
Biawak terlihat terbaring sudah tidak berdaya dan Buek ketakutan melihat kejadian tersebut
"Sudah, aku menyerah" kata Biawak
"Sudah Bido kasihan dia..." kata Beo
"Ya, Ini yang aku tidak suka karena ada yang tersakiti..." kata Bido
"Nantikan pembalasan aku..." kata Biawak dalam hati
"Bido beri dia makanan..." kata Beo
"Ya..."nkata Bido
Kemudian, Bido terbang ke arah utara. Setelah tiba di pinggir sungai dia menggunakan kecepatannya untuk menangkap ikan di air. Dia memperoleh 1 ekor ikan dan di bawanya kesana. Biawak menyantap ikan tersebut.
"Terimakasih..." kata Biawak
"Ya, maafkan aku" kata Bido
Biawak hanya terdiam mendengar permintaan maaf dari Bido
"Ayo kita pulang Buek..." kata Biawak
"Ya..." kata Buek
Kemudian, mereka pergi dari tempat tersebut menuju timur.
"Itu makhluk diam saja. Memaafkan atau tidak ya..." kata Bido
"Yang penting kamu sudah minta maaf perkara dia mau memaafkan atau tidak itu urusan dia" kata Beo
"Benar..." kata Cekakak
Di sisi lain,
"Kenapa tadi kamu tidak membantu aku?" kata Biawak
"Aku takut..." kata Buek
"Ya sudah tidak apa-apa..." kata Biawak
"Sebaiknya kita berdamai saja dengan mereka" kata Buek
"Jadi, kamu berubah pikiran?" kata Biawak
"Ya..." kata Buek
"Wah, kalau begini aku harus cari bantuan lain" kata Biawak dalam hati
Di tempat lain di dalam hutan Phoenix
"Apa itu lihat!" kata Phoenix yang sedang menghadap ke arah langit
"Wah, apa itu Naga yang kamu ceritakan?" kata Hilu
"Ya..." kata Phoenix
Terlihat Naga itu terbang menuju Gua.
"Apa hanya itu saja?" kata Hilu
"Ya hanya satu, Hilu aku akan ke sana dulu" kata Phoenix
"Ya " Kata Hilu
Kemudian, Phoenix terbang menuju Gua dan sampai dia di dalam betemu dengan Naga.
"Kamu darimana?" kata Naga
"Dari kaki Gunung ini" kata Phoenix
"Kamu sedang apa di sana?" kata Naga
"Bertemu teman baru .." kata Phoenix
"Siapa?" kata Naga
"Bido dan Hilu..." kata Phoenix
"Makhluk apa dia?" kata Naga
"Burung Elang, kamu sudah berani keluar jauh dari sini. Apa tidak berbahaya?" kata Phoenix
"Tidak" kata Naga
"Apa tidak ada manusia yang melihat kamu terbang di langit?" kata Phoenix
"Ada" kata Naga
"Wah, kamu akan tenar kalau begitu..." kata Phoenix
__ADS_1
"Aku sudah tenar dari duhulu..." kata Naga
"Selama kamu di sana apa yang kamu lakukan?" kata Phoenix
"Aku ke arah kawah untuk memulihkan kekuatan..." kata Naga
"Apa ya?" kata Phoenix
"Ya..." kata Naga
Kemudian, Naga menyemburkan api ke arah batu dalam gua
"Ini hasilnya..." kata Naga
"Oo jadi begitu..." kata Phoenix
Di tempat lain,
"Dimana Gutheng?" kata Bido
"Di atap rumah..." kata Beo
"Dia disuruh turun saja, situasinya sudah aman..." kata Bido
"Kamu disini dulu jangan pergi..." kata Beo
"Ya..." kata Bido
Kemudian, Beo terbang menuju atap rumah
"Kamu berdua bisa turun dia sudah pergi..." kata Beo
"Apa yang terjadi tadi?" kata Gutheng
"Sedikit masalah tetapi bisa teratasi, ada Bido yang datang kemari yang membuat mereka pergi..." kata Beo
"Sekarang Bido dimana?" kata Gutheng
"Masih di depan..." kata Beo
Mereka turun dari atap menemui Bido
"Terima kasih Bido kamu telah menolongku..." kata Gutheng
"Ya, aku akan pulang dulu..." kata Bido
"Silakan..." kata Gutheng
"Ya, dia tinggal di lereng dalam gua gunung Phoenix bersama burung Phoenix" kata Bido
"Ha, apa ada makhluk tersebut?" Beo terkejut
"Ada" kata Bido
"Apa yang bulu warnanya merah tadi?" kata Cekakak
"Ya itu. Sudah ya.., aku pergi dulu" kata Bido
"Ya..." kata Cekakak
Bido terbang ke arah selatan sedangkan di tempat lain samping rumah sebelah utara
"Sudah mulai sore semoga bulannya terlihat..." kata Persia
"Semoga saja..." kata Anggora
Beberapa saat kemudian,
"Itu dia bulannya..." kata Persia
"Wah, ya terlihat jelas" kata Anggora
"Bisa jadi malam ini cerah..." kata Persia
Ke esokan harinya,
"Ayo hari ini kita keluar ..." kata Anggora
"Kemana?" kata Persia
"Jalan-jalan menikmati pemandangan..." kata Anggora
"Ya..." kata Persia
Kemudian, mereka keluar rumah.
