Gutheng

Gutheng
Latihan Bersama II#4


__ADS_3

"Ternyata kamu bisa melewati pagar itu" kata Anggora


"Ya.. karena ide dari kamu badan aku terasa enteng. Kita akan kemana ini?" kata Persia.


"Pergi ke tempat Gutheng tapi usahakan kita pulang sebelum manusia itu pulang dahulu. Karena, agar menghindari ketahuan kita pergi diam-diam" kata Anggora.


Mereka berdua bergegas pergi meninggalkan tempat itu,


"Kita menerobos saja lewat sini" kata Anggora


"Kenapa memangnya?" kata Persia


"Agar tidak mengundang perhatian manusia lewat" kata Anggora.


Kemudian, Anggora dan Persia menerobos kebun kopi sebelah selatan rumah tersebut, sampailah keduanya di belakang rumah tujuan. Terlihat Beo sedang berkicau di ranting pohon mangga sendirian.


"Beo, kemana Gutheng dan Belang?" kata Anggora.


"Dia masuk rumah tadi, mungkin sedang makan, tunggu saja disini, biasanya keluar untuk berjemur " kata Beo.


Tidak lama kemudian, Gutheng muncul di susul Belang di belakangnya dan manusia tersebut menutup pintu rumah. Gutheng dan Belang menghampiri mereka bertiga


"Apa sudah lama kalian datang disini?" Kata Gutheng.


"Baru saja.., perkenalkan ini Persia?" kata Anggora.


"Selamat datang Persia" kata Gutheng.


"Dia ingin ikut berlatih bersama seperti kita 11 hari yang lalu, boleh kita mulai saja sekarang Gutheng?" kata Anggora.


"Boleh... (Gutheng menerangkan).


"Ya.." Anggora dan Persia menjawab bersamaan.


"lakukan seperti waktu itu" kata Gutheng.


Merekapun bersiap mengambil posisi dan melakukan ancang-ancang kemudian lari berlawanan arah menuju pohon pisang dan tiang rumah secara satu persatu naik turun bergantian tempat beberapa kali.


"Otot kakiku tambah kuat" kata Persia


"Ayo lagi! masih kuat kan?." kata Gutheng


"Ya..!" sahut Persia.


Waktupun berlalu menunjukkan hampir tengah hari,


"Terima kasih waktunya Gutheng. kita akan pulang" kata Anggora.


"Ya.., hati-hati" kata Gutheng.


Kemudian berjalan pulang melalui kebun yang tadi,


"Ayo lewat sini lagi..." Kata Anggora


"Ya.. Bagaimana ini bulu kita kotor?" kata Persia


"Tidak masalah, nanti kita mandi" kata Anggora


Sesampainya di rumah mereka masuk kembali ke teras samping yang di kelilingi pagar.


Sementara di lain tempat,


"Beo tolong pinjamkan bola di tempat Poleng!..." kata Gutheng.


"Siap.." kata Beo.


Kemudian dia terbang menuju tempat dimana Poleng Berada. Mengitari rumah, lalu hinggap di tumpukan batang bambu. Tidak terlihat di belakang rumah lalu terbang ke lantai dua, ternyata dia sedang tertidur dalam ruangan di atas kursi, lalu Beo hinggap di samping kursi mencoba membangunkan.

__ADS_1


"Poleng, bangun.." kata Beo sembari mematuk-matuk kursi.


"tuk tuk tuk"


Poleng membuka mata dan menggeliat. Terlihat beo di hadapannya.


"Oh... kamu Beo!, ada apa?" kata Poleng.


"Mohon maaf mengganggu, saya di utus Gutheng untuk meminjamkan bola" kata Beo.


"Ya.., silakan ambil di dalam garasi. Ada beberapa macam yaitu: Bola Basket, Bola Sepak, Bola Voli, Bola Futsall, Bola Tenis dan Bola Pingpong" kata Poleng.


"Aku akan ambil bola pingpong" kata Beo.


"Bola pingpong di dalam kresek di letakkan di atas meja" kata Poleng.


"Terima kasih poleng, aku pamit" kata Beo.


"lho.. buru-buru, baru sebentar mampir dulu.." kata Poleng.


"Maaf, karena akan langsung dipakai untuk latihan" kata Beo.


"Hati-hati.., bola itu saya berikan tidak usah di kembalikan lagi" kata Poleng.


"Lho.. saya hanya pinjam" Kata Beo


"Tidak apa-apa untuk kenang-kenangan dari aku" kata Poleng.


