Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 52. Marcin Vs Shen Long


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 52


Setelah pertarungan sekitar 30 menit, Aksel berhasil menusuk jantung Perdana Menteri Vidar sambil membaca mantra dan mengubah laki-laki yang sudah membunuh ibunya itu menjadi abu.


"Sudah aku duga kalau kamu tidak bisa menggunakan pedang dengan mahir. Apalagi kamu punya mana sedikit dan harus pintar-pintar membaginya. Makanya, kamu tidak bisa konsentrasi ketika mengeluarkan hewan suci milikmu, kecuali kalau kamu hanya diam dan memerintah kepadanya," ucap Aksel pada gundukan abu sang perdana menteri.


Tubuh Aksel terasa remuk karena terus memaksakan diri terus menggunakan sihir. Untungnya dia termasuk orang yang memiliki cukup banyak mana.


"Kelly di mana? Apa dia baik-baik saja?" Aksel konsentrasi mencari keberadaan kekasihnya lewat pancaran mana milik wanita itu.


Pemuda itu berlari ke arah sang kekasih, tetapi langkah laki-laki itu terhenti begitu melihat Kelly berjalan ke arahnya dengan jalan tertatih, karena kelelahan setelah menjalani pertarungan yang panjang. Senyum lega tercipta dari wajah putra mahkota kerajaan Eleanor yang sah. Aksel berlari lalu memeluk tubuh pujaan hatinya.


"Kamu hebat! Terima kasih," ucap Aksel.


"Setidaknya aku bisa melakukan sesuatu untuk negeri ini," ujar Kelly.


Aksel merasa bahagia punya kekasih yang sama-sama ingin berjuang demi negerinya. Rakyat yang merindukan kebahagiaan dan kemerdekaan dalam hidup mereka, tanpa takut akan teror dari Raja Didio dan para prajuritnya.

__ADS_1


***


Sementara itu di tempat Miron dan Raja Didio, kedua orang itu masih beradu kekuatan. Miron mati-matian melawan Raja yang dzalim itu. Meski kekuatan sihir mereka setara, tetapi Miron masih belum bisa melukai apalagi menyudutkan dirinya. Sebab, setiap tubuhnya terluka Raja Didio akan mengembalikan keadaannya seperti semula. 


"Sudah aku bilang dari tadi kalau kamu tidak bisa mengalahkan diriku!" kata Raja Didio mengejek Miron.


"Kesombongan kamu akan menghancurkan dirimu sendiri," balas Miron. Dia pun mengeluarkan hewan suci Phoenix yang bercahaya putih. Makhluk raksasa itu kini terbang di atas Miron dan bersiap untuk melindungi. Selain itu, hewan suci ini juga siap menyerang lawannya.


Melihat ada hewan suci legenda yang langka itu, Raja Didio pun mengeluarkan hewan suci miliknya. Dia pun tersenyum karena sudah lama menginginkan hewan suci itu.


"Setidaknya dengan mengalahkan diriku, aku akan mendapatkan Phoenix putih itu," kata laki-laki paruh baya dengan menatap binar pada makhluk suci di depannya.


Raja Didio mau tidak mau harus mengeluarkan hewan suci andalannya. Laki-laki paruh baya itu juga mempunyai hewan suci berbentuk ular naga, Shen Long. Naga berbentuk ular dan memiliki kumis panjang itu memenuhi langit di atas reruntuhan istana.


"Wah, ternyata kamu yang memiliki hewan suci legendaris langka Shen Long," ucap Miron.


Kedua hewan suci itu saling beradu kekuatan dan menimbulkan bunyi yang keras. Kepulan asap memenuhi area itu dan itu membuat Miron dan Didio memanfaatkan keadaan itu dengan menyerang lawan. Bunyi pedang yang saling beradu terdengar saling beradu. Keduanya bergerak dengan cepat.


Raja Didio yang mempunyai sihir hitam menyerang Miron yang sedang berusaha bangun. Pemuda itu terlempar dan membentur reruntuhan. Miron yang terkena serangan langsung pun sampai muntah darah dan tidak sadarkan diri.


"Miron!" Rico yang baru saja sampai ke sana langsung datang menghampiri temannya.

__ADS_1


Rico melihat ke arah Raja Didio dan langsung melancarkan serangan sihir ke arahnya. Dia tidak terima kalau temannya sampai mati. 


"Aku akan membalas semua kejahatan yang kamu lakukan terhadap negeri ini!" seru Rico dan langsung mengeluarkan hewan suci Marcin.


"Ternyata kamu pemilik Naga Marcin," Raja Didio tersenyum lebar melihat hewan suci dalam legenda yang hanya dia dengar ceritanya dari para leluhur, kini berdiri di depannya.


"Shen Long, sudah lama tidak bertemu," ucap Marcin kepada hewan suci milik Didio.


"Ya, sepertinya sekarang kita akan mengulang pertarungan kita yang dahulu," balas Shen Long.


"Sepertinya sekarang pun kamu tidak akan bisa mengalahkan aku lagi," ujar Marcin diiringi tawa menggelegar.


Shen Long yang sama-sama mempunyai harga diri tinggi sebagai makhluk suci, tidak suka diremehkan oleh yang lain. Apalagi dulu dia sempat kalah dan untungnya belum sampai mati. Sebab, tuannya melindungi dirinya dan mengurung dengan sihir kuat, sehingga dia tidak berubah menjadi abu. Namun, begitu dia bangkit kembali ternyata tuannya adalah seorang yang kejam dan memanfaatkan kekuatannya untuk menguasai suatu negeri dan membuat penduduknya sengsara.


Kedua hewan suci legendaris dari jenis langka itu pun saling beradu kekuatan. Semburan api keluar dari mulut mereka membentuk ledakan besar dan membuat hawa di sana terasa sangat panas. Bahkan besi-besi sampai meleleh dan tanah mengeluarkan asap.


Tidak ada satupun dari keduanya yang mau mengalah. Mereka yang sudah menjadi rival dari zaman dahulu, tentu saja tidak mau kalah dan ingin menunjukan kalau dirinya adalah yang paling hebat.


***


Siapakah yang akan memenangkan pertarungan itu? Bagaimana nasib teman-teman Rico? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2