
"Brich kita akan balapan lagi..." kata Gutheng
"Silakan, apa sudah siap?" kata Brich
"Ya, Huah aku yakin menang" kata Belang
"Kita lihat saja nanti..." kata Gutheng
"Bersedia!! Ya!!" kata Brich
Mereka segera lari setelah mendengar aba-aba dari Brich. Kelihatan mereka imbang dan pada akhirnya Gutheng memimpin tipis sampai garis akhir.
"Haaaah aku kalah..." kata Belang
"Ahahaa, aku menang..." kata Gutheng sambil bercanda
Terlihat ada dua tawon bertarung di udara kemudian jatuh ke tanah dekat Gutheng berdiri. Tidak lama setelah itu mereka terbang ke arah yang berbeda.
"Belang kamu melihat tadi?" kata Gutheng
"Apa?" kata Belang
"Pertarungan tawon" kata Gutheng
"Ya, Biasa saja" kata Belang
"Bagus tadi..." kata Gutheng
"Berlebihan..." kata Belang
"Tidak, aku baru pernah melihat yang seperti itu" kata Gutheng
"Heem" kata Belang
"Apa kamu jengkel Belang?" kata Gutheng
"Tidak..."kata Belang
"Tidak salah maksudnya..." sambung Belang berkata dalam hati
Terlihat wajah belang muram
"Jangan bohong, aku tahu dari wajah kamu. Ayo kita balapan satu kali lagi!" kata Gutheng
"Ayo!", kata Belang
Kemudian, mereka berdua adu balap lagi dan dimenangkan oleh Belang
" Yey menang..." kata Belang terlihat senang
"Wah, hebat..." kata Gutheng
"Aku sengaja sedikit berlari pelan dari yang tadi agar dia bahagia" sambung Gutheng berkata dalam hati
"Terima kasih, aku juaranya!" kata Belang
"Hehhehe" Gutheng tertawa
"Hemm biasa saja" sambung Gutheng berkata dalam hati
"Gutheng sudah apa belum ini balapannya?" kata Beo
"Sudah..." kata Gutheng
Terlihat Brich terbang dan hinggap di ranting pohon rambutan.
"Siapa tadi yang menang?" kata Brich
"Belang..." kata Beo
Mereka berdua merasakan haus setelah balapan
"Aku haus" kata Gutheng
"Aku juga" kata Belang
"Ayo kita minum!" kata Gutheng
"Ayo..." kata Belang
Kemudian, Belang dan Gutheng pergi ke belakang rumah untuk minum air. Terlihat Cekakak masih di samping sumur.
"Siapa yang menang balapan?" kata Cekakak
"Aku..." kata Belang
__ADS_1
"Oke, aku akan pulang dulu..." kata Cekakak
"Silakan..." kata Belang
"Kok kamu pulang?" kata Gutheng
"Belum makan..." kata Cekakak
Kemudian, dia terbang meninggalkan tempat itu
Di sisi lain Bido sedang terbang memutar area daerah itu dan kembali lagi ke selatan
"Aku harus pulang sudah lama aku disini" kata Bido
Sesampainya di kaki gunung terlihat ada awan menyelimuti puncak dan hawa dingin terasa. Bido hinggap di pohon tinggi dan besar yang menjadi tempat bertengger, tidur dan untuk sarang Burung elang yang lain.
"Kamu darimana?" Kata teman Bido (Hilu)
Teman Bido ini namanya Hilu. Dia adalah Se-ekor Elang Jawa sama seperti Bido.
