
"Ayo kita pergi ke barat?" kata Buek
"Ayo!" kata Biawak
Di perjalanan menuju kesana
"Apa tujuan kamu ke sana?" kata Biawak
"Menyerang..." kata Buek
"Sebaiknya kita urungkan saja..." kata Biawak
"Sepertinya tadi atau kemarin kamu terlihat bersemangat untuk melakukan itu" kata Buek
Kemudian, biawak terdiam sejenak tetapi setelah mendengar perkataan dari Buek dia terpicu
"Kamu jangan setengah-setengah. Kalau seperti ini rencana kita gagal" kata Buek
"Oke, kita segera ke sana..." kata Biawak
Di sisi lain,
"Aku harus segera memberitahu mereka..." kata Cekakak
Kemudian, dia terbang ke tempat Gutheng dan sampai terlebih dahulu daripada Biawak dan Buek. Terlihat Gutheng sedang di pinggir jalan depan rumah dan turun hinggap di dekatnya
"Gutheng lebih baik kamu bersembunyi!" kata Cekakak
"Apa ada sesuatu?" Kata Gutheng
"Biawak akan kemari..." kata Cekakak
"Apa yang dia inginkan kemari?" kata Gutheng
"Akan melakukan serangan..." kata Cekakak
"Terimakasih informasinya" kata Gutheng
Kemudian, dia bergegas ke belakang rumah dan naik ke atas atap
"Belang kamu ikut naik ke atas!" kata Gutheng
"Ya, ada apa?" kata Belang
"Biawak akan kemari..." kata Gutheng
lalu mereka berdua di atap rumah, Beo yang sedang bertengger di pohon mendatangi mereka.
"Ada apa?" kata Beo
"Biawak..." kata Gutheng
"Kamu tahu dari mana?" kata Beo
"Cekakak di depan rumah tadi" kata Gutheng
Kemudian, Beo terbang ke depan rumah terlihat Cekakak sedang bertengger di sebatang kayu seberang jalan dan dia menghampirinya
"Beo, Biawak akan kemari..." kata Cekakak
"Aku sudah mengetahui tadi, sebenarnya sudah aku larang dia untuk ke sini..." kata Beo
"Jadi, Bagaimana ini?" kata Cekakak
"Kamu jangan bingung, kita menanti saja mereka disini" kata Beo
"Ya..." kata Cekakak
Beberapa saat kemudian,
"Apa masih jauh?" kata Buek
"Tidak, Itu di depan..." kata Biawak
Sampailah di pinggir jalan langkah Biawak terhenti
"Apa maksud kedatangan kalian kemari?" kata Beo
"Aku ingin bertemu Gutheng. Dimana dia?" kata Biawak
"Tidak tahu. Gutheng sedang tidak disini..." kata Beo
"Kapan dia pergi?" kata Biawak
"Sejak tadi pagi..." kata Beo
"Jangan bohong!" kata Biawak
"Silakan kamu cek saja di sana kalau ada" kata Beo
Kemudian, dia menyeberang jalan di ikuti Buek yang terbang hinggap dari satu pohon ke pohon lain
"Kenapa kamu berbohong?" bisik cekakak
"Ini untuk keselamatan Gutheng" kata Beo lirih
"Apa Gutheng masih disana?" kata Cekakak
__ADS_1
"Ya, dia sudah naik ke atap rumah..." kata Beo
"Kalau begitu sudah aman..." kata Cekakak
"Oo ya aku lupa. Haduh, Jadi, untuk apa tadi aku mengatakan seperti itu" kata Beo
Terlihat Biawak sudah sampai di depan rumah. Langkahnya terhenti dan berpaling ke arah Beo dan Cekakak berada.
