
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 25
Seorang prajurit datang dengan tergesa-gesa ke ruang rapat yang sedang dipimpin oleh Perdana Menteri Vidar. Orang itu berpenampilan lusuh dan napas yang terengah-engah.
Ruang rapat yang terdapat meja besar dan kursi yang mengelilinginya berjumlah 22 buah itu, mendadak sepi. Padahal ada lebih dari 50 orang yang mengiri ruangan itu. Raja Didio menatap tajam ke arah laki-laki berseragam prajurit dalam keadaan kotor, begitu juga dengan yang lainnya.
"Zee, kenapa keadaan seperti itu?" tanya Perdana Menteri yang kini sudah berdiri di depan laki-laki yang datang tadi.
Laki-laki itu berusaha menahan deru napasnya agar bisa berbicara dengan normal. Namun, sekarang malah kesulitan bicara, saat ditatap oleh 22 orang yang sedang menatap dirinya dengan penasaran.
__ADS_1
"Ada sekelompok anak muda yang menghancurkan prajurit milik Jendral Chow, penguasa wilayah timur," kata Zee.
"Apa, kamu bilang? Mana mungkin prajuritnya dikenal sebagai orang kuat sampai bisa dikalahkan," pekik Raja Didio sambil memukul meja dengan kedua tangannya.
Zee juga menceritakan apa yang dialaminya tadi saat melawan Rico dan kawan-kawannya. Laki-laki ini bisa selamat dari serangan Marcin, karena dia punya kekuatan sihir pengendali waktu. Sihir tingkat tinggi yang akan memakan banyak mana penggunanya, sehingga tidak jarang orang yang menggunakan kekuatan sihir ini menjadi iblis atau mati dalam penghasilan.
"Yang Mulai, jangan-jangan ini ada hubungannya dengan anak dalam ramalan itu," ucap Perdana Mentri Vadir.
Semua orang yang hadir di ruangan itu berbisik-bisik. Mereka semua tahu akan ramalan yang sedang dibicarakan oleh laki-laki berjubah putih. Penduduk kerajaan Eleanor tahu tentang ramalan yang dimaksud dan cinemarecon sedang menanti kedatangan si pemilik Tangan yang memiliki kekuatan Tuhan.
Seketika Raja Didio merasa bergetar, karena beberapa malam lalu dia memimpikan dirinya yang sedang sekarang dan ada seorang anak muda yang mengacungkan senjata ke arah lehernya. Namun, di sisi lain dia yang terobsesi dengan kekuatan miliki orang lain, sangat menantikan kedatangan orang-orang kuat. Hal ini karena dia bisa menghisap kekuatan mereka.
"Yang Mulia, Anda tidak perlu khawatir. Karena kami semua pasti akan menangkap mereka dan membawanya ke hadapan Anda," ucap sang Perdana Menteri.
__ADS_1
"Benar itu, Yang Mulia. Kami pasti akan menangkap semua orang yang sudah membuat keributan di negeri kita ini," lanjut sang Panglima Perang.
Raja Didio bukannya takut dengan kehadiran orang-orang yang sudah membuat pemberontakan atau kekacauan di negeri ini. Sebab, dia memiliki kekuatan mana yang sangat besar dan juga hewan suci legendaris yang langka. Tidak ada seorangpun yang kekuatannya menyaingi dia di negeri ini.
"Kalian jangan remehkan kekuatanku. Tanpa bantuan kalian pun aku masih bisa melawan mereka," bentak Raja Didio dengan suara yang keras dan memenuhi ruangan itu.
Raja Didio paling tidak suka jika ada yang menganggap dirinya lemah. Sebab, dia adalah orang terkuat dan terhebat di negeri Eleanor. Bahkan kekuatan dia mampu menggulingkan kekuasaan raja Eleanor sebelumnya.
"Cari tahu informasi mengenai orang-orang yang sudah melakukan pemberontak itu dan menghancurkan prajurit kelompok wilayah timur!" titah sang Perdana Mentri.
"Siap, Tuan!" balas para prajurit yang sedang berjaga
***
__ADS_1
Apakah keberadaan Rico dan kawan-kawannya akan cepat diketahui oleh Raja Didio? Tunggu kelanjutannya, ya!