Gutheng

Gutheng
Kekuatan Oksigen#24


__ADS_3

Mendengar cerita dari Gutheng mereka tidak percaya tetapi dia mulai meyakinkan bahwa kekuatan oksigen memang ada.


"Kekuatan itu memang ada, aku melihat dari seorang ilmuwan yaitu pemilik rumah tempat aku sering disana. Dia membuatnya di ruang belakang dan aku mengetahuinya saat masuk rumah dia sedang melakukan percobaan" kata Gutheng


"Loh, aku baru tahu itu ternyata dia ilmuwan" kata Beo


"Kalau begitu kita ke sana saja sekarang" kata Bido


"Sebentar dulu aku tidak mengetahui dimana ramuan itu disimpan" kata Gutheng


"Cari saja disekitar tempat tersebut, aku yakin ada disana" kata Beo


"Mungkin, ayo ke sana!" kata Gutheng


Sebelum pergi dari tempat tersebut mereka di datangi oleh Biawak yang sudah membawa bala bantuan yaitu 3 ekor anjing yang datang dari seberang sungai sebelah utara. Beo di cabang pohon melihat kedatangan dia dari arah timur


"Ada yang datang" kata Beo


"Siapa?" kata Gutheng


"Biawak..." kata Beo


Beberapa saat kemudian, dia datang


"Ternyata kamu disini Gutheng hahaha" kata Biawak


"Apa maksud kamu tertawa seperti itu?" kata Gutheng


"Tentu ada maksud, kamu jangan pura-pura lupa..." kata Biawak


"Aku masih ingat tidak pura-pura ..." kata Gutheng


"Kalau begitu kita selesaikan saja disini..." kata Biawak


Kemudian Naga maju tetapi dilarang oleh Gutheng


"Jangan aku saja yang akan menghadapinya..." kata Gutheng


Naga pun mundur ke arah samping kanan belakang Gutheng


"Naga ternyata kamu ada di pihak mereka. Jadi, aku rasa ini tidak seimbang" kata Biawak


"Aku tidak mengetahui yang kamu maksud" kata Naga


"Kamu harus mengetahui, dia telah menjadikan burung Pipit santapannya" kata Biawak


"Aku rasa itu wajar karena burung memang mangsanya..." kata Naga


"Jadi, kamu anggap ini sepele!" kata Biawak


"Tidak, tetapi pada umumnya memang seperti itu..." kata Naga


"Ya, memang tetapi dia teman aku..." kata Biawak


"Apa benar dia teman kamu?" kata Gutheng


"Ya..." kata Biawak


"Terus, apa kamu tidak akan memangsanya?" kata Gutheng


"Mungkin kalau aku sedang lapar bisa saja memangsanya..." kata Biawak


"Berarti kamu selama ini hanya mencari alasan saja untuk bisa memangsa aku..." kata Gutheng


"Ya, tetapi itu tidak penting karena sekarang memang sedang lapar!!, akan aku memangsa kamu!! serang dia!!" kata Biawak


Kemudian, 3 ekor anjing tersebut menyerang Gutheng tetapi dia berhasil menghindar dengan cepat sampai mereka kelelahan


"Apa kekuatan yang kamu gunakan!" kata Biawak


"Kamu tidak perlu mengetahui..." kata Gutheng


"Aku khawatir kalau memberitahukan dia bisa di salah gunakan ke hal yang tidak baik" kata Gutheng dalam hati


"Oke, kalau kamu tidak ingin memberitahu. Aku akan terus menjadi ancaman di hidup kamu..." kata Biawak


Gutheng terdiam sambil memandangi Biawak dengan ekspresi wajah yang tenang. Kemudian, tiba-tiba Biawak melakukan serangan dan lagi-lagi dia bisa menghindar dengan cepat. Beberapa saat kemudian Biawak terlihat kelelahan.


"Apa kamu sudah cukup mengamuknya?" kata Gutheng dengan nada santai dan tenang


"Belum..." kata Biawak

__ADS_1


Biawak terus menyerang hingga tergeletak terlihat kelelahan sedangkan Gutheng terlihat masih segar hanya mengeluarkan sedikit tenaganya.


"Naga bawa dia keluar jauh dari daerah ini" kata Gutheng


"Siap!" kata Naga


"Tolong jangan bawa aku..." kata Biawak


"Diam, aku tidak akan menyakiti kamu" kata Naga


Kemudian, dia mencengkeram dan membawanya ke arah barat. Setelah beberapa saat dia terlihat kembali lagi.


"Dimana kamu tinggalkan dia?" kata Gutheng


"Di pinggir masih satu jalur dengan aliran sungai ini" kata Naga


"Ayo kita pergi dari sini!" kata Gutheng


"Ya" kata Naga


Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat tujuan. Terlihat pintu belakang rumah terbuka, Gutheng masuk ke dalam terlihat ramuan tersebut terletak di atas meja dan berada dalam botol plastik. manusia tersebut sedang di kamar mandi jadi tidak mengetahui kalau barang tersebut telah diambil.


"Beruntung, itu dia yang aku cari" kata Gutheng


Dia membawanya ke luar rumah. Kemudian, membukanya dan Naga mendekati Gutheng.