"Kita ke arah utara dulu..." kata Anggora
"Oke..." kata Persia
Setelah beberapa saat mereka berjalan sampailah mereka di pinggir sungai
__ADS_1
"Airnya jernih disini..."kata Persia
"Ya..itu ada ikannya..."kata Anggora
"Berarti sungai ini belum tercemar. Aku pernah melihat ada sungai yang airnya sudah keruh dan sampahnya bertumpuk..." kata Persia
"Dimana itu?" kata Anggora
"Di kota besar..." kata Persia
"Sampah menjadi masalah pada saat ini..." kata Anggora
"Ya, aku pernah melihat berita bahwa sudah mencemari laut bahkan ada ikan paus yang mati di dalam perutnya terdapat banyak sampah..." kata Persia
"Semoga dengan adanya berita itu dapat menyadarkan para pelaku untuk membuang sampah pada tempatnya..." kata Anggora
"Ya, semoga saja..." kata
Beberapa saat mereka di sana memperhatikan aliran air sungai.
"Suasananya memang beda kalau disini..." kata Persia
"Ya, maka dari itu ini manfaatnya jalan-jalan..." kata Anggora
Di dekat mereka ada kolam ikan.
"Persia lihat ada ikan besar di kolam" kata Anggora
"Wah, apa namanya?" kata Persia
"Gurame..." kata Anggora
"Mantap kalau kita bisa menyantap ikan itu..." kata Persia
"lihat ada ikan lain..." kata Anggora
"Kamu tahu nama ikan itu?" kata Persia
"Tahu, Ikan nila" kata Anggora
Terlihat ada dua ekor Ikan yang satu sedang mengeluarkan anaknya dari dalam mulut. Beberapa saat kemudian, Ikan tersebut menggiring anaknya ke arah bawah tanaman enceng gondok.
"Kamu tahu ikan nila bisa menyimpan anaknya di dalam mulut mereka?" kata Anggora
"Tidak, aku ingin tahu?" kata Persia
"Kamu menonton saja saat manusia sedang menyetel video di laptop..." kata Anggora
"Wah, lain kali aku ikut nonton..." kata Persia
"Aku rekomendasikan ikut nonton karena ada pembahasan ilmiahnya..." kata Anggora
"Oke..." kata Persia
20 menit mereka di situ menikmati pemandangan alam. Kemudian, mereka menuju ke arah selatan
"Kamu harus tahu, kehidupan di sungai bukan hanya Ikan saja tetapi ada makhluk lain. Coba sebutkan apa saja?" kata Anggora
"Ular, makhluk tidak terlihat, terus apa lagi...", kata Persia
"Kura-kura, bulus, kepiting, siput, biawak, buaya dan udang. Apa itu makhluk tidak terlihat?" kata Anggora
"Jin atau setan..." kata Persia
"Itu sudah beda alam hehehe" kata Anggora
"Haduh ya benar sudah beda alam. Tetapi, dia juga bisa hidup di atas air" kata Persia
"Konteksnya sudah beda kalau bahas yang itu" kata Anggora
"Apa bulus dan kura-kura sama?" kata Persia
"Berbeda, kalau bulus tempurungnya lunak sedangkan kura-kura keras" kata Anggora
Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan rumah yang berdinding hijau tempat Gutheng sering disana. Terlihat dia sedang di samping rumah sebelah utara mendekam menghadap ke barat dan mereka menghampiri dia.
"Bagaimana kabar kamu Gutheng?" kata Anggora
"Baik, akan kemana kalian?" kata Gutheng
"Kesini.. jalan-jalan melihat pemandangan" kata Anggora
"Jika mau ada tempat yang bagus yaitu di atas bukit karena bisa melihat luasnya wilayah ini..." kata Gutheng
"Boleh, bisa kamu antarkan kita ke sana..." kata Anggora
"Aku tidak bisa saat ini, nanti dulu aku panggilkan Beo", kata Gutheng
Kemudian, Gutheng menuju ke belakang rumah memanggil Beo yang sedang bertengger di cabang pohon jambu dekat kolam.
Bersambung...
__ADS_1