
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 31
Rico dan Kiril bergabung bersama Karin dan Miron untuk membantu para kelompok pemberontak yang membebaskan hewan suci yang ada di pelabuhan. Terlihat seorang pemuda gagah yang menggunakan ilmu sihir elemen air dan es dengan memanfaatkan air yang ada di laut. Rico langsung merasa takjub saat melihat laki-laki bertarung melawan musuhnya .
"Aku baru pertama kali melihat orang bertarung dengan cara seperti itu," ucap Rico kepada Miron.
"Aku rasa dia memiliki ilmu sihir level tinggi dan juga punya mana yang banyak," balas Miron sambil menahan serangan lawan dengan dinding sihir pelindung.
Kelly yang melihat ke arah Rico dan Miron, menjadi kesal. Saat ini mereka berada dalam situasi genting, bukan dalam perjalanan atau waktu santai, tetapi kedua pemuda itu malah asyik berbicara. Meski mereka sambil melawan musuh juga sebenarnya.
"Bisa tidak kalian tahan dulu acara bergosipnya!" sindir Kelly kepada kedua temannya ini.
__ADS_1
Pemuda itu melihat ke arah Rico dan teman-temannya. Dia memicingkan mata agar bisa melihat lebih jelas, karena kepulan asap masih memenuhi area itu.
"Tuan Dora, kita masih membutuhkan bantuan lagi. Para hewan suci banyak yang berhasil kabur!" teriak salah seorang prajurit marinir begitu seorang laki-laki berbadan besar.
"Tenang saja. Para hewan suci itu sudah ada pasukan yang mengejar mereka," laki-laki itu.
Mata Rico membulat saat melihat Kouga berada di dalam sebuah kerangkeng besi. Dia tidak menyangka kalau hewan suci miliknya bisa di tangkap dan sudah di beri kalung batu mana.
"Rico, bukannya itu Kouga?" tanya Kelly dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu merasa sedih melihat hewan suci milik temannya itu bisa tertangkap. Dia sendiri juga sudah begitu sayang kepada Kouga.
Miron pun berusaha menyerang para prajurit yang membawa kerangkeng besi berisi beberapa hewan suci yang tadi melarikan diri. Laki-laki itu menggunakan sihir rantai mencoba merebut wadah yang mengurung para hewan suci.
Akan tetapi laki-laki yang tadi dipanggil Laksamana Dora, berhasil menahan kerangkeng besi. Maka terjadilah tarik menarik kotak berisi hewan suci itu.
Para marinir pun melakukan serangan balik kepada Rico dan teman-temannya. Terjadi kembali pertarungan sihir dan hewan suci di sana.
__ADS_1
Rico yang tidak mau kehilangan Kouga pun berusaha menyerang Laksamana Dora untuk mendapatkan kotak besi itu. Dia menggunakan pedang api untuk melawan pemimpin kota pelabuhan.
"Lumayan juga kamu," kata Laksamana Dora sambil menahan serangan api yang dilancarkan oleh Rico dengan menggunakan perisai sihir.
"Lepaskan para hewan suci itu!" titah Rico dengan lantang.
Tawa keras dari Laksamana Dora langsung memecah di sana dan membuat Rico semakin kesal. Dia melihat Kouga seperti sedang kesakitan. Pemuda itu sudah mencoba mengucapkan mantra untuk mengembalikan wujud Kouga ke bentuk aslinya. Namun, hal itu tidak bisa dikarenakan adanya batu mana yang terdapat dalam kalung yang Ter di leher Kouga.
"Kouga, kamu jangan menggunakan kekuatan mana! Bahaya. Batu itu bisa menyerap mana kamu dan membuat kamu semakin kesakitan," ujar Kiril.
"Apa?" Rico dan yang lainnya terkejut.
"Lalu, bagaimana cara kita mengalahkannya?" tanya Rico.
***
__ADS_1
Apakah Rico dan teman-temannya bisa menyelamatkan Kouga dan mengalahkan Laksamana Dora? Tunggu kelanjutannya, ya!