
Terlihat Armadillo masuk ke lubang tanah dekat pohon. Bido cingak-cinguk tetap waspada mengamati sekitar pohon. Kemudian, mendekati sarang itu
"Selamat pagi Armadillo..." kata Bido
"Pagi..." kata Armadillo
"Tolong kamu keluar dulu..." kata Bido
"Siapa kamu?" kata Armadillo
"Aku Bido..." kata Bido
"Nanti dulu aku segera keluar..." kata Armadillo
Kemudian, dia keluar
"Aku melihat kamu tadi seperti terburu-buru. Kenapa?" kata Bido
"Aku dikejar ular..." kata Armadillo
"Sepertinya tadi tidak ada ular" kata Bido
"Mungkin takut melihat kamu terbang dan hinggap sehingga dia pergi" kata Armadillo
"Kejadian seperti ini apa sering terjadi?" kata Bido
"Kadang-kadang" kata Armadillo
"Apa kamu takut ular?" kata Bido
"Tidak, hanya tadi aku belum siap untuk melawannya" kata Armadillo
"Kenapa?" kata Bido
"Belum menyantap semut" kata Armadillo
"Apa kamu suka makan semut?" kata Bido
"Suka, karena itu merupakan makanan favorit sumber kekuatan" kata Armadillo
"Seberapa kuat?" kata Bido
"Sekuat pahlawan super" kata Armadillo
"Kamu ngarang hehhe" kata Bido kemudian tertawa
"Tidak, karena makan merupakan sumber kekuatan, kalau kamu tidak makan selama dua hari bisa lemas" kata Armadillo
"Betul..." kata Bido
"Sebenarnya aku tidak mempunyai kekuatan super Hehhehe" kata Armadillo kemudian tertawa
"Sudah aku duga..." kata Bido
"Bido, apa kamu takut ular?" kata Armadillo
"Aku berani. Hanya waspada berhadapan dengan dia" kata Bido
"Apa yang perlu diwaspadai? kata Armadillo
"Racun dan belitan..." kata Bido
"Dari cerita jaman dahulu Elang merupakan ahli berburu ular. Apa kamu juga?" kata Armadillo
"Ya..." kata Bido
"Kalau begitu coba tangkap ular yang tadi..." kata Armadillo
"Kemana ular itu pergi?" kata Bido
"Tidak tahu, kamu tunggu saja disini mungkin bisa jadi dia kemari lagi" kata Armadillo
"Ya, Aku akan mengamati dari pohon Pinus" kata Bido
"Ide bagus, kalau dia muncul kamu tangkap sedangkan aku bersembunyi di sarang" kata Armadillo
"Ya" kata Bido
Kemudian Armadillo masuk sarang dan Bido terbang ke pohon pinus dekat sarang. Setelah beberapa saat makhluk melata itu muncul dari semak-semak terlihat akan ke sarang Armadillo. Ular itu adalah King Kobra
"Wah, itu dia makhluknya" kata Bido dalam hati
Bido menanti waktu yang tepat untuk melakukan aksinya.
"Ini dia saatnya..." kata Bido dalam hati
Kemudian, Bido terbang ke arah ular tersebut.
__ADS_1
"Siapa kamu menghalangi jalanku?" kata Ular
"Aku Bido, Apa mau kamu datang kesini?" kata Bido
"Aku akan ke sarang Armadillo" kata Ular
"Untuk apa?" kata Bido
"Kenapa bertanya seperti itu. Apa kamu penjaga disini?" kata ular
"Tidak..." kata Bido
"Kalau begitu kamu minggir!" kata ular
"Tidak mau!" kata Bido
"Apa ingin kamu aku patuk!" kata ular
"Tidak, lebih baik kamu pergi dari sini" kata Bido
"Aku tidak ada kepentingan dengan kamu" kata ular
"Tetapi ini penting bagi aku" kata Bido
"Apa mau kamu?" kata ular
"Aku hanya ingin kamu pergi dari sini" kata Bido
"Ini daerah kekuasaan aku, sebelum kamu menetas aku sudah ada" kata ular
"Bagaimana kamu tahu kalau kamu sudah ada dulu dari aku?" kata Bido
"Karena sebelum ada sarang burung di atas sini aku terlebih dulu disini" kata ular
"Aku belum percaya!" kata Bido
"Coba kamu panggilkan Armadillo kesini" kata ular
"Oke, aku panggilkan tetapi kamu harus diam disini..." kata Bido
Kemudian, Bido berjalan menyamping ke arah sarang pelan-pelan sambil mengamati ular itu
"Awas jangan bergerak!" kata Bido sambil mengamati ular tersebut
Kemudian, Bido memanggil dia di sarang
"Ya..." kata Armadillo
Kemudian dia keluar.
