
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 21
Saat Rico dan teman-temannya keluar gerbang kota, ternyata di sana sudah banyak prajurit yang menghadang mereka. Hewan-hewan suci pun dalam keadaan siaga untuk menyerang.
"Siapa mereka?" tanya Rico pada teman-temannya.
"Mereka adalah prajurit kerajaan Eleanor," jawab Kiril masih memperhatikan pasukan yang ada di depan.
Mirror dan Kelly terlihat tenang, meski sebenarnya dalam hati mereka itu saat ini merasa ketakutan. Sebab, ada satu hewan suci yang paling ditakuti oleh para penyihir.
"Siapa kalian?" tanya seseorang dengan berteriak. Orang yang berada di atas kuda yang berdiri paling depan.
__ADS_1
"Kami hanyalah pengembara yang sedang mencari uang," jawab Kiril dengan berteriak keras.
Akan tetapi laki-laki itu tidak percaya. Meski tidak ada hewan suci yang menyertainya kecuali anjing kecil yang berada dalam pangkuan seorang wanita. Hal ini membuktikan kalau level orang-orang itu berada di atas level 5.
Kota itu dikelilingi oleh dinding benteng yang tinggi dan kokoh. Akan tetapi, tidak terlihat seorang pun penjaga yang biasanya berada di menara atas dan berjaga di depan pintu gerbang. Tentu saja hal ini membuat laki-laki itu menjadi curiga.
"Sepertinya kami tidak membolehkan seseorang pun keluar dari kota itu saat ini," ujar laki-laki berseragam yang diduga sebagai seorang panglima perang.
Rico dan teman-temannya tahu kalau mereka tidak akan mudah lolos begitu saja dari sana saat ini. Sepertinya mereka harus siap dengan situasi terburuk yang akan menimpa mereka.
"Jangan biarkan mereka lolos!" teriak orang yang berada menara benteng.
"Tuan Chow, mereka sudah membuat Walikota Cho dan Carlos mati!" teriak orang lagi.
Rico dan teman-temannya sudah terlanjur ketahuan, kalau mereka adalah orang yang sudah membuat kekacauan di Kota Magas ini. jadinya harus mempersiapkan diri untuk melawan musuh yang berbaris di hadapan mereka.
__ADS_1
Laki-laki yang berada di atas kuda itu ternyata bernama Chow, seorang panglima perang kerajaan Eleanor dan yang menjaga wilayah timur. Laki-laki yang menggunakan tombak sebagai senjatanya kini tersenyum miring ke arah empat orang yang ada di depan pintu gerbang.
"Sepertinya aku tidak bisa meloloskan kalian lewat lebih dari ini," ucap Chow, kemudian semua hewan suci milik para prajurit itu menyerang Rico dan kawan-kawannya.
Rico pun langsung meramalkan mantra yang merubah wujud Kouga menjadi hewan suci, bukan hewan suci legendaris. Begitu juga dengan ketiga teman lainnya, mereka langsung memanggil hewan suci milik mereka masing-masing.
Di tanah lapang yang sangat luas dan gersang itu terjadi pertempuran antara hewan suci milik prajurit Kerajaan Eleanor denagn hewan suci milik Rico dan kawan-kawannya.
Berbagai macam elemen sihir menghiasi tanah dataran itu. Elemen air, api, angin, petir, dan tanah, saling beradu antara hewan suci itu.
Hewan suci milik Chow adalah berwujud Gurita yang memiliki banyak sekali tentakel yang bisa menyerap semua kekuatan sihir. serangan-serangan sihir yang ditujukan kepada panglima perang Chow pasti bisa dia halau dengan cara menyerap kekuatan itu. Seperti saat ini, Rico melemparkan bola api ke arah laki-laki itu, tetapi salah satu tentakel dari Gurita itu berhasil menahan dan menyerapnya.
Panglima perang Chow pun tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi wajah terkejut dari Rico. Lalu, dia pun mengembalikan serangan tadi ke arah pemuda yang masih berdiri di depannya.
"Rico, awas!" teriak ketiga temannya bersamaan.
__ADS_1