Gutheng

Gutheng
Makhluk Misterius#22


__ADS_3

"Tolong Beo kamu antarkan Anggora dan Persia ke Bukit.." kata Gutheng


"Ya.." kata Beo


Kemudian, Beo terbang ke depan dan hinggap di dekat mereka


"Ayo!" kata Beo


"Kemana?" kata Anggora


"Katanya ingin ke bukit. Ya, apa tidak?" kata Beo


"Ya.." kata Anggora


Kemudian, mereka menuju kesana. Beo hinggap dari satu pohon ke pohon lain.


"Beo masih jauh tidak ini?" kata Anggora


"Tidak, itu yang dinding rumahnya warna merah bata, bisa lewat samping rumah itu.." kata Beo


Mereka telah sampai di atas bukit dan bertemu dengan Poleng dan Sipus yang sedang di sana.


"Siapa ini?" kata Poleng


"Anggora dan Persia.." kata Beo


"Selamat datang.." kata Poleng


"Terimakasih, mereka kesini mau melihat pemandangan.." kata Beo


"Silakan, Beo kamu pernah melihat makhluk misterius?" kata Poleng


"Sudah, penampakan Naga dia terbang ke arah selatan. Apa kamu pernah melihat itu?.." kata Beo


"Tidak, Sipus yang melihat katanya makhluk itu terbang cepat seperti kilat menuju hutan Phoenix.." kata Poleng


"Ya, aku melihatnya seperti burung.." sambung Sipus


"Coba kamu ke hutan sana Beo barangkali ada sesuatu informasi yang bisa kamu peroleh" kata Poleng


"Ya, Bagaimana kabar Gutheng?" kata Poleng


"Dia Baik.." kata Beo


"Oke.." kata Poleng


Kemudian, Beo terbang meninggalkan mereka menuju hutan Phoenix sedangkan Anggora dan Persia berkeliling di atas bukit menikmati pemandangan. Beberapa saat kemudian Beo tiba di tempat yang dituju dan hinggap di cabang pohon pinus.


"Keadaan hutan disini masih terjaga kelestariannya..." kata Beo dalam hati


Kemudian, Beo terbang menuju ke tengah hutan dan hinggap di atas tanah. Dia mengamati keadaan di sekelilingnya yang terlihat tenang tanpa ada pergerakan daun yang terkena angin. Tiba-tiba ada sesuatu yang terbang cepat dan hinggap di atas pohon dekat Beo berada.


"Apa itu tadi?" kata Beo dalam hati


Dia melihat ke atas terlihat makhluk itu hinggap di cabang pohon.


"Ini sepertinya yang dimaksud. Ternyata benar apa yang di katakan mereka. Apa mungkin dia Bido?" kata Beo dalam hati.


Kemudian, Beo terbang ke atas medekati Bido.


"Bido aku melihat kamu dari bawah..." kata Beo


"Kamu bisa melihat aku?" kata Bido


"Bisa, kamu menggunakan kekuatan apa hingga seperti itu?" kata Beo


"Kekuatan aliran listrik" kata Bido


"Hah... Bagaimana mungkin!" Beo terkejut


"Mungkin saja, apa kamu ingin mencobanya?" kata Bido


"Tidak..." kata Beo


"Mudah saja kalau tidak berani kamu tidak usah memegang kabel listrik secara langsung" kata Bido


"Maksud kamu di transfer tenaganya..." kata Beo


"Ya..." kata Bido


"Apa ini tidak akan mempengaruhi tubuh?" kata Beo


"Bisa ya, bisa tidak..., Secara logika kita sama-sama jenis burung mungkin saja bisa karena aku belum pernah mencoba kepada makhluk lain" kata Bido


"Wah, berarti aku jadi bahan percobaan" kata Beo

__ADS_1


"Bukan begitu maksudnya jenis. Kalau kamu mau silakan. Jadi, Bagaimana?" kata Bido


"Mau. Ayo!" kata Beo


"Sebentar dulu, Apa tubuh kamu dalam keadaan sehat?" kata Bido


"Sehat..." kata Beo


"Bagaimana kondisi jantung kamu?" kata Bido


"Sehat, jadi tidak ini!" kata Beo


"Sabar, Ayo kita turun dulu ke bawah..." kata Bido


"Disini saja..." kata Beo


"Ayo! lebih mudah di bawah..." kata Bido


Kemudian, mereka berdua terbang turun ke bawah hinggap di atas tanah yang datar tidak di tumbuhi rumput hanya daun berserakan di sekitar.


"Apa kamu sudah siap Beo?" kata Bido


"Sudah..." kata Beo


Mereka saling berhadapan, Bido mulai mentransfer hanya hitungan detik saja.


"Sudah Beo..." kata Bido


"Hanya seperti ini..." kata Beo


"Ya, sekarang kamu coba kekuatannya" kata Bido


"Apa yang harus aku lakukan?" kata Beo


"Terbang cepat" kata Bido


Kemudian, Beo mencoba kekuatannya.