"Ada apa teriak-teriak" kata Armadillo
"Itu ularnya sudah datang" Bisik Bido
"Wah, Kenapa kamu panggil aku keluar?" kata Armadillo
"Katanya dia ingin bertemu dengan kamu..." kata Bido
"Ternyata disana sarangnya, dugaan aku benar..." kata ular dalam hati
"Itu hanya akal-akalnya dia untuk mengetahui sarang aku" kata Armadillo
"Maaf, aku ingin bertanya. Apa benar dia lebih dulu disini daripada aku?" kata Bido
"Bohong, Sepengetahuan aku dia usianya hampir sama dengan kamu" kata Armadillo
"Bagaimana kamu tahu?" kata Bido
"Aku tahu kamu dari burung lain saat kamu menetas dan hampir bersamaan dia juga menetas" kata Armadillo
"Oo Jadi, begitu ceritanya" kata Bido
"Hoy kamu berdua kesini jangan di situ saja!" kata ular
"Nanti dulu, kamu diam di situ!" kata Bido
"Lama!" kata ular
"Ular cari gara-gara", kata Armadillo dalam hati
kemudian, mereka berdua datang menghampiri ular itu yang berada di sebelah utara dekat jalan setapak yang melintang dari arah timur ke barat.
"Aku sudah datang, kamu ingin apa?" kata Armadillo
"Haa haaa haaa!" ular tertawa
"Kamu membohongi aku tadi..." kata Bido
__ADS_1
"Aku jujur haa haaa haaa" kata ular kemudian tertawa
"Jawab, Apa yang kamu inginkan?" kata Armadillo
"Aku hanya ingin memakan kamu" kata ular
"Oke, ayo sini kamu maju!" kata Armadillo
"Wah, bahaya aku harus jaga jarak" kata Bido
Kemudian, Ular itu melakukan patukan tetapi Armadillo berhasil menangkis dengan pelindung di tubuhnya yang keras dan melakukan gerakan dengan cepat dengan melakukan gigitan ke bagian tubuh ular beberapa kali hingga kewalahan.
"Sudah! sudah! aku kalah" kata Ular
Kemudian, Armadillo berhenti melakukan serangan
"Baik.., kamu pergi dari sini!" kata Armadillo
"Sebentar dulu, aku ingin tanya. Tubuh kamu ada pelindung seperti itu, Apa aku boleh menyentuhnya?" kata Ular
Tanpa curiga Armadillo mempersilakan
"Silakan..."Kata Armadillo
"Tetapi kamu jangan bergerak" kata ular
"Ya.." kata Armadillo
Kemudian, ular itu mulai melingkar di sekitar Armadillo berdiri dan mulai menyentuhnya sedikit demi sedikit kemudian ular itu merambat dan melakukan sentuhan secara halus.
"Awas Armadillo itu jebakan!" kata Bido
Kemudian, ular itu tiba-tiba melakukan belitan
"Aaaa kurang ajar!!" kata Armadillo.
Ular tertawa dan berkata, "Ahha haa haaa, tamat kamu!!" kata ular
"Kamu licik..." kata Armadillo
"Ha haa" ular tertawa
Kemudian, Armadillo tersungkur
"Ini akibatnya kalau kamu berani melawan raja ular" kata ular
"Kamu sombong..." kata Armadillo
Bido melihat Armadillo dalam bahaya. Kemudian, medekat segera melakukan pertolongan dengan cara mematuk-matuk tubuh ular hingga terlepas dari tubuh Armadillo.
"Apa kamu sudah menyerah?" kata Bido
"Sudah.. jangan sakiti aku lagi" kata ular
Armadillo segera berdiri menjaga jarak dengan ular
"Apa kamu bohong tentang hal yang tadi?" kata Armadillo
"Ya, maafkan aku" kata ular
"Ya, kamu boleh pergi dari sini" kata Bido
"Terima kasih" kata ular
Kemudian, dia pergi melintasi jalan setapak ke arah utara menuju semak-semak.
"Terima kasih telah menolongku Bido..." Kata Armadillo
"Ya," kata Bido
"Kita dapat memperoleh pelajaran dari kejadian tadi" kata Armadillo
"Tentang apa?" kata Bido
"Sombong dan licik, karena tidak patut untuk di tiru" kata Armadillo
"Setelah ini, kamu akan kemana?" kata Bido
"Di sarang menenangkan diri" kata Armadillo
"Oke, Aku pergi dulu" kata Bido
"Ya..." kata Armadillo
Kemudian, dia terbang pergi dari tempat itu ke arah barat laut
Bersambung..
__ADS_1