
"Jangan pergi dulu!," kata dua Bangau Putih bersamaan.
"Apa ada sesuatu?," kata Beo.
"Tentu...," kata Bangau Putih.
"Apa?," kata Beo.
"Kamu teman kucing itu?," kata Bangau Putih.
"Ya, apa yang kamu inginkan?." kata Beo.
"Kita akan menangkapmu," kata Bangau Putih.
Kemudian, Beo segera terbang cepat ke arah selatan. Melihat itu, mereka berdua mengejar dia.
"Woy, tunggu dulu!," kata Bangau Putih sambil mengejar Beo.
Beberapa saat kemudian, Beo sampai ke dalam gua dan bertemu dengan Naga.
"Apa yang terjadi?," kata Naga.
"Tolong, aku dikejar dua Bangau," kata Beo.
"Oke, kamu sembunyi saja dibelakangku," kata Naga.
Kemudian, datanglah mereka dan bertemu dengan Naga.
"Naga, apa kamu melihat burung Beo ke sini?," kata Bangau.
"Tidak, mungkin dia ke arah sana," kata Naga.
__ADS_1
Naga melindungi Beo dengan mengatakan yang tidak sebenarnya tetapi mereka tidak percaya.
"Jelas, tadi aku rasa dia ke sini. Kamu jangan coba menipu kami!," kata Bangau.
"Ya, silakan kamu cari...," kata Naga.
Mereka mencari Beo ke dalam gua, ketika itu Beo mengajak pergi Naga dari tempat tersebut setelah mereka ke dalam.
"Naga, ayo kita pergi dari sini, Gutheng dalam bahaya di utara karena aku ingin kamu menolongnya," bisik Beo.
"Ya," kata Naga.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di tujuan.
"Apa yang sedang kalian lakukan?," kata Naga.
"lihat saja nanti, kamu jangan ikut campur," kata Biawak.
"Di sini di dalam Gubuk!," kata Biawak.
"Lepaskan dia, kalau tidak ingin aku sembur dengan apiku!," kata Naga.
"Silakan kalau berani, Gubuk ini akan ikut terbakar bersama Gutheng!," kata Biawak.
Beo menghalangi Naga untuk melakukan hal itu.
"Jangan Naga, bawa saja dia ke tempat yang jauh dari sini," bisik Beo.
"Tetapi, aku pernah melakukan hal yang sama dahulu Beo, dia bisa kembali lagi," bisik Naga.
Beo memikirkan cara lain untuk bisa melepaskan Gutheng dengan membujuk Biawak untuk menukarkannya dengan ayam.
__ADS_1
"Lepaskan dia, nanti kita akan memberikan dua ekor ayam padamu!," kata Beo.
"Tidak mau, sebelum kamu memberikan ayam itu padaku!," kata Biawak.
"Darimana kita dapat ayam itu?," bisik Naga.
"Tenang saja, nanti aku minta tolong ke Ilmuwan tempat Belang berada. Kamu tunggu di sini dulu, aku akan kesana," kata Beo.
Beberapa saat kemudian, Ilmuwan datang bersama Beo membawa dua ekor ayam. "Wow, apa itu makhluk Naga?," tanya Ilmuwan.
"Ya, benar...," jawab Beo. Kemudian, dia terbang ke seberang utara sungai memberitahukan Naga bahwa ayamnya ada, sedangkan Ilmuwan tersebut melihat dari seberang selatan sungai.
"Naga ayamnya sudah ada tetapi sudah mati," kata Beo.
"Tidak apa-apa, Dimana?," tanya Naga.
"Di seberang selatan sungai," jawab Beo.
Kemudian, Naga terbang untuk mengambil ayam yang telah diletakkan di atas tanah yang berada di dalam kantung plastik dan kembali lagi.
"Biawak aku sudah membawa yang kamu inginkan. Jadi, lepaskan Gutheng!," kata Naga.
"Dimana ayamnya?, aku meminta ayam bukan yang lain. Apa itu?," kata Biawak.
Kemudian, Naga meletakkan kantong plastik di dekat Biawak tetapi cakar naga masih terkait dengan kantong tersebut. "Coba kamu cium baunya dulu, itu daging ayam asli," kata Naga.
Biawak mengendus dan akan meraih kantong plastik tersebut tetapi Naga menarik kembali kantongnya. "Nanti, kamu lepaskan Gutheng dulu. Aku akan berikan ini," kata Naga.
"Tidak, kamu dulu yang memberikan daging itu. Nanti aku lepaskan Gutheng," kata Biawak.
Bersambung...
__ADS_1