
"Makanya ikuti perkembangan berita. Jadi, tidak ketinggalan jaman..." kata Gutheng
"Harap maklum aku tinggalnya di hutan. Jadi, tidak mengetahui hal tersebut" kata Naga
"Ya, aku mengerti keadaan kamu..." kata Gutheng
Beberapa saat kemudian,
"Apa berarti ini sudah selesai?" kata Naga
"Sudah..." kata Gutheng
"Kalau begitu aku akan ke hutan" kata Naga
"Silakan..." kata Gutheng
Naga kembali ke hutan diikuti oleh Bido. Hari sudah mulai sore. Beo, Gutheng, Brich dan Belang berkumpul di belakang rumah
"Aku ada rencana untuk pergi ke seberang sungai sebelah utara. Apa ada yang ingin ikut ke sana?", kata Gutheng
"Untuk apa?" kata Beo
"Berjalan-jalan..." kata Gutheng
"Kamu tidak usah pergi karena disini lingkungannya aman" kata Beo
"Berarti kamu anggap di sana tidak!" kata Gutheng
"Tidak..." kata Beo
__ADS_1
"Belum tentu..." kata Gutheng
"Silakan kalau kamu ingin ke sana tetapi seharusnya kamu bisa mempertimbangkan tentang ancaman yang tadi siang ditujukan terhadap kamu saat berada didekat sungai" kata Beo
"Aku tidak khawatir tentang hal itu karena sudah mempunyai kekuatan kecepatan" kata Gutheng
"Sebenarnya apa yang kamu rindukan di tempat tersebut?" kata Beo
"Suasana disaat aku kecil..." kata Gutheng
"Kemungkinan tempat tersebut sudah tidak seperti yang dahulu lagi..." kata Beo
"Itu yang membuat aku ingin melihatnya. Jadi, Bagaimana?, Apa ada yang ingin ikut?" kata Gutheng
Sejenak mereka terdiam melihat Gutheng.
"Kamu saja Beo!" kata Brich
"Karena kamu sudah memiliki kekuatan yang sama seperti Gutheng sehingga kalau terjadi sesuatu bisa segera menolongnya" kata Brich
"Ya, aku ikut" kata Beo
"Kamu tidak terpaksa Beo?" kata Brich
"Tidak, justru aku senang. Jadi, kapan kita akan ke sana Gut? " kata Beo
"Besok pagi" kata Gutheng
Matahari terlihat mulai terbenam lalu malampun telah menjelang mereka melihat di langit kelap kelip bintang dan juga terlihat bulan berbentuk bulat sempurna.
__ADS_1
"Malam ini bulan purnama..." kata Belang
"Apa maksudnya?, apa ada mitos?" kata Gutheng
"Tidak ada..." kata Belang
Ke esokan harinya
"Pagi ini mudah-mudahan cerah" kata Gutheng
"Aku harap begitu" kata Beo
Ketika mereka di depan kandang berada dekat pohon mangga terlihat manusia keluar rumah dari pintu belakang membawa 2 wadah yang berisi buah dan makanan kucing diletakan di atas lantai dekat sumur. Kemudian, Gutheng, Belang, Brich dan Beo menghampiri menyantap makanan tersebut. Kemudian, Gutheng pergi bersama Beo ke utara. Beberapa bulan kemudian Gutheng menghilang
Setelah Gutheng tidak ada, Beo pulang ke selatan menemui teman-temannya yang dahulu. Dia menceritakan hal-hal yang telah terjadi sehingga Gutheng sampai mati. Mereka merasa sedih dan kehilangan. Beo berusaha menenangkan mereka untuk tidak berlarut-larut meratapi kematiannya.
***
Penulis sampaikan terimakasih kepada Noveltoon yang telah memberikan izin kepada penulis untuk berkarya dan pembaca atau sesama penulis yang telah memberikan dukungannya.
***
Gutheng Bagian 1 (Gutheng) sudah selesai. Penulis memutuskan ada lanjutan cerita Gutheng bagian ke 2 (Gutheng 2). Kepada pembaca yang sedang menanti kelanjutan cerita dari Gutheng. Bisa pembaca saksikan pada lanjutan cerita berikutnya masih dalam satu Novel ini. Tokoh utama dari cerita masih sama yaitu Gutheng yang bertujuan untuk memberikan dampak baik bagi lingkungannya.
***
Cerita sebelumnya,
Beo memutuskan untuk pulang ke selatan setelah dalam pencariannya tidak ada hasil atas usahanya.
__ADS_1
"Sepertinya dia sudah mati dimakan ular" Beo menduga seperti itu didalam hatinya. Sebenarnya kepulangan Beo ke selatan dibayang-bayangi teka teki keberadaannya. Dia mengarang cerita kepada teman-temannya bahwa Gutheng sudah mati karena hanya untuk menghilangkan beban pikirannya.