
"Phoenix apa kekuatan kamu bisa hilang ketika terkena air?" kata Bido
"Bisa kalau aku tercebur ke dalam air" kata Phoenix
"Jadi, itu kelemahan kamu" kata Bido dalam hati
"Kamu tercipta dari api berarti bisa hidup abadi" kata Bido
"Tidak, karena aku kalah dengan air kalau terjebur lama bisa mati" kata Phoenix
"Apa kamu bisa berubah wujud?" kata Bido
"Tidak" kata Phoenix
"Harusnya kamu bisa..." kata Bido
"Ini sudah permanen..." kata Phoenix
"Bahong lagi kamu..." kata Bido
"Hihihi..."Phoenix tertawa
"Sudah aku duga" kata Bido
"Apa?" kata Phoenix
"Kamu bisa..." kata Bido
"Ya..." kata Phoenix
"Coba kamu berubah menjadi aku" kata Bido
Seketika itu dia berubah menjadi Bido
"Wah, mirip..." kata Bido
"Hihihi..." Phoenix tertawa
"Apa mungkin dia sejenis Jin atau Setan?" kata Bido dalam hati
"Coba kamu berubah lagi ke bentuk yang lain..." kata Bido
Kemudian, dia berubah menjadi naga beberapa saat setelah itu kembali lagi ke wujud semula
"Hanya itu" kata Bido
"Tidak, masih banyak" kata Phoenix
"Tolong berubah lagi aku ingin melihat..." kata Bido
"Sudah cukup lain kali saja, ini bukan pertunjukkan sirkus..." kata Phoenix
"Kamu jangan membuat aku kesal. Ayo berubah!" kata Bido
"Wah, kamu mengajak ribut" kata Phoenix
"Tidak, tidak jadi hehehe" Kata Bido
"Tidak bisa diajak bercanda makhluk ini, aku harus instropeksi diri" kata Bido dalam hati
Kemudian, ada angin sepoi-sepoi yang menerpa bulu mereka dan daun-daun di sekitar. Terlihat ada beberapa daun yang sudah menguning jatuh dari ranting pohon itu. Phoenix merasa bersalah atas perbuatan yang dia lakukan tadi
"Maaf, tentang tadi yang aku lakukan" kata Phoenix
"Ya" kata Bido
"Bagus kalau begitu dia sadar atas perbuatannya" kata Bido dalam hati
"Aku dari tadi menyimak kalian berdua ternyata asik juga seperti drama hehehe" kata Hilu
"Ini memang drama", kata Bido
"Ya, kita sedang main drama. Bercanda kamu?", kata Phoenix
"Hilu jangan begitu dia pikirannya sedang tidak stabil", kata Bido
"Hahaha..." Hilu tertawa
"Phoenix kamu jangan kaget kalau disini makhluknya suka sksd", kata Bido
"Apa itu sksd?" kata Phoenix
"Sok kenal sok dekat" kata Bido
"Tidak masalah, yang penting masih wajar" kata Phoenix
"Wih, kamu dapat bahasa itu darimana?" kata Hilu
"Dari manusia. Kamu jangan suka terkejut biasa saja" kata Bido
"Apa aku aneh kalau terkejut?" kata Hilu
__ADS_1
"Tidak. boleh saja tetapi jangan berlebihan" kata Bido
"oke..." kata Hilu
Bido penasaran tentang gua yang di huni oleh Phoenix
"Apa ada penghuni lain di gua itu?" kata Bido
"Ada tetapi dia sedang pergi..." kata Phoenix
"Sedang pergi kemana dia" kata Bido
"Ke Gunung Berapi" kata Phoenix
"Siapa dia?" kata Bido
"Se ekor Naga" kata Phoenix
"Aku baru mengetahui kalau di situ ada naga" kata Bido
"Karena dia hampir tidak pernah menampakkan diri kalau di siang hari" kata Phoenix
Di tempat lain, Burung hantu sedang bertengger di pohon sedangkan Biawak berendam di rawa dekat sarang Burung Cekakak
"Sudah apa belum berendamnya?" kata Burung Hantu
"Belum..." kata Biawak
"kamu lama disitu dari tadi" kata Burung Hantu
"Airnya segar. Apa kamu ingin ikut?" kata Biawak
"Tidak, aku sudah mandi tadi..."kata Burung Hantu
Kemudian, datanglah burung Bangau putih hinggap dekat Biawak
"Biawak kamu sedang apa disitu?" kata Bangau
"Sedang berendam, kamu kira aku sedang apa?" kata Biawak
"Sedang mengincar mangsa..." kata Bangau
"Tidak..." kata Biawak
"Ternyata ada ikannya juga di sini" kata Bangau
"Memang..." kata Biawak
"Silakan, di sini bebas untuk berburu..." kata Biawak