"Wah, kekuatan yang hebat kalau seperti ini aku bisa kemana saja dengan mudah" kata Beo


"Bagaimana Beo rasanya?" kata Bido


"Tubuh aku terasa tambah kuat, apa kamu pernah mencoba ke luar angkasa?" kata Beo


"Aku masih penasaran..." kata Beo


"Apa kamu ingin ke sana?" kata Bido


"Ya..." kata Beo


"Lebih baik kamu jangan lakukan itu..." kata Bido


"Tidak, aku tahu bisa membahayakan diri..." kata Beo


"Apa kamu pernah berpikir bahwa ada kehidupan lain di luar sana?" kata Bido


"Pernah, bisa jadi ada tetapi kita tidak mengetahui secara detail dan masih banyak rahasia yang belum di ungkap. Contohnya: ada makhluk asing dari angkasa luar yaitu alien" kata Beo


"Apa alien itu ada?" kata Bido


"Mungkin saja.., karena banyak di luar sana planet-planet dan ada yang seperti bumi" kata Beo


"Kamu mengetahui itu darimana?" kata Bido


"Mendengar pembicaraan manusia..." kata Beo


"Apa mereka sudah melakukan penelitian?" kata Bido


"Kabarnya sudah, mereka menemukan hal yang membuat aku terkejut bahwa bintang yang kelap-kelip di malam hari itu adalah matahari yang jaraknya jauh" kata Beo


"Kenapa mereka bisa tahu?" kata Bido


"Mereka menggunakan teknologi canggih yang bisa melihat benda langit yang jaraknya jauh" kata Beo


"Beo kamu transfer kekuatan ini ke Gutheng..." kata Bido


"Ya, Bagaimana dengan kekuatan kamu masih ada atau tidak?" kata Beo


"Masih..." kata Bido


Kemudian, Beo mempertimbangkan untuk melakukan transfer kekuatan


"Aku tidak jadi sebaiknya kamu saja yang melakukannya..." kata Beo


"Ini tidak masalah lakukan seperti yang tadi" kata Bido

__ADS_1


"Tetapi aku baru mendapatkan kekuatan ini. Jadi, belum terbiasa" kata Beo


"Kalau begitu aku yang akan melakukannya..." kata Bido


"Terimakasih..." kata Beo


"Apa Gutheng sedang di sana sekarang?" kata Bido


"Ya.." kata Beo


"Aku akan ke sana..." kata Bido


"Silakan..." Beo


Kemudian, mereka berdua terbang ke arah selatan dan sampailah di tempat tujuan. Terlihat Gutheng sedang di atas teras depan rumah.


"Apa ada sesuatu kamu datang kemari?" kata Gutheng


"Benar, ada..." kata Bido


"Apa itu?" kata Gutheng


"kekuatan, Apa kamu butuh?" kata Bido


"Butuh, Aku sudah ada..." kata Gutheng


"Seperti apa kekuatan yang kamu punya?" kata Bido


"Kekuatan bergerak, tumbuh dan bernapas" kata Gutheng


"Gutheng semua kekuatan kamu masih normal?" kata Bido


"Masih..." kata Gutheng


"Kalau begitu akan aku berikan kekuatan yang lebih dari itu" kata Bido


"Apa itu?" kata Gutheng


"Kamu diam dulu menghadap aku" kata Bido


"Apa yang ingin kamu lakukan?" kata Gutheng


"Tenang saja aku akan transfer kekuatan, Apa tubuh kamu dalam kondisi sehat?" kata Bido


"Ya..." kata Gutheng


Beberapa saat kemudian Bido mulai melakukannya


"Sudah, ayo kamu coba berlari cepat..." kata Bido


"Ya.." kata Gutheng


Dia terkejut dengan yang terjadi.


"Kekuatan apa ini?" kata Gutheng


"Kekuatan aliran listrik..." kata Bido


"Ya, itu aku juga mendapatkannya.." sambung Beo


"Coba aku ingin melihat kamu berdua terbang cepat..." kata Gutheng


Kemudian, mereka memutar terbang cepat dan kembali lagi


"Hebat bisa untuk jaga diri..." kata Gutheng


"Ya, aku juga mendapatkannya dari Bido..." kata Beo


"Pesan dari aku gunakan kekuatan ini untuk hal yang bermanfaat dan jangan untuk sombong" kata Bido


"Ya.." kata mereka berdua (Beo dan Gutheng)


"Bagaimana kamu mendapatkan kekuatan ini Bido?" kata Gutheng


"Waktu itu hanya kebetulan saja aku memegang kabel listrik yang melintang dan tidak di sangka aku mendapatkan kekuatan ini..." kata Bido


"Kenapa kamu tidak mati?" kata Gutheng


"Aku beruntung..." kata Bido


"Apa maksudnya?" kata Gutheng


"Beruntung karena masih hidup..." kata Bido


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2