"Apa ini ramuan kekuatan oksigen?" kata Naga


"Ya..." kata Gutheng


Gutheng menuangkan ramuan tersebut ke tutup botol yang di balik secukupnya.


"Ayo diminum..." kata Gutheng


"Ya..." kata Naga


Kemudian, Naga meminumnya.


"Bagaimana rasanya?" kata Gutheng


"Biasa saja..." kata Naga


"Baik, jangan lupa itu tutup kembali botolnya" kata Naga


"Ya..." kata Gutheng


Kemudian, Naga terbang ke langit untuk menembus atmosfer.


"Apa dia tidak akan bermasalah di sana?" kata Beo


"Semoga saja tidak..." kata Bido


Dalam perjalanan menembus atmosfer. Dia melihat ke bawah permukaan bumi sejenak


"Sudah semakin tinggi semoga saja kekuatan ini berpengaruh untuk melindungi tubuh aku" kata Naga


Beberapa saat kemudian dia telah sampai di angkasa luar


"Ternyata di sini tidak ada grafitasi" kata Naga


Naga melayang-layang di sana menikmati pemandangan


"Pemandangan yang indah...." kata Naga


Dia terpesona hingga beberapa saat dan memutuskan untuk kembali lagi


"Aku harus kembali tidak boleh terlalu lama di sini..." kata Naga


Sebelum dia kembali ada pesawat alien terbang di atasnya tanpa sepengetahuan Naga. Cahaya yang keluar dari pesawat menyedot dia secara tiba-tiba.


"Wah, apa ini!" kata Naga


Dia terangkat ke atas dan masuk ke dalam pesawat.


Sementara itu di bumi Gutheng mendatangi Brich yang sedang bertengger di cabang pohon mangga.


"Brich, dimana Belang?" kata Gutheng


"Di atap rumah sedang tidur, aku boleh minta ramuannya tidak?" kata Brich


"Untuk saat ini tidak, apa yang akan kamu lakukan?" kata Gutheng

__ADS_1


"Hanya ingin mencoba" kata Brich


"Lain waktu saja..." kata Gutheng


"Ramuan hanya sebotol bisa cepat habis nanti..." kata Gutheng dalam hati


Manusia tersebut keluar dari kamar mandi. Beberapa saat kemudian dia mencari botol ramuannya dan melihat ke belakang rumah terlihat benda itu tergeletak di atas lantai. Beo berada di dekat benda tersebut dan dia mendekatinya.


"Beo apa kamu yang membawa botol ini?" kata Manusia


"Bukan..." kata Beo


"Siapa?" kata Manusia


"Gutheng" kata Beo


"Jadi, kucing itu namanya Gutheng" kata Manusia


"Ya..." kata Beo


"Jangan gunakan ini sembarangan..." kata Manusia


"Tidak..." kata Beo


"Jika, kamu butuh untuk hal yang penting dan bermanfaat bisa menggunakan ini..." kata Manusia


"Ya..." kata Beo


Manusia mengerti bahasa yang di katakan Burung Beo dan mengambil lagi botolnya untuk di simpan. Dia terlihat masuk rumah di tutup pintunya.


Sementara itu di luar angkasa Naga sedang berada di dalam pesawat. Dia sedang berusaha keluar dari tempat tersebut dengan mencengkeram satu alien


"Keluarkan aku dari sini, kalau tidak aku cekik teman kamu ini"nkata Naga


"Aku akan keluarkan kamu tetapi jangan aniaya dia..." kata Alien


"Darimana kamu bisa dan mengetahui bahasaku?" kata Naga


"Dengan alat khusus yang terpasang di punggung" kata Alien


"Apa tujuan kamu datang kemari?" kata Naga


"Aku datang karena ada sinyal dari manusia" kata Alien


"Lebih baik kamu urungkan saja datang ke Bumi" kata Naga


"Kenapa?" kata Alien


"Karena kamu akan menakuti mereka" kata Naga


"Tidak, justru aku yang takut terhadap mereka sehingga tidak berani muncul secara terang-terangan" kata Alien


Naga terdiam sejenak


"Ini alien asli atau hanya perubahan wujud dari setan" kata Naga dalam hati


"Lepaskan dia..." kata Alien


"Baik, tetapi buka dulu pintunya..." kata Naga


Kemudian, dia membuka pintu dan Naga segera pergi dengan mengunakan kekuatan kecepatan. Terlihat Naga meluncur dari langit menuju Bumi


"Lihat itu dia sudah kembali..." kata Gutheng


"Ya..." kata Beo


Beberapa saat kemudian sampailah di tempat Gutheng berada


"Bagaimana tadi?" kata Gutheng


"Kekuatannya berhasil mempengaruhi tubuh saat di angkasa luar. Aku tadi sempat diculik oleh alien dan dapat meloloskan diri", kata Naga


"Wah, ternyata mereka memang benar ada, tidak hanya teori konspirasi", kata Gutheng


"Bahas yang lain saja jangan tentang itu Gut", kata Naga


"Kenapa?" kata Gutheng


"Aku belum paham..." kata Naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2