Hand Power Of God

Hand Power Of God
Bab 53. Rico Vs Raja Didio


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 53


Rico melancarkan serangan sihir kepada Raja Didio. Laki-laki paruh baya itu pun membalas dengan hal yang sama. Maka terjadilah adu kekuatan ilmu sihir. Mantra dan simbol sihir saling beradu di sana.


Rico menggunakan pedang api dan tentu saja itu membuat Raja Didio terpojok, karena luka yang diakibatkan oleh pedang itu tidak bisa dia pulihkan kembali.


"Jadi, ini salah satu gunanya pedang api, ya?" Rico baru sadar kalau kekuatan pedang miliknya itu ditakuti oleh pemilik ilmu sihir hitam.


Raja Didio kini penuh amarah dan memerintahkan Shen Long untuk menyerang Rico selama dia membuat simbol mantra sihir. Namun, Marcin tidak membiarkan hal buruk pada Rico, dia pun menghalangi ular naga itu menyerang tuannya. 


"Lawan kamu adalah aku!" Marcin menyemburkan api besar dari mulutnya dan mengenai Shen Long.


Erangan keras menggema di langit istana utama keluar dari mulut Shen Long. Ular naga itu terkejut karena semburan api itu bisa melukai sisik miliknya dan membuat luka bakar yang parah. 


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" Shen Long bertanya-tanya.


"Tentu saja bisa. Karena selama ini aku bertapa meningkatkan kekuatan milikku. Ternyata tidak sia-sia juga aku berdiam diri di gunung api," ucap Marcin menatap lawannya dengan penuh ejekan.


Raja Didio tidak kalah terkejutnya melihat hewan suci miliknya yang terkenal kuat dan tidak pernah terkalahkan. Saat ini sedang mengerang kesakitan dengan luka di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Rico, kita gabungkan kekuatan dan musnahkan ular naga sombong itu!" pinta Marcin.


Rico setuju dengan ide hewan suci miliknya. Maka mereka pun mengucapkan mantra dan membuat simbol sihir untuk mengalahkan Shen Long dan mengurungnya dalam ilmu sihir sampai waktu yang tidak terbatas.


Simbol sihir raksasa muncul di atas langit dan tentu saja Raja Didio tidak mau sampai hewan suci kesayangannya di kurung. Maka dia pun menyerang Rico untuk berusaha membunuhnya agar Marcin bisa hilang atau melemah karena tuannya mati.


"Rico, awas!" teriak Marcin sambil membuat sihir pelindung untuk pemuda itu.


Serangan Raja Didio tidak bisa mengenai Rico karena tertahan sihir pelindung. Namun, hal yang terjadi malah sebaliknya. Raja Didio tiba-tiba saja jatuh terduduk dengan pedang api tertancap di dada bagian jantung.


"Bagaimana bisa kamu menyerang tanpa aku sadari?" tanya Raja Didio.


"Karena kamu terlalu fokus pada aku dan tidak sadar kalau pedang milikku sudah di pegang Enma untuk menyerang kamu di saat lengah. Dan akhirnya, kamu sendiri yang terkena serangan mendadak," balas Rico mencemooh.


"Akhirnya, selesai juga!" teriak Rico sebalum tumbang.


***


Sudah satu minggu berlalu dan Rico baru bisa membuka matanya kembali. Banyak sekali luka yang dia dapatkan dari pertempuran itu. Hal ini membuatnya tidak sadarkan diri. Begitu juga dengan Lirik dan Miron. Kedua pemuda itu masih dalam keadaan belum sadarkan diri.


"Ini di mana?" tanya Rico kepada Kelly.


"Ini di rumah sakit," jawab Kelly yang duduk di samping ranjang pasien.

__ADS_1


Rico pun berusaha bangun untuk melihat keadaan Miron dan Kiril. Dia teringat kepada kedua temannya yang terluka parah.


"Kamu istirahat, jangan banyak bergerak," kata Kelly. 


"Bagaimana keadaan Miron dan Kiril?"


"Mereka baik-baik saja. Semua luka mereka sudah diobati."


***


Aksel dibantu oleh Fraz—orangnya yang menyusup ke pemerintahan Raja Didio dan mendapatkan jabatan sebagai wakil Perdana Menteri. Memulai membangun pemerintahan di negeri Eleanor. Dia mengangkat Fraz sebagai perdana menteri dan Michael sebagai jendral perang. Posisi keduanya sangat dibutuhkan saat ini untuk menata kembali pemerintahan dan menjaga pertahanan negerinya dari serangan negeri lain.


"Putra Makhota, kita juga membutuhkan Tuan Miron dan Tuan Kiril untuk membantu pemerintahan," ucap Michael.


"Acara penobatan Anda sudah siap dilakukan besok pagi," lanjut Fraz.


"Terima kasih, Fraz. Aku juga ingin pernikahan aku dengan Kelly diadakan minggu depan," kata Aksel dan tentu saja kedua orang kepercayaan dia itu setuju, karena seorang raja perlu seorang ratu.


Rakyat negeri Eleanor masih berpesta menyambut kebahagiaan sudah terlepas dari kekuasaan Raja Didio yang kejam. Semua penduduk negeri itu sedang bersuka cita dan saling berbagi kebahagiaan.


***


Apakah Rico bisa kembali ke dunia asalnya? Apa Miron dan Kiril bersedia membantu Aksel memerintah negeri Eleanor? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2