"Aku dari utara mampir ke tempatnya Beo dan yang lain" kata Bido
"Siapa mereka?" kata Hilu
"Teman baru..." kata Bido
"Apa yang kamu temukan disana?" kata Hilu
"Hanya kebun dan pemukiman manusia" kata Bido
"Aku pernah mendengar cerita kalau disana ada yang membentuk aliansi?" kata Hilu
"Ya, aliansi Biawak" kata Bido
"Di daerah mana mereka tinggal?" kata Hilu
"Rawa dekat kebun pohon karet" kata Bido
"Banyak makhluk disini yang membicarakan tentang itu" kata Hilu
"Apa kelompok itu membuat onar?" kata Bido
"Tidak..." kata Hilu
"Kenapa ini menjadi heboh?" kata Bido
"Apa mereka ingin untuk membentuk aliansi?" kata Bido
"Tidak tahu, mungkin mereka merasa heran dengan hal itu..." kata Hilu
"Jadi, seperti itu..." kata Bido
"Kamu ketinggalan berita..." kata Hilu
"Ya, padahal aku tinggal di sini tetapi mengetahui hal itu dari cerita kamu..." kata Bido
"Maka dari itu jangan di atas terus sekali-kali turun ke bawah area ini" kata Hilu
"Oke, aku akan turun kebawah" kata Bido
"Kamu akan turun sekarang?" kata Hilu
"Tidak, besok saja, ini sudah mulai sore" kata Bido
"Hati-hati kalau turun ke bawah ada ular king kobra..." kata Hilu
"Ya..." kata Bido
Ke esokan harinya,
"Sudah pagi, saatnya turun..." kata Bido
"Dimana turunnya?" kata Hilu
"Di sekitar pohon sini..." kata Bido
"Jangan jauh-jauh..." kata Hilu
"Ya, aku sering pergi jauh jangan khawatir" kata Bido
"Kemana?" kata Hilu
"kemarin ke utara..." kata Bido
"Aku sudah mengetahui kalau itu, hehhehe" kata Hilu kemudian tertawa
__ADS_1
"Kenapa kalau aku pergi jauh?" kata Bido
"Karena di luar kawasan hutan lindung berbahaya..." Kata Hilu
"Aku hanya sedikit keluar dari kawasan" kata Bido
"Itu sama saja sudah keluar..." kata Hilu
"Apa bahayanya?" kata Bido
"Kamu bisa tertembak" kata Hilu
"Wah, jangan menakut-nakuti" kata Bido
"Aku bicara hal nyata" kata Hilu
"Apa buktinya?" kata Bido
"Aku pernah melihat manusia memburu tupai menggunakan senapan..." kata Hilu
"Mereka tidak mungkin menembak karena sudah mengetahui aku di lindungi" kata Bido
"Maksudnya, kamu punya bulu anti peluru. Hehhehe" kata Hilu kemudian tertawa
"Haduh, bukan begitu!. Maksudnya, mereka tidak mungkin memburu karena kamu dan aku terancam punah" kata Bido
"Oo, jadi begitu" kata Hilu
"Sudah aku akan turun dulu" kata Bido
"Silakan kalau akan turun, jangan dibuat-buat..." kata Hilu
"Apa yang dibuat-buat?" kata Bido
"Terbangnya..." kata Hilu
"Apa ada yang aneh?" kata Bido
"Tidak, Aku pernah melihat kamu terbang tanpa mengepakkan sayap berulang kali hanya beberapa kali dengan membentangkan sayap kamu bisa melayang di udara yang tinggi" kata Hilu
"Apa tidak bisa kamu melakukan seperti itu, Hehehhe", Bido berkata kemudian tertawa.
"Sekarang bisa, Dahulu waktu aku latihan terbang terasa sulit" kata Hilu
"Apa masih merasa belum yakin dengan kemampuan kamu?" kata Bido
"Yakin..tetapi kadang takut jatuh" kata Hilu
"Jangan takut. Karena, kita sebagai burung harus berani terbang tinggi..." kata Bido
Hilu kemudian melihat kebawah,
"Hih, seram kalau jatuh dari tempat ini bisa mati" kata Hilu
"Oleh karena itu, sayap kamu harus kuat..."kata Bido
"Kondisi sayap aku masih kuat..." kata Hilu
"Bagus kalau begitu..." kata Bido
"Bido aku pernah melihat anak burung mati jatuh dari ketinggian kalau tidak seperti itu di makan ular di sarangnya" kata Hilu
"Wah, ular memang ancaman bagi kita ketika sedang lengah" kata Bido
"Tetapi sepertinya kalau disini masih aman" kata Hilu
"Masih, mereka tidak bisa memanjat pohon besar sampai setinggi ini" kata Bido
"Masuk akal" kata Hilu
"Aku pergi dulu..." kata Bido
"Ya..." kata Hilu
Kemudian, Bido terbang ke arah sekitar bawah pohon
dan hinggap di atas tanah.
"Sepertinya kondisi disini aman..." kata Bido
Krosak.. krosak.. (suara bunyi daun kering yang terinjak)
"Apa itu!! " kata Bido
Terlihat se-ekor Armadillo sedang berjalan ke arah pohon
__ADS_1
"Wah, ternyata Armadillo membuat kaget saja" kata Bido
Bersambung...