Kemudian, dia tertawa "Ha ha ha ha"
"Apa maksud dia seperti itu?" bisik Cekakak
"Bisa jadi dia bahagia sudah sampai di sana...", kata Beo
"Tetapi Ekspresinya terlihat jahat" kata Cekakak
"Berarti dia memang serius untuk melakukan serangan", kata Beo
"Dia di sana saja, Apa maksudnya?" kata Cekakak
"Tidak tahu, itu lihat dia menatap kita terus..." kata Beo
"Dari gestur sepertinya ingin mengajak ribut..." kata Cekakak
"Biarkan saja dia seperti itu. Kita amati dari sini..." Beo
Beberapa saat kemudian,
"Hoy!!, Kalian berdua maju sini..." kata Biawak
"Biarkan.., kita disini saja jangan sampai terpengaruh..." kata Beo
"Hoy kamu mendengar tidak!!" kata Biawak
"Ya!" kata Beo
"Apa dia lapar Beo?" kata Cekakak
"Mungkin saja..." kata Beo
"Apa yang sedang kalian katakan disitu, kalau berani maju sini!" kata Biawak
"Wah, mulai ada tanda-tanda barbar..." kata Beo dalam hati
"Kamu ingin apa kalau aku ke situ?" kata Beo
"Kamu kesini dulu, jangan banyak pertanyaan!" kata Biawak
"Aku belum banyak pertanyaan!" kata Beo
"Aku serius jangan bercanda kamu!" kata Biawak
"Hati-hati Beo..." kata Cekakak
"Ya..." kata Beo
Kemudian, dia terbang hinggap di depannya dengan menjaga jarak
"Sebenarnya apa ingin kamu?" kata Beo
"Kita balapan..." Kata Biawak
"Hah.." Beo terkejut
"Tidak, Ayo kita bertarung..." kata Biawak
"Aku jelas kalah kalau melawan kamu..." kata Beo
Kemudian, Biawak secara tiba-tiba melakukan serangan. Tetapi Beo dengan sigap berhasil terbang menghindar
"Kalau berani kamu cari lawan yang seimbang..." kata Beo
"Aku tidak mau, kamu lawan saja Buek..." kata Biawak
"Maksudnya bukan begitu. Bagaimana kamu?" kata Beo
"Katakan saja kalau kamu takut..." kata Biawak
"Tidak..." kata Beo
"Ayo Buek lawan dia!" kata Biawak
"Siap!" kata Buek
"Sebentar dulu. kalau kalian lapar aku ada makanan..." kata Beo
"Aku tidak lapar. Apa kamu lapar Biawak?" kata Buek
"Tidak..." kata Biawak
"Kalau begitu, kita balapan saja" kata Beo
"Tidak perlu..." kata Buek
"Oke, kalau begitu kalian tunggu dulu disini jangan kemana-mana..." kata Beo
Kemudian, dia terbang menuju arah cekakak berada.
__ADS_1
"Cekakak tolong tahan mereka disini, aku akan pergi ke tempat Bido..." kata Beo
"Tidak usah, aku saja..." kata Cekakak
"Terima kasih" kata Beo
Kemudian, Cekakak terbang ke arah selatan.
"Ayo Beo!" kata Buek
"Nanti dulu aku belum siap..." kata Beo
Beberapa saat kemudian Cekakak sampai di tempat Bido.
"Apa ada sesuatu?" kata Bido
"Aku ingin minta tolong disana ada Biawak dan Buek (Burung hantu)..." kata Cekakak
"Apa yang mereka perbuat?" kata Bido
"Mereka berbuat onar..." kata Cekakak
"Apa benar yang kamu katakan?" kata Bido
"Ya.. ayo ke sana!" kata Cekakak
"Ya, kamu ingin ikut kesana apa tidak Hilu?" kata Bido
"Tidak..." kata Hilu
Kemudian, mereka pergi
"Siapa dia?" kata Phoenix
"Cekakak teman Bido..." kata Hilu
Beberapa saat kemudian, mereka sampai dan bertemu dengan Beo yang berada di atas batang pohon.
"Kamu sudah siap apa belum!" kata Biawak
"Belum..." kata Beo
"Aku tidak sanggup. Tolong hadapi dia Bido..." kata Beo
"Ya, tenang saja..." kata Bido
Kemudian, Bido terbang dan menghampiri Biawak yang sedang di halaman depan rumah.
"Apa yang kamu lakukan?" kata Bido
"Kamu tidak perlu tahu dan jangan ikut campur urusan aku..." kata Biawak
"Kamu jangan membuat resah di lingkungan ini..." kata Bido
"Jadi, kamu di pihak mereka!" kata Biawak
"Ya..." kata Bido
Kemudian, Biawak menghentak-hentakkan kakinya di atas tanah beberapa kali
"Naga datanglah..." kata Biawak
"Sedang apa kamu?" kata Bido
"Memanggil bantuan..." kata Biawak
"Kamu jangan mengarang. Tidak mungkin dia datang hanya dengan melakukan seperti itu" kata Bido
Beberapa saat kemudian Naga itu terlihat terbang di langit dari arah utara. Memutar beberapa saat dan pergi ke arah selatan.
"Itu dia Naganya..." kata Biawak
"Hanya kebetulan saja dia menampakan diri..." kata Bido
"Tidak mungkin kebetulan" kata Biawak
"Kenapa dia tidak kesini dan hanya lewat saja?" kata Bido
"Karena, dia sedang ingin istirahat..." kata Biawak
"Aku tidak percaya karena kamu memanggilnya lewat hentakkan kaki padahal dia sedang terbang. kata Bido
Kemudian, Biawak terdiam sejenak
"Lebih baik kamu segera pergi dari sini..." kata Bido
"Tidak.. sebelum aku bertemu dengan Gutheng..." kata Biawak
"Oke, Hadapi dulu aku kalau kamu ingin bertemu dengannya..." kata Bido
"Kamu menghalang-halangi saja, ayo kita mulai..." kata Biawak
"Ayo!, sebenarnya aku tidak ingin ini terjadi..." kata Bido
"Kalau begitu pergi saja..." kata Biawak
"Tidak..." kata Bido
__ADS_1
Kemudian, terjadilah pertarungan antara Bido dan Biawak. Beberapa saat kemudian Biawak terlihat babak belur terkena patukan dari Bido.
Bersambung...