
Ketika Gutheng, Beo dan Bido sedang di teras depan rumah terlihat Anggora dan Persia berjalan dari arah selatan kemudian mampir ke tempat tersebut.
"Beo, bagaimana tadi? apa kamu menemukan informasi?" kata Anggora
"Sudah, kamu sedang di dekatnya sekarang..." kata Beo
"Maksud kamu ini..." kata Anggora
"Ya, silakan saling perkenalkan diri..." kata Beo
Kemudian, mereka saling berkenalan
"Apa kamu bisa terbang cepat?" kata Anggora
"Bisa..." kata Bido
Kemudian, dia melakukannya
"Wah, jadi benar yang di ceritakan oleh Poleng dan Sipus" kata Anggora
"Tentang apa?" kata Bido
"Sesuatu yang bisa terbang cepat..." kata Anggora
Di tempat lain sebelah selatan.
"Beo sudah mendapatkan informasi itu atau belum?, lama dia..." kata Poleng
"Nanti dia kalau sudah datang kemari..." kata Sipus
"Ya, aku berharap dia mendapatkannya" kata Poleng
"Semoga saja..." kata Sipus
Beberapa saat kemudian Beo datang
"Beo aku menanti kamu dari tadi" kata Poleng
"Maaf aku tadi ke utara dulu" kata Beo
"Jadi, bagaimana hasilnya?" kata Poleng
"Berhasil, makhluk tersebut adalah Bido" kata Beo
"Siapa dia?" kata Poleng
"Burung elang" kata Beo
"Dimana dia sekarang?" kata Sipus
"Sudah kembali ke hutan" kata Beo
"Kenapa tidak diajak kemari?" kata Sipus
"Sudah, tidak mau karena ada urusan lain" kata Beo
"Urusan apa?" kata Sipus
"Tidak tahu" kata Beo
Sementara di hutan Phoenix, Bido sedang menuju ke gua tempat Burung Phoenix dan Naga Berada
"Aku akan ke sana..." kata Bido
Beberapa saat kemudian dia sampai di tempat tersebut. Terlihat Naga sedang ada di bibir Gua.
"Permisi, selamat siang..." kata Bido
"Ya..." kata Naga
"Phoenix ada?" kata Bido
"Ada silakan masuk" kata Naga
"Aku temannya Phoenix" kata Bido
"Kamu Bido atau Hilu?" kata Naga
"Bido..." kata Bido
Beberapa saat kemudian Phoenix keluar dari dalam gua menemui Bido
"Kamu sendirian saja Bido?" kata Phoenix
"Ya, Kamu sedang apa di dalam?" kata Bido
"Tidur siang..." kata Phoenix
"Kalau suasana seperti ini memang enak untuk tidur..." kata Bido
"Suasana apa?" kata Phoenix
"Maksudnya udaranya sejuk, Apakah ada kelelawar yang tinggal disini?" kata Bido
__ADS_1
"Tidak..." kata Phoenix
"Pantas saja tidak bau kotoran. Kenapa tidak ada?" kata Bido
"Hehehe, takut disembur Naga..." kata Phoenix
"Oo jadi, begitu..." kata Bido
"Ya... aku takuti mereka karena bau kotarannya mengganggu..." kata Naga
"Maaf, aku ingin cerita. Apa tidak mengganggu kalian?" kata Bido
"Silakan, kalau ingin cerita. Kita akan jadi pendengar setia disini hehehe..." kata Phoenix
"Kita disini senang apabila kamu mau bercerita" kata Naga
Kemudian, Bido mulai bercerita tentang hal-hal mengenai dirinya dan teman-teman yang lain.
"Wah, aku baru mengetahui. Jadi, kamu memiliki kekuatan super dari aliran listrik" kata Naga
"Dia memang memiliki kekuatan tersebut" kata Phoenix
"Ya, Apa kalian ingin aku transfer kekuatan?" kata Bido
"Maaf tidak, sudah cukup dengan kekuatan yang aku miliki sekarang..." kata Phoenix
Naga merenung sejenak
"Itu perlu di ambil atau tidak ya?, sebenarnya aku sudah ada kekuatan..." kata Naga dalam hati
"Bagaimana dengan kamu Naga?" kata Bido
Naga masih terdiam terlihat dia ragu-ragu. Kemudian, Bido mulai membujuknya
"Apabila kamu memperoleh kekuatan ini bisa kemana-mana dengan mudah. Jadi, jangan ragu-ragu ini aman. Contohnya aku sampai saat ini masih hidup dengan kekuatan tersebut. Ayo!" kata Bido
"Baiklah, aku mau" kata Naga
Kemudian, mereka berdua saling berhadapan dan Bido memulai mentransfer kekuatannya.
"Sudah..." kata Bido
Kemudian, tidak disangka-sangka dari Badan Naga tumbuh dua sayap
"Wah, apa ini!, sepertinya ada yang tumbuh..." kata Naga
Terlihat tubuh naga semakin perkasa bersamaan adanya sayap tersebut
"Ini efek yang di luar dugaan aku..." kata Bido dalam hati
"Ya, Bagaimana itu?" kata Phoenix
"Tenang saja, coba kamu rasakan Naga. Sepertinya tubuh kamu tambah kekar" kata Bido
"Ya, tetapi aku jadi mempunyai sayap seperti ini..." kata Naga
"Itu bermanfaat..." kata Bido
"Memang, tetapi rasanya jadi aneh..."kata Naga
"Tidak, itu hanya perasaan kamu saja..." kata Bido
Kemudian, Naga mengepakan sayapnya dan terbang keluar Gua. Setelah itu dia kembali lagi.