"Terima kasih..." kata Bangau
"Sebentar aku akan mentas dulu..." kata Biawak
Kemudian, Bangau mulai berburu ikan satu persatu di tangkapnya
"Bangau di situ ada katak dan cacing..." kata Biawak
"Wah, bisa kenyang kalau begitu..." kata Bangau
"Apa itu santapan yang kamu suka juga?" kata Biawak
"Ya.., Apa baru tahu kalau aku suka itu?" kata Bangau
"Ya..." kata Biawak
"Kamu ketinggalan jaman..." kata Bangau
"Haduh, bisa-bisanya aku tidak tahu itu..." kata Biawak
"Bisa saja..." kata Bangau
"Oke, sekarang aku jadi mengetahui..." kata Biawak
Beberapa saat kemudian,
"Sudah cukup besok lagi..." kata Bangau
"Lagi, masih ada kataknya..." kata Biawak
"Sudah kenyang..." kata Bangau
"Belum lama ini aku bertemu dengan 2 ekor burung Beo. Apa ada yang pernah bertemu dengan mereka?, kata Burung Hantu
"Aku pernah...." kata Biawak
"Dimana?" kata Burung Hantu
"Di barat tempat Gutheng..." kata Biawak
"Siapa Gutheng?" kata Burung Hantu
__ADS_1
"Se ekor kucing, kamu lupa aku pernah menceritakan bahwa mereka semua adalah teman?" kata Biawak
"Oo ya haduh lupa, Satu dari dua burung itu aku buat dia kesal dan marah ha ha ha" kata Burung Hantu
"Bagus kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja di patuk kepala mereka semua" Kata Biawak
"Bagus.. bagus..! ha ha ha" kata Bangau
"Tidak. Mereka berdua sedangkan aku sendirian..." kata Burung Hantu
"Biawak kamu tega ternyata..." kata Bangau
"Kamu juga sama saja..." kata Biawak
"Rencana aku berhasil untuk mempengaruhi mereka" kata Biawak dalam hati
"Harusnya kamu langsung hajar saja, tidak usah takut!" kata Biawak
"Itu namanya sembarangan, aku bisa babak belur. Otak juga harus di gunakan" kata Burung Hantu
"Betul itu..."kata Biawak
"Lho itu kamu mengetahui..." kata Burung Hantu
"Hanya ingin tes kamu. Seberapa cerdas ha ha ha", kata Biawak
"Wah, terimakasih tesnya" kata Burung Hantu
"Biawak perlukah kita membuat rencana untuk melakukan penyerangan ke sana?" kata Bangau
"Tidak perlu rencana bisa sekarang, nanti atau besok bersama-sama ketika ada waktu luang" kata Biawak
Di sisi lain tidak jauh dari mereka berada Cekakak sedang berada di dalam sarang menyimak percakapan tersebut
"Wah, tidak beres mereka..." kata Cekakak lirih
Beberapa saat kemudian mereka masih di situ
"Aku tadi malam melihat ada sesuatu yang terbang di langit sepertinya naga..." kata Burung Hantu
"Apa benar yang kamu ceritakan?" kata Bangau
"Ya..." kata Burung Hantu
"Kok aku tidak melihatnya Buek..." kata Bangau
Nama Burung Hantu itu adalah Buek
"Mungkin kamu sedang tidur..." kata Buek
"Bisa jadi..., tetapi secara logika kenapa dia bisa terbang padahal tidak mempunyai sayap harusnya tidak bisa" kata Bangau
"Ya..." kata Buek
"Apa mungkin dibantu makhluk yang tidak terlihat?" kata Bangau
"Mungkin..." kata Buek
"Memangnya ada naga?" kata Biawak
"Tidak ada..." kata Bangau
"Bangau kamu tidak percaya" kata Buek
"Tidak..." kata Bangau
"Kenapa?" kata Buek
"Karena, aku belum melihatnya secara langsung..." kata Bangau
"Aku juga..." kata Biawak
"Tetapi malam itu aku melihatnya nyata bukan mimpi..."kata Buek
"Aku sudah percaya..."kata Bangau
"Jujur saja kamu Bangau..." kata Buek
"Ya..." kata Bangau
"Kalau kamu belum percaya nanti malam kita begadang disini..." kata Buek
"Sudah, sudah aku percaya cerita kamu. Aku akan pulang dulu..." kata Bangau
"Kok pulang..." kata Buek
"Nanti telur aku terlantar tidak dierami..." kata Bangau
"Silakan..." kata Biawak
Kemudian, dia terbang meninggalkan tempat tersebut
__ADS_1
Bersambung...