"Jadi, tidak enak hati.." kata Beo


"Santai saja, aku masih punya bola yang lain.." kata Poleng


"Aku pergi dulu.." kata Beo


"Ya..Hati-hati di jalan" kata Poleng


"Oh ya.. hati-hati di udara. hehehe.." kata Poleng sambil menahan tawa


"Ya.." kata Beo


Kemudian, dia terbang kembali..


pulang dengan selamat.


"Sudah kamu dapatkan bolanya?" kata Gutheng


"Sudah" kata Beo.


Sambil terbang dia jatuhkan bawaannya di samping Gutheng mendekam.


"tepluk.."


Kemudian hinggap di atap rumah,


Beo melihat dari kejauhan ada ribuan kupu-kupu kuning bermigrasi dari arah barat menuju ke timur.


"Coba.. kamu lihat dari arah barat" kata Beo.


"Wow!.. itu rombongan kupu-kupu, dia berasal darimana bisa berkumpul seperti itu?" Kata Gutheng sambil terpesona.


"Kemungkinan dari hutan yang jaraknya jauh dari sini atau tempat lain yang aku tidak tahu pasti... Karena, baru kali ini aku lihat yang sebanyak itu" kata Beo


Beberapa saat kemudian, kupu-kupu itu lewat berterbangan di samping kanan, kiri, dan atas mereka. Terlihat jumlahnya mencapai ribuan tersebar luas di area bukit.


"Gutheng..., Belang sedang dimana?" kata Beo.


"Belang sedang di dalam kandang, menangkap tikus", kata Gutheng sembari membuka kantong kresek.

__ADS_1


Glutak...glutak... glutak.. (suara benda jatuh dan berbenturan)


Setelah itu, Belang keluar dari kandang menghadap ke barat yang di depannya ada tanaman pohon mangga, dia lalu menggondol buruannya ke arah kebun kopi untuk di makan.


"Terima kasih Beo telah membawakan bola untukku" kata Gutheng.


"Ya, jangan sungkan apabila butuh bantuan, tinggal minta saja kepadaku akan segara di usahakan kalau mampu..." kata Beo.


Kemudian, Gutheng mulai berlatih memainkan bola pingpong dengan menangkap dan menendang gunanya ini untuk melatih kelincahan dan reflek. Dilakukan secara berulang.


Selesai makan, Belang mendekat kearah Gutheng, dia diterkam secara tiba-tiba dari samping kanan. Belang tersungkur tertindih tubuh Gutheng


"Hoy apa-apaan ini.." kata Belang


"Maaf, hanya melatih insting buru.." kata Gutheng


Lalu mereka berdua bangkit, Belang sambil menjaga jarak mengibaskan ekornya.


"Membuat kaget saja.." kata Belang


"Jangan marah hanya bercanda.." kata Gutheng


"Jangan ulangi lagi ya, kalau di dunia manusia bertindak seperti itu tidak sopan" kata Belang


"Sudah... sudah... tolong maafkan" kata Gutheng.


"Ya.." kata Belang


Kemudian, Belang menepi ke samping sumur lalu meminum air di ember. Setelah itu, memandangi kupu-kupu yang beterbangan dari tadi.


Beo terbang hinggap di bibir ember untuk minum air.


"Jernih dan Segar..." kata Beo setelah meminum beberapa teguk air.


"Ya.." kata Belang


"Bersyukur air disini tidak terkontaminasi" kata Beo


"Apa kamu pernah menjumpai keadaan yang seperti itu?" kata Belang


"Pernah, waktu itu aku masih di kurung dalam kandang diberi minum air yang rasanya asin" kata Beo


Mendengar mereka bercerita, Gutheng mendekat sambil menyimak.


"Kapan itu?" kata Belang


"Satu setengah tahun yang lalu.." kata Beo


Gutheng mulai terlibat pembicaraan,


"Bagaimana kamu bisa terlepas?" kata Gutheng


"Saat manusia yang memelihara sedang lengah lupa menutup pintu kandang, saat itu aku lepas" kata Beo


"Bagaimana kamu bisa sampai kesini?" kata Gutheng .


Beo dengan sabar menceritakan,


"Aku terlepas di saat akan di jual di luar desa ini yang masih satu kecamatan, terus terbang kesini" kata Beo.


"Jadi, kamu sendirian saja" kata Belang


"Ya.." kata Beo.


Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2