
Di tempat lain ketika Belang dan Beo masih di utara sebelum Gutheng pulang dari selatan.
Belang sampai di depan rumah dan melihat sekitar sepi, sambil berjalan medekati rumah tersebut.
"Kemana dia Anggora dan Persia, coba aku lihat disana" kata Belang dalam hati.
Kemudian, menuju pagar besi di sebelah utara rumah itu. Terlihat Anggora dan Persia sedang mendekam di teras samping dalam pagar
"Wah, ternyata di sini mereka" kata Belang dalam hati
"Halo Anggora !!" kata Belang
kemudian Anggora menoleh ke arah pagar.
"Baik, kamu sendirian saja? kata Anggora
"Ya..." kata Belang
"Pagi-pagi sudah ke sini, Apa ada sesuatu?" kata Persia
"Tidak, hanya jalan-jalan melihat pemandangan sekaligus mampir" kata Belang
"Ya.. kalau ingin kemari tinggal datang saja" kata Anggora
"Kita di sini senang kalau kamu mampir" kata Persia menimpali
"Aku kira tadi rumah ini kosong?" kata Belang
"Memang, para manusia penghuni rumah sedang pergi kalau pagi-pagi..." kata Anggora
"Oh, pantas saja! Bagaimana hasil latihan kemarin ada efeknya tidak?" kata Belang
"Ada, badan terasa lebih kuat" kata Persia
"Bagus kalau begitu, disini ada latihan tidak?" kata Belang
"Ada latihan ringan. lari kesana kemari dan kejar-kejaran terus guling-guling" kata Persia
"Tolong ceritakan keadaaan sebelum kamu berdua tinggal disini" kata Belang
"Begini ceritanya, Keadaan aku sebelum tinggal di rumah ini berada di penyelamatan hewan terlantar ditempat itu banyak kucing kampung yang dirawat dan diberikan makan. Hingga jumlahnya mencapai ratusan ekor dalam satu lingkungan kandang yang cukup luas" kata Persia
"Jadi, kamu termasuk dalam kelompok itu" kata Belang
"Tidak, aku di datangkan dari luar negeri tinggal ditempat itu dan di beli oleh pemilik rumah ini. Sebenarnya kita berdua tetapi yang satu tidak ikut dibawa kesini. Dia adalah teman yang selalu aku rindukan. Entah, bagaimana keadaan dia sekarang, sejak kepergian aku dari sana. kadang masih suka teringat dan bermimpi tentang dia" kata Persia
"kasihan dia..."kata Belang dalam hati
"Semoga kalian dipertemukan kembali di lain waktu dan tempat secara bahagia" kata Belang
"Terima kasih..." kata Persia
Kemudian, terlihat mata Persia berkaca-kaca dan meneteskan air mata di Iringi lagu "Cartoon - On and On" melalui pemutar musik di dalam mobil yang sedang terparkir di depan rumah .
🔉 🔊 🔉 🔊 🎶 🎶 ........
Beberapa saat kemudian, mobil itu berjalan pelan belok kiri ke arah barat sampai terdengar sayup-sayup di kejauhan dan suara itu menghilang.
"Kenapa menangis?" kata Belang
"Aku sedih..." kata Persia
"Aku jadi ikut terharu mendengar hal itu..." kata Anggora
"Tadi, aku melihat ada yang terbang melintas di atas rumah ini ke utara mirip Beo atau bukan, karena tidak begitu jelas" kata Anggora
"Ya dia..." kata Belang
"Kemana akan pergi?" kata Anggora
"Ke penangkaran burung..." kata Belang
"Apa memangnya ada?" kata Anggora
"Kabarnya katanya ada masih baru..." kata Belang
Anggora memperhatikan mata Belang,
"Kenapa mata kamu yang sebelah kanan?" kata Anggora
__ADS_1
"Tertabrak motor..." kata Belang
"Di jalan memang berbahaya. Jadi, hati-hati kalau menyeberang, kadang ada manusia membawa motor yang ngebut..." kata Anggora
"Ya.., aku beruntung masih hidup..." kata Belang
"Jadi ngeri membayangkan..." kata Anggora
Persia diam-diam menyimak dan memperhatikan
"Bagaimana mata kamu untuk melihat?" kata Persia
"Mata kiri masih jelas tetapi rasanya masih ada yang kurang karena pandangan tidak terlihat luas, awalnya aku marah dan tidak terima, tetapi sudahlah aku relakan" kata Belang sambil berusaha menenangkan diri.
Kemudian, Belang temenung sejenak.
"Apa yang kamu pikirkan Belang?" kata Anggora
"Rasanya lega..." kata Belang
"Kenapa?" kata Anggora
"Sudah aku ikhlaskan" kata Belang
"Apa yang kamu maksud?" kata Anggora
"Tentang cacat ini..." kata Belang
"Sudah jangan dipikirkan, ayo ke sini masuk..", kata Anggora
"Ya.., Bagaimana caranya masuk?" kata Belang
"Kamu panjat pagar ini, karena pintunya terkunci dari luar...", Kata Anggora
Kemudian, Belang memanjat dan masuk ke dalam pagar rumah
"Kalau kamu lapar, itu ada makanan! " kata Persia
"Ya... terima kasih" kata Belang
Kemudian, menuju makanan yang di tempatkan sebelah barat depan pot berisi tanaman hias anthurium dan menyantapnya. Sesudah itu dia minum air di baskom.
