
Gutheng berhasil ditipu, dia berusaha tetap tenang untuk tidak mengamuk dan mencari Biawak.
"Biarkan saja, nanti kalau dia berbuat begitu lagi akan aku panggil Naga untuk membawanya ke hutan dekat pantai," batin Gutheng.
Gutheng terkena gigitan biawak di kaki bagian kanan sehingga jalannya terpincang-pincang.
"Memang kurang ajar itu Biawak," batin Gutheng kesal
Di sisi lain,
Biawak menuju sarangnya di tepi sungai.
"Aku heran, dia mempunyai kekuatan seperti itu dapat darimana?," Biawak bertanya-tanya dalam hatinya
Kemudian, dia menemui anak buahnya yang sedang berada di gubuk.
"Darimana tadi?," tanya Anjing.
"Aku bertemu kucing sedang di pinggir kolam...," jawab Biawak.
"Apa kamu menghajarnya di sana?," tanya Anjing.
"Ya, tentu!!," jawab biawak dengan ekspresi jahatnya.
Kemudian, Anjing tersebut melangkah menuju arah Gutheng berada tetapi Biawak melarangnya.
"Kamu tidak perlu ke sana, kemungkinan dia sudah pergi dari tempat tersebut," kata Biawak.
"Dia sudah terkena racun," lanjut Biawak.
"Hah, Bagaimana bisa kamu melakukannya?," tanya Anjing.
__ADS_1
"Bisa, karena air liurku sudah mengandung zat beracun," jawab Biawak.
Anjing tidak percaya dengan yang diceritakan oleh biawak.
"Kamu jangan mengarang, menurutku hal itu tidak mungkin," kata Anjing.
"Mungkin, karena air liurku terdapat berbagai macam bakteri," kata Biawak.
"Ha ha, berarti kamu jorok!," kata Anjing.
"Bukan jorok, ini hanya kelebihan dariku," Jawab Biawak
"Makhluk tidak waras," kata Anjing.
Mendengar perkataan dari Anjing, dia marah.
"Ingin mengajak duel denganku, ya!!," bentak Biawak.
"Bercanda begitu, itu bukan. Serius maknanya," kata Biawak.
"Maka dari itu, kalau setelah makan cuci mulut," kata Anjing.
"Sudah, tetapi bakteri ini susah hilang dariku," kata Biawak.
"Ya, sudah. Sekarang kita cari cara untuk menangkap Gutheng," kata Anjing.
"Itu mudah. Caranya kita kembali ke tempat tersebut kemungkinan dia belum pergi jauh dari tempat tersebut..," kata Biawak.
"Loh!, katanya tadi, tidak usah kesana!," kata Anjing dengan nada tinggi. Dia merasa dipermainkan sehingga dia marah.
"Siapa pemimpin disini, aku atau kamu?," kata Biawak. mempertanyakan statusnya.
__ADS_1
"Kamu!," Anjing menjawabnya dengan ekspresi kesal.
"Ternyata kamu sudah paham, ya anak buah. hahaha," kata Biawak dengan sombongnya.
"Aku paham dari dulu," kata Anjing.
"Kalau begitu, carikan Gutheng untukku," Kata Biawak.
"lah, sok-sok an jadi pemimpin hanya begitu saja, pamer!," batin Anjing.
Anjing terdiam disitu dengan memandangi Biawak.
"Apa yang kamu lakukan disitu!, cepat kerjakan!," kata Biawak.
"Tenang-tenang, aku akan berangkat sekarang," kata Anjing.
"Nah, begitu. Aku menunggu di sini," kata Biawak.
Kemudian, dia berangkat ke tempat pinggir kolam yang tadi Gutheng berada. Setelah sampai di sana. Dia, cingak-cinguk memperhatikan tempat tersebut.
"Ternyata dia ke arah timur laut..," batin Anjing sambil mengikuti terus bau tersebut dengan indra penciumannya yang tajam.
Sedangkan Gutheng masih mencoba berjalan kembali ke rumah di Kota Putih. Dia sesekali mencoba menggunakan kekuatan kecepatannya tetapi tidak bisa. "Kaki sakit seperti ini, kekuatanku tidak bisa digunakan," kata Gutheng lirih.
Tidak sengaja terlihat oleh mata Beo yang sedang terbang di daerah tersebut mencari keberadaan Gutheng. Anjing itu sudah semakin dekat dengan Gutheng yang sedang berjalan dan tertangkaplah dia. Kemudian, Gutheng digiring menuju tempat Biawak berada. Sedangkan Beo sambil menjaga jarak mengikuti mereka dari belakang.
"Itu Gutheng, sedang dalam bahaya. Aku harus meminta bantuan segera," kata Beo lirih.
Namun keberadaan Beo di situ diketahui oleh dua ekor burung bangau putih dan tiba-tiba mencegat Beo yang akan pulang memanggil bantuan.
Bersambung...
__ADS_1