"Ini luar biasa, terimakasih Bido" kata Naga
"Ya..." kata Bido
"Aku harus membiasakan tubuh dengan keadaan yang seperti ini..." kata Naga dalam hati
"Naga kamu pernah ke luar angkasa?" kata Bido
"Belum..." kata Naga
"Apa kamu ingin mencobanya?" kata Bido
"Ya, menarik untuk dicoba" kata Naga
"Kamu jangan ke sana dulu..." kata Phoenix
"Kenapa?" kata Naga
"Karena kamu baru mendapat kekuatan ini" kata Phoenix
"Benar yang di katakan Phoenix dan yang aku ketahui di luar angkasa tidak ada oksigen" kata Bido
"Kalau begitu, aku butuh kekuatan oksigen..." kata Naga
"Hahaha, kamu bercanda Naga. Apa ada kekuatan tersebut?" kata Bido
"Mungkin karena kekuatan listrik juga ada" kata Naga
"Ya, masuk akal. Tetapi, bagaimana cara mendapatkannya?" kata Bido
__ADS_1
"Kita cari saja di daerah sekitar hutan ini" kata Naga
"Ya, kapan mulai mencarinya?" kata Bido
"Sekarang..." kata Naga
"Ya, Ayo!" kata Bido
"Aku tidak ikut" kata Phoenik
"Kamu tidak perlu ikut" kata Naga
Kemudian, mereka berdua mulai menjelajahi hutan dengan menggunakan kecepatan yang diperoleh dan setelah itu mereka bertemu di tengah hutan.
"Bagaimana Bido?" kata Naga
"Aku belum menemukan tanda-tanda kekuatan itu ada disini. Apa kamu sudah?" kata Bido
"Belum. Apa kita coba cari di tempat lain?" kata Naga
"Setuju, ayo ikut aku ke arah utara!" kata Bido
"Ya, akan kemana kita" kata Naga
"Ke sungai..." kata Bido
"Apa ada di sana?" kata Naga
"Ada atau tidaknya yang penting kita coba saja dulu..." kata Bido
Kemudian, mereka terbang ke arah utara. Beo berada di bukit melihat ada sesuatu yang terbang cepat.
"Aku pergi dulu Poleng..." kata Beo
"Ya, apa ada sesuatu?" kata Poleng
"Ada yang terbang cepat ke arah utara" kata Beo
Beo segera mengikutinya dan sampailah di pinggir sungai. Terlihat mereka menyusuri aliran sungai berlawanan arah. Naga ke arah timur dan Bido ke arah barat
"Apa yang mereka cari?" kata Beo dalam hati
Beo menunggu mereka di dekat pinggir sungai sambil bertengger di cabang pohon duku. Beberapa saat kemudian mereka bertemu lagi di dekat tempat Beo berada.
"Disini juga tidak ada..." kata Bido
"Jangan menyerah kita cari di tempat lain..." kata Naga
"Apa yang kamu berdua sedang cari?" kata Beo
"Kalau kita katakan kepada kamu. Pasti tidak akan percaya" kata Bido
"Katakan dulu saja. Apa sebenarnya?" kata Beo
"Kita sedang mencari kekuatan oksigen, Kamu Beo temannya Bido?" kata Naga
"Ya, kekuatan itu tidak mungkin ada. Jangan lakukan hal yang sia-sia" kata Beo
"Sudah aku duga kamu tidak akan percaya. Padahal yang kamu hirup sekarang ini dari oksigen" kata Bido
"Terus, kenapa kalian cari kalau sudah ada?" kata Beo
"Karena, kita mencari sumber kekuatan yang lebih dari ini untuk bisa ke luar angkasa" kata Bido
"Siapa yang akan ke sana jika kekuatan itu kamu peroleh?" kata Beo
"Naga..." kata Bido
"Ya, aku yang yang akan ke sana" sambung Naga
"Apa kamu berani?" kata Beo
"Ya, aku berani..." kata Naga
Diam-diam Gutheng menyimak di balik pohon dan muncul di hadapan mereka.
"Sejak kapan kamu di situ?" kata Bido
"Dari tadi ketika Beo disini" kata Gutheng
"Wah, kamu sudah menggunakan kekuatannya dengan baik" kata Bido
"Ya, sampai saat ini tubuh aku masih tidak masalah" kata Gutheng
"Bagus kalau begitu" kata Bido
"Aku mengetahui cara mendapatkan kekuatan oksigen yaitu hanya meminum ramuan ekstrak kulit manggis super. Ini hanya bertahan sampai dengan 2 hari sekali minum" kata Gutheng
"Kamu jangan mengarang tidak mungkin bisa" kata Bido
"Ya... nanti kamu dikira stres" kata Naga
"Ya, Gut khayalan kamu tinggi..." kata Beo
__ADS_1
"Aku masih normal..." kata Gutheng
Bersambung...