoenix
"Mengapa?", kata Bido
"Tidak apa-apa", kata Phoenix
"Katakan saja aku tidak bermaksud jahat kepada kamu", kata Bido
"Tidak mau", kata Phoenix
"Ya sudah kalau butuh bantuan bisa ke tempat aku", kata Bido
"Ya..", kata Phoenix
"Apa kamu ingin ikut dengan aku?", kata Bido
"Tidak..", kata Phoenix
"Kalau begitu aku akan pergi dulu..", kata Bido
"Jangan, temani aku di sini dulu", kata Phoenix
"Apa kamu sendirian?", kata Bido
"Ya..", kata Phoenix
"Kalau begitu kamu ikut saja dengan aku ke sana..", kata Bido
"Ya..", kata Phoenix
Beberapa saat kemudian, mereka berdua terbang sampailah di cabang pohon yang dituju
"Siapa ini Bido?", kata Hilu
"Phoenix yang tinggal di gua lereng Gunung ini", kata Bido
"Selamat datang", kata Hilu
"Ya..", kata Phoenix
"Kok aku baru tahu ada kamu di daerah ini..", kata Hilu
"Aku sering di dalam gua. Jadi, kamu tidak mengetahui", kata Phoenix
"Aku menghindari pemburu..", kata Phoenix
"Disini sudah aman..", kata Hilu
"Jadi, begitu" kata Phoenix
"Memang begitu sejak kawasan ini di tetapkan sebagai hutan lindung", kata Bido
"Ya, kecuali kalau kamu pergi dari kawasan ini kemungkinan bisa tertangkap", sambung Hilu
"Phoenix, apa kamu mempunyai kekuatan spesial?", kata Bido
"Punya yang kamu lihat tadi", kata Phoenix
"Hanya itu", kata Bido
"Ya.." kata Phoenix
"Kamu jangan bohong pasti ada kekuatan lainnya", kata Bido
"Kenapa memangnya?", kata Phoenix
"Aku hanya ingin tahu..", kata Bido
"Untuk apa?", kata Phoenix
"Tolong beritahu aku..", kata Bido
"Maksud aku kamu ingin tahu aku itu untuk apa?", kata Phoenix
"Tidak apa-apa", kata Bido
"Kamu jangan paksa aku!", kata Phoenix
"Haduh, tidak ada yang memaksa disini. kalau mau jawab atau tidak terserah kamu", kata Bido
"Hmmm", gumam Phoenix
"Hmm apa?", kata Bido
__ADS_1
"Hmm saja", kata Phoenix
"Maksudnya apa?", kata Bido
"Tidak ada maksud", kata Phoenix
"Aneh kamu!", kata Bido
"Kamu yang aneh.." kata Phoenix
"Justru kamu.." kata Bido
"Nanti aku sembur ke bakar kamu!", kata Phoenix
Phoenix mulai terpancing emosinya sehingga mengatakan hal seperti itu. Sedangkan Hilu terdiam sambil menyimak
"Coba sembur kalau bisa..", kata Bido
"Oo, jadi begitu. Kamu mengajak aku kemari untuk bertarung" kata Phoenix
"Tidak..", kata Bido
"Helehh, Bersiaplah!", kata Phoenix
"Aku sudah siap!," kata Bido
Kemudian, Phoenix menyemburkan api ke arah Bido dan dengan cepat dia menghindari semburan tersebut
"Hah!", Phoenix terkejut dengan gerakan cepat Bido
kemudian, menghentikan aksinya
"Sebenarnya kamu makhluk apa?", kata Phoenix
"Burung. Sudah jelas bentuknya seperti ini hehhehe. Apa kamu heran?", kata Bido
"Ya, Bagaimana kamu mendapatkan kekuatan itu? kata Phoenix
"Sebelum aku menjawab, jawab dulu pertanyaan ini. Darimana juga kamu mendapatkan kekuatan itu?", kata Bido
"Aku terlahir dari api. jadi, kekuatan ini ada sejak itu", kata Phoenix
"Kalau aku, kekuatan ini ada sejak terkena tegangan aliran listrik", kata Bido
"Wah, Phoenix kamu sebenarnya tercipta dari api?", kata Hilu
"Ya..", kata Phoenix
"Pantas saja mudah marah hehhehe", kata Bido
"Tidak juga, cuma kamu saja yang membuat aku kesal..", kata Phoenix
"Lho, aku hanya bertanya seperti itu membuat kesal, lalu pertanyaan seperti apa seharusnya?", kata Bido
"Harusnya biasa saja, pertanyaan kamu seperti Interogasi,"kata Phoenix
"Aku rasa tadi pertanyaan biasa saja, kamu saja yang berlebihan..", kata Bido
Hilu berusaha menengahi mereka
"Sudah-sudah jangan di perpanjang lagi, kalau begini terus kapan selesainya.." kata Hilu
"Ya memang lebih baik di sudahi kalau begini terus tidak baik" kata Bido
Phoenix hanya terdiam menyimak mereka sedang berkata
"Phoenix kamu setuju apa tidak?", kata Bido
Dia diam lagi
"Phoenix!", kata Bido
Kemudian, dia menjawab
"Setuju, tetapi jangan gunakan nada tinggi seperti itu aku sudah mengerti yang kamu maksud", kata Phoenix
"Wah, kalau seperti ini wibawa aku hilang", kata Bido
"Haduh, kamu tidak nyambung Bido. Ini tentang nada bukan itu", kata Hilu
"Kamu tetap wibawa, jangan coba-coba melawak atau meledek di depan aku", kata Phoenix
"Phoenix hidup jangan terlalu serius", kata Bido
"Tidak, untuk saat ini aku hanya ingin tenang", kata Phoenix
__ADS_1
Kemudian, mereka terdiam beberapa saat
Bersambung..