Gutheng

Gutheng
Terkurung#8


__ADS_3

Terlihat kandang yang berderet di bagian sebelah timur dan barat untuk pembesaran. Di bagian deret sebelah utara untuk perkembangbiakkan dan tengah halaman lingkungan kandang terdapat pot berisi tanaman pohon kaktus.


"Siapa dia Brich?" kata penghuni kandang


"Dia teman lama namanya Beo" kata Brich


"Senang bertemu dengan anda" kata Beo


"Selamat datang" kata penghuni kandang


"Bagaimana rasanya kamu tinggal disini?" kata Beo


"Rasanya enak karena semua makanan tercukupi, di bandingkan dahulu ketika masih di hutan" kata Brich


"Tetapi kamu disini pergerakannya terbatas tidak bisa menikmati indahnya alam di luar" kata Beo


'Ya..." kata Brich


"Apa kamu tidak ingin keluar dari kandang?" kata Beo


"Sebenarnya ingin tetapi sulit..." kata Brich


"Apa aku bantu untuk keluar?" kata Beo


"Tidak usah karena kemudian kita akan dilepas liarkan lagi ke hutan" kata Brich


"Dimana itu?" kata Beo


"Habitat yang tersedia untuk bertahan hidup", kata Brich


"Bagaimana kalian bisa saling kenal?" kata Penghuni kandang


"Kita dahulu berasal dari hutan yang sama dan terpisah lama" kata Beo


"Kemudian ditangkap oleh manusia. Beo terlebih dahulu, kemudian aku disini..." sambung Brich


"Kenapa Dia (Beo) sekarang ada di luar" kata penghuni kandang


"Tidak tahu, kenapa kamu bisa keluar?" kata Brich


"Aku bisa karena pintu kandang tidak terkunci" kata Beo


"Jadi, begitu ceritanya..." kata penghuni kandang


"Ya, Apa sebenarnya tujuan mereka (manusia) membuat seperti ini?" kata Beo


"Aku dengar dari pembicaraan mereka ingin melestarikan alam" kata Brich


"Kabar baik, semoga bukan hanya mereka saja" kata Beo


"Ya, aku setuju" kata Brich


"Kenapa kamu bisa tertangkap manusia?" kata Beo


"Aku terbang ke pemukiman penduduk pada saat itu kemudian di tangkap" kata Brich


"Setelah itu apa yang terjadi?" kata Beo


"Aku di jual ke pasar burung, dan diselamatkan sampailah ke tempat ini" kata Brich


"Oh, jadi begitu" kata Beo


"Ya, apa kamu aman tinggal di daerah ini?" kata Brich


"Aman...", kata Beo


"Aku senang bisa bertemu kamu disini..." kata Brich

__ADS_1


"Terima kasih aku akan ulang..." kata Beo


"Ya hati-hati .."kata Brich


Kemudian, dia terbang menuju ke selatan. ketika, di udara akan melintasi rumah berdinding ping terlihat ada Persia. Dia turun hinggap di pagar samping rumah sebelah utara


"Darimana saja kamu?" kata Persia


"Dari rumah penangkaran burung sebelah utara?" kata Beo


"Ada berapa banyak penghuni disitu?" kata Persia


"Sekitar 20 ekor, dimana Anggora?" kata Beo


"Sedang dibawa jalan-jalan bersama manusia. Ada beberapa jenis burung disana?" kata Persia


"Burung: Beo Nias, Beo Enggano, Beo Srilanka, Beo Biasa (Gracula religiosa)" kata Beo


"Apa itu Gracula religiosa?" kata Persia


"Nama Ilmiah dari burung tersebut..." kata Beo


Sambil mengamati di sekeliling


"Belang tidak terlihat disini, kemana dia?" batin Beo


"Apa yang kamu cari?" kata Persia


"Tadi pagi katanya Belang akan kesini tetapi tidak ada" kata Beo


"Memang kesini dia sudah pulang..." kata Persia


"Aku kira tidak jadi kesini!! hehehe" kata Belang kemudian tertawa


"Coba tanya nanti ke Belang kalau tidak percaya..." kata Persia


"Laaaaa !!!! itu belang belum pulang..." kata Beo


"Oh, aku kira kamu sudah pulang Belang!!" kata Persia


"Belum, aku masih di depan rumah sedang melihat ular makan katak. Kamu berdua mau lihat? ayo sini sedang seru!!" kata Belang