"Apa nama ikan ini?" kata Belang
Kemudian, Persia mendekat
"Arwana platinum" kata Persia
"Kenapa dinamakan seperti itu?" kata Belang
"Tubuhnya mengilap seperti platinum..." kata Persia
"Wah..aku baru lihat ikan seperti ini kalau dimakan sepertinya enak..." kata Belang
"Ikan yang ini langka jadi dilarang untuk dimakan karena hanya dua ekor" kata Persia
"Oh, Apa kamu yang akan makan nanti?" kata Belang
"Tidak, makanan di sini selalu tersedia" kata Persia
Tiba-tiba Anggora mendekat dan terlibat obrolan
"Kecuali kalau terpaksa tidak ada makanan, dia (Ikan Arwana) aku makan" kata Anggora kemudian tertawa "hehehe"
"Oh, jadi begitu" kata Belang
"Wah, sembarangan! kita bisa terkena hukuman" kata Persia
"Tidak, itu salah mereka tidak memberi kita makan" kata Anggora
"Benar juga..." kata Persia
"Aku yakin tidak akan makan ikan ini karena kita terawat dengan baik" kata Anggora
"Ya, semoga saja" kata Persia
"Bersyukur kalian hidup disini..." kata Belang
"Ya Belang selalu..." kata Anggora
__ADS_1
"Kalau malam kalian berdua tidurnya di luar?" kata Belang
"Tidak, kita di dalam rumah, hanya kalau siang saja kita kadang-kadang di luar..." kata Anggora
Mereka mendekam diatas rumput hijau, sambil mengamati Gerakan ikan di Aquarium
"Apa Arwana platinum penghuni pertama di situ?" kata Belang
"Tidak. Ikan Louhan, Ikan mas koki lion head dan Ikan sapu-sapu" kata Anggora
"Dimana mereka sekarang..?" kata Belang
"Ikan Louhan mati karena terkena penyakit, Ikan Mas koki di kolam belakang rumah bersama Ikan sapu-sapu" kata Anggora
"Kenapa di namakan lion head?" kata Belang
"Karena kepalanya seperti singa" kata Anggora
"Ikannya bagus..." kata Belang
"Ya..." kata Anggora
"Aku akan pulang, terimakasih makanannya..." kata Belang
"Ya, lain kali kita lanjutkan ceritanya" kata Anggora
kemudian, belang pergi menuju ke pagar memanjat dan berhasil keluar
Di sebelah utara dalam lingkungan halaman pagar terlihat berjejer ada tanaman bunga mawar, allamanda, asoka dan melati. Kemudian, terlihat dua ekor kupu-kupu ekor layang terbang dan hinggap di bunga.
Di lain tempat ketika Gutheng dan Belang masih belum pulang.
Terlihat dari kejauhan ada dua rumah, dia semakin terbang mendekat terdengar suara burung. kemudian, Beo hinggap di atap rumah.
"Ternyata benar ada penangkaran burung di sini..." kata Beo dalam hati.
Kemudian, dia terbang turun ke arah halaman dalam. Terlihat kandang berkawat berjejer di depan, kanan, kiri dan di belakangnya terdapat pintu masuk dan keluar yang tertutup.
Beo mencoba berkeliling. kemudian, terbang hinggap di palang besi samping kandang
"Kamu kabur dari kandang?" kata (Beo) penghuni kandang sebelah timur atau kanan
"Tidak, aku hanya mencari teman lama..." Kata Beo
"Kamu dari mana berasal?" kata Penghuni kandang
"Aku dari selatan..." kata Beo
"Siapa nama teman kamu?" kata Penghuni kandang
"Brich..." kata Beo
"Dia ada di utara bagian tengah..." kata Penghuni kandang
"Ya, terimakasih" kata Beo
Kemudian, dia terbang ke arah tersebut. Hinggap di depan palang kandang. Terlihat Brich sedang makan pisang di sebelah kanan dalam kandang.
"Halo, permisi!!" kata Beo
Kemudian, Brich menengok ke arah kanan.
"Apakah kamu Beo?" kata Brich
"Ya, ini aku sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabar kamu?" kata Beo
"Baik dan sehat. Bagaimana kamu tahu aku ada di sini?" kata Brich
"Cerita dari Burung Cekakak katanya ada penangkaran burung di sebelah utara. Jadi, aku ke sini..." kata Beo
"Beo kamu bertempat dimana sekarang?" kata Brich
"Aku di selatan, sekitar 200 meter dari sini..." kata Beo
"Apa kamu sendirian saja di sana?" kata Brich
"Tidak, aku bersama hewan yang lain" kata Beo
Bersambung...
__ADS_1