"Wah seru nih!! aku juga ingin melihat" kata Beo


"Dari sini tidak kelihatan" kata Persia


"Kamu panjat saja pagarnya, bisa apa tidak?" kata Belang


"Bisa..." kata Persia


Kemudian, Persia memanjat pagar dan keluar sedangkan Beo terbang ke depan rumah hinggap di pohon kopi samping kebun sebelah selatan. Ular itu sedang melilit katak, melahap, kemudian menelannya pelan-pelan dari bagian atas kepala secara bulat-bulat. Belang dan Persia mendekat agak menjaga jarak. Setelah makan, ular itu terlihat pergi dari tempat tersebut secara pelan-pelan ke arah timur menuju gorong-gorong


"Kasihan kataknya..." kata Belang


"Ya..." kata Persia


"Aku pernah melihat ular seperti itu tapi ukurannya lebih besar melintas dari arah barat ke timur..." kata Belang


"Ketika itu kamu sedang dimana?" kata Persia


"Sedang di jalan dari arah selatan menuju ke utara..." kata Belang


"Kamu sendirian saja?" kata Persia


"Tidak, aku bersama Gutheng dari tempatnya Poleng" kata Belang


"Seram..." kata Persia

__ADS_1


"Ya, kita juga takut dan berhenti menanti ular itu melintas menuju semak-semak sampai tidak terlihat kemudian melanjutkan perjalanan" kata Belang


"Setelah itu kamu mengetahui keberadaannya lagi. Apa tidak?" kata Persia


"Ya.., ketika itu kita sedang di belakang rumah, tiba-tiba Beo datang mengatakan bahwa ada yang seru di depan rumah kemudian kita bergegas menuju kesana..." kata Belang


"Kenapa reaksi kamu (Beo) begitu?" kata Persia


"Karena, kejadian langka makanya buru-buru ke belakang rumah agar mereka semua tahu ada ular" kata Beo


"Bagaimana setelah itu?" kata Persia


"Terkejut saat melihat ada dua ekor ular besar Kobra dan Phytons sedang bertarung..." kata Belang


"Berarti pertarungan itu tepat di depan rumah" kata Persia


"Tidak, mereka di seberang jalan" kata Belang


"Bagaimana akhirnya?" kata Persia


"Mereka bertarung secara sengit akhirnya mati semua..." kata Belang


"Wah, bagaimana ular Kobra bisa imbang melawan ular Phytons?


Secara teori kobra yang menang karena memiliki racun mematikan" kata Persia


"Teori belum tentu sama dengan praktek, walaupun mereka sama besar. Kala itu posisi Pythons sudah melilit tubuh Kobra sehingga sudah terdesak kemudian melakukan gigitan ke leher Phytons..." kata Belang


"Pythons terkenal dengan lilitannya" sambung Beo


"Ya..." kata Belang


"Aku berharap Phytons yang menang. Eh, malah imbang" kata Beo


"Beo kamu terbang darimana tadi?" Kata Belang


"Utara..." kata Beo


"Apa kamu tidak melihat aku?" kata Belang


"Melihat samar-samar aku kira bukan kamu. karena, dari kejauhan tidak begitu jelas terhalangi pohon pucuk merah yang rimbun terletak di samping depan rumah sebelah utara", kata Beo


"Jadi, begitu?" kata Belang


"Ya, Bagaimana awalnya kamu melihat ular ini?" kata Beo


"Dia terlihat melata dari kebun kopi. Kemudian, turun terjadilah kejadian ini" kata Belang


"Beo kamu tahu jenis ular tadi?" kata Persia


"Ular Sanca Batik..." kata Beo


"Ya, ayo kesana lagi" kata Persia sambil menunjuk ke arah rumah


"Maaf, Aku akan pulang ingin istirahat. kapan-kapan kesini lagi, kamu (Beo) ikut pulang apa tidak?" kata Belang


"Ayo..." kata Beo


"Ya, kita pulang dulu Persia" kata Belang


"Ya..." kata Persia. Setelah itu masuk ke dalam pagar lagi


Kemudian Beo dan Gutheng pergi dari tempat tersebut


"Aku duluan..." kata Beo


"Silakan..." kata Gutheng

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2